Day 10 – “Gak nyasar ko, Cuma salah arah!”

Berhubung si Dona hari itu gak mau ikutan jalan, dan gwe merasa rugi kalau tidak menghabiskan waktu dengan jalan-jalan sementara waktu pulang makin mendekat, jadilah gwe memutuskan untuk jalan-jalan…sendiri! Dengan hanya bermodal peta S+U bahn dan nekat, gwe pun melangkah dengan PDnya keluar rumah tanpa tahu apa yang bakal gwe hadapi kedepannya.

Tujuan gwe hari itu adalah : Schloss Charlottenburg – DDR Museum – Alexander Platz

Pertama, Schloss Charlottenburg. Ehm…..gak nyasar ko, Cuma salah arah aja. Haha! Jadi, tampaknya saya turun di stasiun yang salah dan dengan bodohnya baru sadar kalau gwe membutuhkan peta. Lucunya, sebelum membeli peta kota, gw tetep aja dengan PDnya melangkah semau gwe. Hingga akhirnya gwe menemukan toko yang menjual peta kota Berlin. Dan ternyata gwe salah arah…justru dengan suka relanya gwe menjauhi Schloss Charlottenburg. Setelah muter-muter selama 1 jam, dan setelah menyusuri jalan yang benar selama 30 menit, akhirnya sampai juga gwe di Schloss Charlottenburg.

Schloss Charlottenburg

Schloss Charlottenburg dulunya adalah tempat tinggal raja pada abad 17 dan merupakan istana terbesar di Berlin.  Pada saat PD II, istana ini sempat runtuh dan akhirnya dipugar sehingga sekarang dapat berdiri tegak seperti layaknya dulu dan bisa kita masuki. Biaya masuk ke istana ini adalah 7 euro dan jika mau foto-foto di dalam dikenai biaya tambahan 3 euro.  Sebenarnya memang mahal, tapi daripada setelah jalan 1,5 jam gwe tidak mendapatkan bukti apa-apa kalau pernah ke Schloss Charlottenburg, jadi lah gwe dengan rela merogoh kocek dan menghabiskan sebesar 10 euro.

Setelah dari Charlottenburg, gwe pun mengarah ke pusat kota untuk mencoba melihat bagaimana DDR museum. Sempat berhenti sebentar di zoo untuk makan (baru sadar kalau belum makan dari pagi, pdhl itu sudah jam 4 lebih) dan ganti bis. Untuk ke DDR museum, gwe sengaja turun di depan Berliner Dom untuk menikmati pemandangan melewati jembatan.  DDR museum ternyata terletak di bawah jalan tepat dipinggir sungai.  Awalnya gwe ragu apa lebih baik masuk atau tidak, karena tampaknya biasa saja. Tapi karena keburu sudah penasaran, jadilah gwe merogoh kocek sebesar 3 euro….dan ternyata tidak ada apa-apanya! Ck! Isinya cuma tentang kehidupan jerman di tahun 70an…deh, rugi dah!

That 70's car!

Setelah dari DDR, gwe pun sengaja jalan kaki menyusuri Nikolaiviertel,tempat dimana Berlin pertama kali berkembang..

Pelataran Fernsehturm,

dan keluar di Alexander Platz.

Ternyata lagi ada acara pembukaan October Fest!

Bingung juga sebenarnya mau ngapain di Alexander Platz. Tadinya mau nyari club jazz, tapi lupa tepatnya letaknya dimana. Setelah duduk-duduk sambil memperhatikan sekitar selama kurang lebih 1 jam, gwe pun pulang.  Ternyata, bis menuju rumah lebih gampang! Karena ternyata bis yang dipakai cuma 1 bis dan langsung mengantar gwe ke halte di dekat rumah. Nah, gak nyasar kan??? 😀

… to be continued.

[MyEuroTrip] Day 1 : Berlin’s Quick Tour

akhirnya, sampai juga di berlin setelah 2 jam jkt-s’pore, 1,5 jam transit di changi, 11 jam s’pore – frankfurt, 2 jam transit di frankfurt, dan 1  jam frankfurt – berlin. fewh!

Di berlin ternyata Dona di jemput sama mama papanya dan staff kedubes lainnya. Tepatnya, dijemput oleh bapak dubes dan istri beserta para staffnya. wew, berasa tamu negara. Kami pun langsung menuju wisma kedutaan untuk sekedar beristirahat sejenak.

Atas saran dari pak dubes, kami pun dilarang tidur agar tidak terbalik waktu tidurnya, dan disarankan untuk jalan-jalan keliling kota berlin.  Jadi lah,gwe dan dona memutuskan untuk berkeliling kota Berlin untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata pada umumnya. Dan perkenalkan lah guide kami hari itu, Mas Kamal!

Vielen dank, Herr Kamal..! 🙂

Tujuan pertama kami adalah Holocaust Monument. Tempat ini merupakan monumen untuk mengenang korban-korban holocaust zaman nazi dulu. Bentuknya seperti batu-batu kotak yang disusun sedemikan rupa sehingga membentu maze dan memiliki tinggi yang berbeda-beda. Sebenarnya disini ada kejadian bodoh yang sampai sekarang gwe sesalin…..i lost my jacket!….ck!

holocaust monument
brandenburger tor

Setelah dari holocaust monument, kami pun memutuskan untuk jalan kaki ke brandenburger tor yang memang sudah sangat dekat. Kalau aku tidak salah, brandenburger tor ini adalah gerbang yang memisahkan berlin barat dan berlin timur dulunya. Sekarang di daerah situ sudah dijadikan area bebas kendaraan bermotor sehingga hanya penuh dengan turis-turis, pejalan kaki, atau bahkan para penduduk yang bermain sepeda. Di kawasan brandenburger tor ini banyak berjajar kafe-kafe seperti starbuck, haagen dazs, dan lain-lain. Berhubung waktu itu gwe n dona gak puasa, kami pun memutuskan untuk membeli starbuck sementara mas Kamal mengambil mobil untuk menjemput kami (baik sekali…danke, mas!)

Continue reading “[MyEuroTrip] Day 1 : Berlin’s Quick Tour”