Traveling bersama (nebeng) keluarga diplomatik

Atau bisa disebut dengan nebeng.

Sewaktu saya traveling ke Jerman sekitar 3 tahun yang lalu (ya ampun, sudah selama itu?!). Seperti yang waktu itu pernah saya ceritakan di sini, saya ikut ke Berlin atas ajakan Dona, teman kosan saya yang juga anak duta besar Jerman saat itu, Eddy Pratomo.  Berhubung saya berangkat bareng dengan Dona, semua fasilitas untuk dia, ya saya rasakan juga. Lebih-lebih sewaktu pulangnya, om Eddy juga ikut pulang bareng dengan kami. Wah, makin mantab lah itu perjalanan.

Traveling dengan salah satu keluarga duta besar artinya gak usah mikir bawaan bahkan gak perlu pusing mikirin letak terminal karena pasti sudah diarahkan atau selalu ada iring2an staff kedutaan yang mengawal.  Sewaktu dari Jakarta, saya juga tidak perlu ke ruang tunggu penumpang biasa, karena saya dan Dona menunggu di ruangan yang bentuknya seperti ruang tamu khusus imigrasi.  Orang tua saya yang waktu itu mengantar juga dipersilakan saja masuk ke ruang tunggu itu meskipun letaknya ada di dalam padahal mereka tidak memiliki tiket.  Urusan imigrasi diurusin, tiba-tiba paspor saya juga sudah ada capnya bahkan saya tidak perlu bayar airport tax! Bahkan, ketika saya dan Dona harus transit di Frankfurt, kami dijemput oleh staff kedutaan yang mengantarkan kami ke ruang tunggu untuk penerbangan ke Berlin, bahkan sempat dibelikan coklat panas…hihihih…

Continue reading “Traveling bersama (nebeng) keluarga diplomatik”

[How To] Get a Schengen Visa pt.2

Di post gwe sebelumya yang ini , gwe sempat menyebutkan kalau gwe gak perlu ke kantor kedutaan untuk mengurus pemohonan visa gwe.  Setelah sekitar 4 hari menunggu, tiba2 gwe dapat kabar dari Dona kalau gwe harus ke kedutaan sendiri.  Ternyata, mau bagaimana pun juga, pemegang paspor hijau harus datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan.  Beda dengan passport diplomat berwarna hitam milik dona yang memang tidak apa2 diwakilkan.  Bahkan ketika dona bertanya tentang pengurusan permohonan visa, orang kedutaannya justru dengan ketus bertanya mengapa Dona sendiri yang mengurus visanya padahal ia memegang passport diplomat.  Karena selama ini biasanya para diplomat2 itu tentu diurusin sama orang deplu.

Jadilah, jumat pagi gwe pun mengunjungi kantor kedutaan besar Jerman yang beralamat di Jalan MH.Thamrin no.1 (tepat disebelahnya Hotel Oriental Mandarin).  Berhubung orang deplu yang akan membawa berkas-berkas gwe kesiangan, gwe pun menunggu di mobil hingga hampir 2 jam. Wuih, cobaan cukup berat sudah langsung menghampiri.

hint : bagi yang mau datang ke kedutaan jerman, karena tidak diperbolehkan parkir di kedutaan (ya, iya lah), kita harus mencari tempat lain untuk memarkir mobil kita (bagi teman2 yang emang bawa mobil).  Karena kedutaan jerman terletak dekat dengan bunderan HI, tentu banyak lahan parkir yang disediakan.  Tapi menurut gw tempat paling enak untuk ‘numpang’ parkir adalah di parkiran Hotel Mandarin Oriental. Parkir lah di gedung parkir lantai 1. Disitu ada jalur yang mengarah ke hotel dan juga ke pintu keluar hotel yang di jalan MH.Thamrin.  Voila! Keluar dari pintu tersebut, kantor kedutaan ada di samping kiri anda!

