Antara aku, temanku, dan Gandhi

Suatu waktu, saya sedang kalut hingga temanku berkata seperti ini :

” Lebih baik nangis, daripada dipendam jadi dendam”

Dan saya yang antipati sama yang namanya menangis pun menjawab :

“Daripada menangis dan terlihat lemah, lbh baik aku dendam tapi terlihat kuat”

Teman saya itu hanya tertawa.
Tapi saya langsung terngiang jawaban apa yg akan seorang Gandhi berikan (oh, jangan tanya kenapa Gandhi bisa muncul) :

“An eye for an eye makes the whole world blind”

Sial.

Tapi lalu saya pun teringat, dan mencoba mendebat orang bijak itu :

“An eye for an eye makes the whole world blind, huh? But, We loved each other…oh , and you know, love IS blind. We’re already blind.”

4 thoughts on “Antara aku, temanku, dan Gandhi

  1. yaahh katanya ga curcol..? ini curcol..?

    when you’re in love you’re blind because love is blind. that’s why you need your friends to enlighten you *halah*

    Like

    1. i know it !! i know it….

      an eye for an eye makes the whole world blind,huh? But, I love him..oh,you know,love IS blind. We’re already blind

      gw suka ini !!! 🙂
      caio, yo

      Like

    2. nyahaha, ternyata sedikit curcol nad 😛

      like i said on my twitter, bestfriends for me is like a brain and any logic i need when im to mess up with my own brain n logic because of my heart (or, love) nyahahaha…

      Like

Leave a reply to xenia Cancel reply