
Kalo saya mengingat nenek saya yang sudah meninggal, saya akan mengingat segala cerita-ceritanya tentang teman-temannya yang dari Belanda. Atau pun ungkapan-ungkapan dalam bahasa Belanda (yang saya lupa apa aja L ). Hanya ada satu ungkapan yang selalu saya ingat, “lekker!”. Yak, Lekker. Atau dalam bahasa indonesianya “Enak”. Nenek saya selalu menngucapkan ini kalo lagi makan masakan mama di rumah (emang mama kalo masak selalu enak sih!hehehe, subjektif sekali saya 😛 ). Atau memakan masakan Belanda yang membangkitkan kenangan-kenangan masa mudanya dulu. Apa saja ya makanan Belanda? Coba deh baca contoh-contoh dibawah ini, siapa tahu anda termasuk yang sering mengkonsumsinya tapi tidak tahu kalau itu adalah salah satu “penemuan” Belanda? 😀
Kalau dipikir-pikir, cukup banyak masakan belanda yang saya kenal dan termasuk sering saya makan. Well, paling tidak, sering terhidang di meja makan saya, terutama sebagai kudapan. Nenek saya dengan senang hati selalu memasakkan saya Panekuk. Kue ini seperti dadar tipis atau mungkin versi belandanya Pancake (lihat saja bahasanya, mirip-mirip lah ya…:P ). Tapi bedanya dengan pancake, Panekuk ini tipis sehingga bisa digulung dan diisi macam-macam. Karena keluarga saya pecinta coklat, nenek saya selalu membuat Panekuk dari bahan dasar coklat sehingga warnanya sendiri yang harusnya berwarna kuning, seperti pancake, menjadi warna coklat. Saya paling suka memakannya jika digulung dan diisi buah dan vla. Hmmm…segar!

sumber gambar klik disini
Belum lagi Bitterbalen. Kudapan berbentuk bulat dan diisikan daging ini pantas banget dijadikan kudapan sore. Klappertaart? Kalau sering ke Bandung pasti sering deh melihat beberapa tempat yang menjual kue ini. Kalau diartikan dari nama kuenya sih, Tart Kelapa, atau kue Kelapa. Makan selagi dingin. Aduuuh, segar banget. Belum lagi variasi dari mama yang membuat Klappertaart dengan perasan air pandan. Fuh, tidak sanggung nolak deh 😛 ! Oya, siapa sih yang tidak tahu Poffertjes? Makanan dengan bahan dasar seperti panekuk tapi dicetak bulat-bulat ini biasanya dimakan dengan taburan gula halus. Untuk makanan sore, sambil nonton acara gossip atau sambil bergosip sekalian, dijamin makin seru! Hehehe…


Satu lagi, siapa cobaaaa yang tidak kenal Kaastengel? Saya yakin, kue ini selalu terpajang di ruang tamu anda tiap lebaran. Kue kering yang terbuat dari keju, keju, dan keju ini memang sudah menjamur di masyarakat Indonesia. Saya sangat bersyukur karena mendapat resep turun-temurun dari oma saya. Oma dan mama saya selalu menekankan, jangan mengaku memasak Kaastengel kalau tidak memakai Mentega Wisman dan Keju Edam. Mentega wisman adalah mentega putih dan keju edam adalah keju yang biasa ditemukan di supermarket berbentuk bulat dan dibungkus dengan kertas merah (biasanya dijual utuh atau dipotong setengah hingga seperempat). Jadilah Kaastengel bikinan saya adalah Kaastengel yang sangat keju dan dijamin sekali makan tidak mungkin hanya satu batang Kaastengel, pasti lebih! 😀

Foto Bitterbalen, Klappertaart, dan Kaastengel adalah koleksi pribadi mama saya dan dapat dilihat disini
Menurut saya, kue-kue khas Belanda tidak terlalu membutuhkan keahlian khusus untuk membuatnya. Bahan-bahannya pun cenderung sama dan mudah didapatkan. Tapi, rasanya boleh diadu! Saya jadi sangat tertarik untuk melihat pengolahan makanan langsung di Belanda. Baik yang dibuat di rumah, di toko kue, ataupun pabrik-pabrik pengolahan makanan. Seru kali ya melihat langsung pengolahan keju edam atau melihat ibu-ibu Belanda bikin kue? Kalau seandainya Belanda dulu tidak datang ke Indonesia dan tidak membagi-bagikan resepnya ke kita, bisa-bisa sajian di meja saat lebaran berkurang? hehehe…
Anda sendiri bagaimana? Makanan Belanda apa yang paling anda sukai?
PS : Mau resep? tuliskan saja resep yang anda inginkan di bagian komen, lalu akan saya kirimkan resep via e-mail anda 🙂