 

Sekitar pukul 9, akhirnya gwe pun menemui Pak Musa, orang deplu yang membawa berkas gwe.  Hal pertama yang perlu dilakukan adalah, mengantri! Antri lah di depan gerbang untuk diperiksa passportnya oleh Satpam. Oya, di Satpam ini kalian juga bisa meminta formulir permohonan Visa kalau kalian belum sempat membawanya dari rumah.

Hal kedua yang perlu dilakukan, mengantri! Kali ini kalian harus mengantri untuk melewati bagian keamanan. Matikan HP yang kalian bawa, taruh di dalam keranjang. Taruh tas di atas meja untuk diperiksa oleh satpam. Jika lolos, anda bisa masuk melewati alat pemindai badan.  Setelah itu, ambil tas kalian, tapi jangan ambil HP kalian! Semua kantor kedutaan (yang gwe tau) melarang pengunjung untuk membawa HP. Tapi tenang, HP kalian akan dititipkan di dalam safe deposit box dan kalian akan diberikan kalung yang digantungkan kunci box tersebut dan ID card pengunjung.  Selain itu kalian juga akan mendapat nomor antrian (means, another queuing to do 😛 )

Hal ketiga, mengantri lagi (oh, jangan dulu mulai bosan..ini belum seberapa). Kali ini, kalian mengantri untuk melewati bagian pemeriksaan kelengkapan berkas. Di sini bakal di cek satu- satu berkas-berkas yang kalian bawa dan kalian akan ditanya beberapa pertanyaan mendasar, seperti tinggal di mana nanti di sana, pergi dalam rangka apa, dan sebagainya.

Di sini saya mendapat sedikit kesialan.  ternyata ukuran foto untuk visa gwe salah! ukurannya sudah benar, 3,5×4,5. Tapi sayang, tidak biometrik! yang dimaksud dengan biometrik adalah 80% dari foto itu adalah wajah kita. Jadilah gwe terpaksa keluar dan pergi ke Sabang untuk mengambil foto lagi.  Tapi jangan terlalu khawatir, begitu kalian sudah membawa kelengkapan berkasnya lagi, kalian bisa langsung naik ke lantai dua untuk mengikuti proses selanjutnya, jadi tidak perlu mengantri lagi di bagian pemeriksaan kelengkapan berkas yang pertama.

find out more what to do

[How To] Get a Schengen Visa!

Mau ke luar negeri? udah pasti butuh visa. Tiap negara punya aturan sendiri mengenai cara-cara mendapatkan visa atau izin masuk ke negaranya. Dan ada yang ketat banget, ada yang agak santai, tergantung sensi2an negaranya sama negara asal kali yaa..hahaha! Sejauh ini, visa tersulit di dapat atau yg sering dikhawatirkan oleh orang Indonesia setau gwe adalah Visa ke USA. Semoga saja segalanya lancar untuk mendapatkan visa schengen nanti.

Oya, sebelum gwe jelasin apa aja yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan pembuata visa, gwe jelasin dulu, visa ke negara mana kah visa schengen ituu???

Visa Schengen adalah visa yang memperbolehkan kita memasuki negara-negara tertentu tanpa batasan n tanpa perlu urusan formalitas lainnya. Bagi kalian yang mau Backpacker keliling Eropa, disarankan untuk memanfaatkan visa ini. Karena gak sembarang negara, dengan visa ini kita bisa berpergian langsung ke 20 negara lebih di daratan eropa!! nih, list2 negara Schengen…

List negara-negara Schengen

Tapi hati-hati, gak semua negara eropa termasuk dalam negara schengen.  Seperti gambar di atas, United Kingdom, Ireland, Romania, dan Bulgaria tidak termasuk negara schengen. Jadi visanya beda lagi……

Nah, berhubung gwe mau ke Jerman, dan berencana untuk mencicipi beberapa negara sekitarnya, maka itu lah gwe pun mengajukan permohonan visa Schengen!

Continue reading “[How To] Get a Schengen Visa!”