Ingin sekali ku berteriak sekali-sekali, “dimana Kamu?”
Mengapa ku masih mengingatmu
Saat mendengar lagu sendu
Saat membaca puisi keindahan yang pilu
Ku ingin berteriak, memanggil namamu, atau menyentuhmu saat kau melewatiku acuh
Acuh sungguh kah dirimu?
Sekali saja, kungin tanyakan hal itu.
Masih lah biru hati ini tiap melihatmu
Masih lah penuh harap hati ini tiap kuingat bayangmu
Masih lah perih hati ini saat kuingat hadirmu yang telah berakhir
Lagu pengantar tidurku masihlah tentangmu
Puisi piluku masih lah tentangmu
Kehilangan yang dalam itu juga masih tentangmu
Tentangmu, Kehadiranmu..
Masih sering melintasi alam harapku
Tentangmu, Kehadiranmu..
Masih menjadi rintihan anganku
Tentangmu, Kehadiranmu..
Masih lah menjadi pilu hatiku mengingatnya
Karena telah tidaka dua kata itu di hidupku
Sekali-sekali saja, ingin sekali ku berteriak sekali-sekali, “dimana Kamu?”
Just found this poem from my poems archive, no date, no dedication.
sabar, aQ akan membuat posting cara membuat satu spasi pada wordpress.com 😆
LikeLike