Where you feel like a king in heaven…

Saat liburan, salah satu istilah yang sering keluar mungkin adalah “seperti di surga”. Tapi pernah gak merasa diperlakukan seperti raja di surga? Baru-baru ini saya mengunjungi Pulau Macan dan itulah yang saya rasakan.

Pulau Macan, atau juga terkenal dengan sebutan Tiger Island bagi orang bule (ya menurut lo??), terletak di gugusan kepulauan seribu, di utara Jakarta. Untuk kesana, tampaknya hanya bisa melalui dermaga Marina di Ancol, karena saat kita melakukan reservasi mereka langsung mengarahkan kita untuk menunggu di sana . Biaya penyeberangan ke pulau macan sudah termasuk di dalam biaya yang harus dibayar untuk menginap di pulau macan.

Continue reading “Where you feel like a king in heaven…”

Smart traveler, smart before you travel!

Kebanyakan orang malas jalan-jalan karena malas cari-cari info seputar tempat yang dituju ataupun sekedar mencari tempat tujuan.  Pengen ke luar negeri, udah kebayang duluan harga tiket yang mahal, gak tau hotel yang bagus yang bagaimana, gak tau arah padahal gak bisa bahasa setempat, ah, ribet! Akhirnya karena gak mau ribet, pengennya ikut tur yang sudah diurusin segalanya. Eh, batal juga karena biasanya kemahalan. Gak jadi deh jalan-jalan.

Man, come on man! it’s been 13 years since we start the new millennium and 21st century. Teknologi informasi bahkan sudah lebih mudah didapat daripada metik mangga di pohon. Tinggal internetan. Dari komputer, smartphone, tablet, ke warnet, nyolong internet kantor/sekolah/kampus semua udah bisa dilakukan dengan mudah untuk menggali informasi yang dibutuhkan. Gak ada akses internet? buku-buku tentang traveling juga sudah menjamur. Mulai dari yang khusus untuk jalan-jalan dengan budget terbatas sampai jalan-jalan luxury juga sudah ada. Nih, prinsip saya : Kalau emang sudah niat untuk jalan-jalan, pasti selalu ada jalan! 😉

Okay, niat sudah ada. Akses internet sudah siap. Toko buku juga sudah sering dikunjungi tapi masih sering bingung mau mulai darimana untuk nyiapin liburan? Silakan dicoba deh, urutan-urutan proses pembuatan itinerary yang biasa saya lakukan :

Continue reading “Smart traveler, smart before you travel!”

“Eh, mau kemana? Oleh-oleh ya!”

Belum juga dijawab pertanyaan pertama, biasanya kalimat kedua sudah meluncur begitu saja dari mulut kebanyakan kerabat indonesia. Yeap, salah satu budaya kita kayaknya memang budaya oleh-oleh. Dimana tiap ada kerabat dekat yang berpergian, kemanapun dia, bagaimana pun dia pergi, dalam rangka apa dia pergi, pokoknya nitip oleh-oleh dulu deh! Giliran yang dititipin biasanya cuma nyengir-nyengir pasrah setengah berharap si penitip lupa nagih 😛

Tapi memang yang namanya oleh-oleh itu bikin serba salah. Mau beli, duit sering gak cukup atau bisa-bisa bikin space di luggage mengecil bahkan bikin overweight. Mau gak beliin, gak enak. Apalagi kita pun secara tidak sengaja juga sering minta oleh-oleh ke kerabat yang berpergian. Nah, coba deh intip beberapa saran oleh-oleh yang bisa (atau biasa) dijadiin oleh-oleh disaat darurat atau mungkin bisa jadi ide untuk koleksi bukti traveling kita :

Continue reading ““Eh, mau kemana? Oleh-oleh ya!””

Which traveler type are you?

Traveling kayaknya sudah menjadi hobi yang menjamur dan yang paling hip saat ini.  Gimana tidak, saat ini traveling sudah sangat terjangkau dan mudah untuk dilakukan.  Maskapai-maskapai domestik ataupun international berlomba-lomba memberikan harga termurah, dan orang-orang pun sudah mulai tidak peduli dengan pelayanan maskapai yang diperminim seiring dengan murahnya harga tiket. Yang penting, murah, aman dan tepat waktu.

Kalau dipikir-pikir dan dilihat-lihat lagi, traveling sekarang pun sudah banyak macamnya.  Ada yang backpacking, ada yang maunya bawa-bawa koper aja, ada yang suka jalan-jalan sendiri, ada yang suka ramai-ramai bersama teman atau keluarga, ikut tour, atau ya memang sudah bagian dari pekerjaan saja. Ada yang tipenya outdoor dan adventure, ada yang shopping, ada yang slow traveling, ada yang nyuri-nyuri kesempatan liburan jadi jadwalnya pun padat banget.   Syukurnya, saya sudah mencoba berbagai macam jenis traveling.  Jeleknya, bisa dibilang sekarang saya jadi bikin urutan mana yang paling saya suka dan agak milih-milih jenis traveling.  Nih yah, saya jadi pengen berbagi urutan jenis traveling dari yang paling saya suka dan yang tidak saya suka. Kategorinya : Traveling sendiri bersama 1-2 teman, traveling bener-bener sendirian, traveling bersama keluarga, traveling yang ikut tour, dan traveling karena bisnis trip.

Continue reading “Which traveler type are you?”

Traveling bersama (nebeng) keluarga diplomatik

Atau bisa disebut dengan nebeng.

Sewaktu saya traveling ke Jerman sekitar 3 tahun yang lalu (ya ampun, sudah selama itu?!). Seperti yang waktu itu pernah saya ceritakan di sini, saya ikut ke Berlin atas ajakan Dona, teman kosan saya yang juga anak duta besar Jerman saat itu, Eddy Pratomo.  Berhubung saya berangkat bareng dengan Dona, semua fasilitas untuk dia, ya saya rasakan juga. Lebih-lebih sewaktu pulangnya, om Eddy juga ikut pulang bareng dengan kami. Wah, makin mantab lah itu perjalanan.

Traveling dengan salah satu keluarga duta besar artinya gak usah mikir bawaan bahkan gak perlu pusing mikirin letak terminal karena pasti sudah diarahkan atau selalu ada iring2an staff kedutaan yang mengawal.  Sewaktu dari Jakarta, saya juga tidak perlu ke ruang tunggu penumpang biasa, karena saya dan Dona menunggu di ruangan yang bentuknya seperti ruang tamu khusus imigrasi.  Orang tua saya yang waktu itu mengantar juga dipersilakan saja masuk ke ruang tunggu itu meskipun letaknya ada di dalam padahal mereka tidak memiliki tiket.  Urusan imigrasi diurusin, tiba-tiba paspor saya juga sudah ada capnya bahkan saya tidak perlu bayar airport tax! Bahkan, ketika saya dan Dona harus transit di Frankfurt, kami dijemput oleh staff kedutaan yang mengantarkan kami ke ruang tunggu untuk penerbangan ke Berlin, bahkan sempat dibelikan coklat panas…hihihih…

Continue reading “Traveling bersama (nebeng) keluarga diplomatik”