Origin By Dan Brown

Where do we come from?

Where are we going ?

Those 2 questions are the main topic for this Dan Brown’s latest Robert Langdon’s series. Sudah cukup lama saya ingin membaca buku ini. Bahkan bukunya sendiri sudah tersedia di rak buku saya sejak beberapa tahun lalu. Akhirnya, setelah beberes buku minggu lalu, saya memutuskan untuk membaca buku ini, dengan asumsi ini akan menjadi bacaan ringan. Well, what to expect from some pop culture novel, right ?

Novel ini mengambil setting di Spanyol. Dimulai saat Langdon diundang oleh seorang tech-savvy, well-known, super rich and also atheist, bernama Edmond Kirsch. Edmond berencana untuk membeberkan penemuan dia mengenai 2 pertanyaan fundamental tersebut; “Where do we come from? where are we going?”. Namun, seperti novel-novel Dan Brown lainnya, something (really) bad happened, and our beloved symbol professor from Harvard has to race with time to finish what Edmond planned to do.

Yaa, kalau sering baca buku-bukunya Dan Brown, especially Robert Langdon series, pasti akan sangat terbiasa dengan patternnya. Langdon diundang atau ketemu dengan orang penting. Orang pentingnya mati. Ada rahasia yang harus diungkap. Ada cewek pinter dan cantik nemenin Langdon memecahkan teka-teki yang harus diungkap. Ada orang jahat mengejar yang mau bunuh mereka, dan biasanya orang jahat ini di-backup oleh orang penting lainnya. Rahasia terungkap. Everyone lives happily ever after.

Nah Origin persis seperti ini. Ditambah banyak tempat-tempat yang sangat mainstream seperti Casa Mila, (ngelewatin) Park Guell, Sagrada Familia, bahkan sedikit menyebutkan stadion FC Barcelona. Dan Brown juga memasukkan beberapa quote yang cukup mainstream dari Winston Churchill, seperti:

“Success is the ability to go from one failure to another with no loss of enthusiasm.”

“The price of greatness…is responsibility”

“History will be kind to me, for I intend to write it.”

Ceritanya memang agak dragging to long. Beberapa karakter kurang terdevelop dengan baik. Dan ada beberapa bagian yang rasanya tidak perlu diceritakan. Walaupun bagian-bagian tersebut tampaknya memang sebagai pengalihan issue/perhatian untuk twisted ending-nya. In fact, one of the good reason i like this book is the twisted fact at the end of the book. [SPOILER ALERT!] About the one who’s instructed the killer to kill Edmond Kirsch.

Another thing that made me stick to the book is the topic itself. To be honest, those 2 fundamental questions are lingering in my thought these days. So, i just wanna know other author’s thought about it. Well, the answer for the first question is quite appalling. I just heard about it when i read it. But the answer for the 2nd answer is similar with what Yuval Noah Harari try to explain in Homo Deus.

Also, there are some good words for deeper thinking in this books. Here are some of my fav :

“…human, despite being God’s sublime creation, were just being animals at the core, their behavior driven to a great by a quest for creature comforts. We comfort our physical bodies in hopes our souls will follow.”

“Nietzsche: “Whoever fights monsters should see to it that in the process he does not become a monster.”

“…it is in hearing the voice of the devil that we can better appreciate the voice of god.”

“Memento mori,” the monarch whispered. “Remember death. Even for those who wield great power, life is brief. There is only one way to triumph over death, and that is by making our lives masterpieces.”

“Love is a private thing. The world does not need to know.”

So, here’s my verdict :

  1. Story line : 2.0/5.0
  2. Main topic : 3.5/5.0
  3. Inspiring words : 3.0/5.0
  4. Character development : 2.5/5.0

Average total score : 2.75/5.0

I Dream Dreams

Sebuah quote yang gwe ambil dari film Remember Me,

You know what day I’m staring at, Michael. By 22, Ghandi had 3 kids; Motzart, 37 symphonies; and Buddy Holly was dead.

That made me kinda think about…my life.

I’m 22….and what am i now? Human being. Ordinary human being.

Hell yeah, i dream dreams. a lot of dreams.

Banyak sekali yang ingin gwe lakukan.

Ingin keliling dunia, siapa yang tidak mau? tidak hanya keliling dunia, gwe ingin mengetahui kehidupan di sana, tiap sejarahnya, budayanya, dan bahasa. yap, gwe sangat mencintai bahasa.

Impian gwe yang lain, gwe ingin bisa menguasai lebih dari 3 bahasa dunia. Progress sekarang? fluently in Bahasa, English, and soon-to-be-fluent in Deutsch. Sedikit-sedikit tau beberapa istilah Jepang, tau bagaimana menghitung hingga 15 dalam bahasa spanyol, tau beberapa salam dalam beberapa bahasa yang umum, dan bisa memesan susu coklat panas dalam bahasa yunani. Hahaha. Kesederhanaan itu penting! :))

Karena itu lah, gwe ingin punya pekerjaan yang bisa membuat gwe keliling dunia, atau paling tidak indonesia. Siapa yang gak pengen punya pekerjaan kaya Samantha Brown, Ian Wright atau Pak Bondan? Udah keliling dunia, makan-makan, dibayar lagi! 😀 Tapi…gwe pun terpikir jenis pekerjaan lain, berkeliling dunia sambil memberi sesuatu. Seperti….hmm, let’s say..Work for United Nations, especially for Unesco or Unicef. berkeliling dunia mengurus pendidikan, kebudayaan, atau pun kesejahteraan anak-anak…What a dream!

Bicara tentang pekerjaan, gwe jadi inget salah satu mimpi gw tentang tempat bekerja. Suatu waktu, gwe melihat recruitment sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang hiburan yang mencari seorang lulusan Teknik Industri. Mereka adalah DISNEY WORLD. Definately i’ll try to apply to it!

Tapi gara2 “didoktrin” oleh dosen gwe tahun lalu, tiba2 gwe ingin bisnis. Hahaha, 21, dan masih labil 😛 Lalu gwe pun sempat berpikir keras, bisnis apa yang bakal gwe jalani? Gwe berprinsip, bisnis gwe bukan hanya apa yang sedang naik daun di kalangan masyarakat, tapi harus yang menjadi apa yang gwe cinta. apa yang gwe cinta? Butuh sekitar 6 bulan untuk akhirnya menemukan apa yang gwe cintai…

Selalu memberikan kebanggaan tersendiri bagi gwe tiap ada temen gwe yang nanyak dimana tempat jalan atau tempat makan. Dan selalu menjadi kepuasan tersendiri tiap temen gwe puas dengan saran gwe. Dan selalu ada kebahagiaan sendiri tiap gwe bisa menceritakan perjalanan gwe ke beberapa tempat ataupun info2 setelah makan di suatu tempat. Dari situ lah, gwe pun berpikiran membuat, TRAVEL AGENT!

Sebuah travel agent yang tidak hanya menjual tiket, tapi juga bs jadi guide n penyedia info travel, cullinaire, dll untuk semua kalangan.Dan di kantor travel agency itu Ada cafe/resto/bakery/pastry dgn masakan spesial Mamaku. Jd org milih menu makanan sekaligus menu tour. ini sekalian memenuhi hasrat kuliner gwe sekaligus mewujudkan mimpi mama gwe. Dan discout 20-30% seumur hidup untuk vidatra06, ti05-07 ITB, penghuni Kosan kanayakan 49 thn 2007-2010, n keluarga bsr pske. Pilih Kasih :p

cuma bisa bilang satu kata : AMIN!!

dan mulai bertindak!