Malam itu,
kamu begitu kusut.
Padahal,
sudah senyum manis yang kutawarkan
“aku ingin kembali ke kamar!”, itu saja katamu.
Dan pergi lah kau seorang diri,
ke kamar di seberang kolam
Lalu malam pun datang kembali,
dan kita dipersatukan sekali lagi,
disitu, di kamar di seberang kolam
Ah, kamu pun tersenyum di bawah temaram
dan datang lah kembali sang malam
aku senang,
ternyata senyummu manis!
dan setiap percakapan kita, manis!
seperti lampu-lampu yang berpendar dari dasar kolam,
menemani riak yang menari-nari pelan
Hingga akhirnya malam merenggutmu
Kamu pun menyusuri besi memunggungiku,
tapi aku masih ingat,
senyummu yang manis itu.
Ah, mungkin aku hanya perlu menunggu
Seperti malam-malam,
pada kamar di seberang kolam
enak dooong kalosenyumannya manis mah ga perlu beli gula he he he
LikeLike