[Short review] Reading: Harry Potter and the Cursed Child – Parts One and Two (Special Rehearsal Edition) by J.K. Rowling

As a fanboy of Jo, at the time i started this book after reading (very) bad reviews about it, i kept telling my self; open your mind, it’s a script book which is different from the others, and nothing can make Jo failed you.

Well, She failed me.

I’m really sure she just took a super tiny lil part writing this book, because everything just don’t make sense.

1. It’s only -literally only- about Albus and Scorpius. If you’re looking for other 2nd gen characters, not a chance. Not even Teddy Lupin!

2. The dialogue -all of it- is rubbish. Feels like reading a middle school play scripts made by lamest fans ever who maybe got a lil bit excitement in LGBT. I mean, boys friendship should be like Ron-Harry….not like, well…

3. The twist. Puhleaaaseeee reallly?!?! Voldemort the dark lord did that???? Seriously Jo, you just made one of the best villain ever as low as a drug dealer gangsta!

4. If one of your reason to love Jo is because how she creates some unique names….let’s rethink about it.

See??all the reasons why i hate this book…i don’t think Jo even touch 10% of it.

I finally found my worst Harry Potter series.

From Paris With Love and The Lightning Thief

Jangan tertipu dengan judulnya, karena meski keluar dekat2 valentine, film ini bukanlah film romantis.  Ya, meskipun punya unsur “Paris” dan “I love you”, film ini bertemakan action-comedy.  Ada sedikit deh romance, dikiiit banget!

Film ini dimainkan oleh John Travolta dan Jonathan Rhys Myers. Intinya, mereka berdua jadi agen yang harus menyelematkan delegasi USA untuk KTT dari serangan para teroris.  John Travolta berperan sebagai Charlie Wax, agen senior yang mempunya gaya slengean dan semena-mena (khas bad boy will smith dsb).  Sementara Rhys Myers berperan sebagai seorang asisten kedutaan besar yang baru ditugaskan sebagai agen operasional untuk membantu Charile Wax.

Secara keseluruhan, singkat kata, film ini sangat typical action movie ala holywood pada tahun 90an.  Bisa dibilang adegan tembak2an ato kelahi john travolta mengingatkan kita aksinya di Face/off bersama nicolas cage.  Aksi2 yang disugukan pun sejenis film2 seperti die hard, con air, face/off dan lainnya.  Mulai dari ledakan, tembak2an sambil loncat sana loncat sini, Kebut2an di jalan tol ataupun jalan raya tengah kota, perkelahian tak sebanding seperti 2 lawan buanyak orang dmana sang jagoan harus bertindak cepat dan tepat untuk ngalahin musuh2nya.  Yak, kira2 seperti itu.  Tapi, bukan berarti jelek.  Walaupun klasik, klise, ataupun tipikal, film ini cukup menghibur.  Joke2 segar dan adegan2 lucu banyak menghiasi film ini.  Kalau anda benar2 kangen sama film2 action berjenis film2 yang saya sebutkan di atas, ditanggung pasti sangat suka dengan film ini.  Well,at least, you will be entertained and satisfied.

***

Satu lagi film yang diangkat dari novel fantasy, Percy Jackson and the olympians : The Lightning Thief.  Film ini diangkat dari novel berjudul sama karangan Rick Riordan.  Film ini sering dibanding-bandingkan dengan Harry Potter.  Mungkin karena sama2 disutradarai oleh Chris Columbus untuk tayangan perdana di layar lebar.  Mungkin karena tokoh utama sama2 berjumlah 3 dengan komposisi 1 cowok berbakat, 1 cowok konyol, dan 1 cewek pintar.  Mungkin karena tokoh utama awalnya sama2 tidak tau kekuatan yang dia miliki.  Mungkin karena tokoh utama sama2 belajar di suatu tempat khusus yang sesuai dengan “kaum”nya.  Atau mungkin karena sama2 berunsur fantasy dan banyak sentuhan2 magis lengkap dengan makhluk2 dongen.

Ya, kalian bisa menemukan semua hal tersebut di film ini.  Tapi kalian tentu tidak mungkin menemukan iPod atau PlayStation di film Harry Potter atau lagu2 bertemakan pop seperti Lady Gaga’s Poker Face atau Kesha’s Tik Tok sebagai soundtrack di film Lord Of The Rings atau Narnia.  Yap, yap, film ini melakukan pendekatan modern dan sangat memperlihatkan kehidupan sehari-hari.  Kan lucu juga kalo seorang demigod (setengah dewa setengah manusia) bisa mengalahkan Medusa dengan bantuan iPod. Hehehe…

Film ini cukup unik n menarik.  Anak-anak lebih cocok menonton Percy Jackson daripada Harry Potter sebenernya.  Karena sentuhan fantasy yang dipadukan dengan kehidupan sehari-hari memang terasa aneh di awal (apalagi logat pemeran disini tidak menggunakan logat inggris, dmana film sejenis biasanya menggunakan logat tersebut).  Tapi, pendekatan unik seperti ini justru lama2 lucu juga. Misalnya nih, mencari permata gaib salah satunya di kota Las Vegas, lengkap dengan lampu2 yang gemerlap dan casino.  Jalan masuk neraka adalah di bukit Hollywood, LA, tepat di bawah salah satu huruf2 tersebut.  Atau, peperangan terakhir dengan si pencuri tongkat petir dilakukan di Empire state Building, NYC.  Atau, sepatu yang bisa terbang yang muncul di film sebenarnya bermerekan Converse (ada lambang bintangnya). dan gak lupa iPod andalan tentu saja! hehehehe..lucu kan??Tapi, tetap saya acungkan jempol untuk Chris columbus yang selalu berhasil merealisasikan makhluk2 dan dunia2 fantasy sejak debutnya di Harry Potter 1 & 2.  Sangat gak salah memilih Chris Columbus sebagai sutradara yang membuka pintu masuk ke dunia fantasi yang belum kita kenal.Well,after all, menghibur lah.  Jauh lebih menghibur dibanding Twilight Saga menurut gwe *no offense for you, girls and gays! 😉 *

Harry Potter and The Half-Blood Prince

Udah gak tau mau komen apalagi untuk nunjukkin kekecewaan tiap nonton Harry Potter. Dan film terbaru ini yang paling mengecewakan sepanjang sejarah! bayangkan, saking kecewanya, gwe gak nyesel untuk keluar dari bioskop sebentar untuk ke kamar kecil.

Gak ada visualisasi latihan appearate and dissappearate. Padahal disini Harry n temen2 seangkatannya mulai bisa pindah tempat dala sekejap.

Tempat ciuman pertama dengan Ginny yang sangaat jauh berbeda. Harry n Ginny ciuman di Room of Requierement saat Ginny membantu Harry untuk nyembunyiin buku Half Blood Prince. Haaah..jelas2 Harry nyembunyiin bukunya sendirian n buru-buru karena ditunggu Snape.

Harry harusnya gak bisa gerak saat Dumbledore mati. Bukannya sembunyi dibawah lantai tempat kejadian terjadi.  Harry sengaja disembunyiin Dumbledore kalo gak salah.

Kenapa saat gak Dumbledore mati, Hogwarts sama sekali gk ada perang???harusnya ada perang dikastil!dan saat itu salah satu kakak Ron, Bill, terkena gigitan Fenrir Greyback sehingga mukanya ancur padahal dia mau nikah sama Fleur Delacour. (eh, gwe ko gak ngrasa ngeliat fleur ya difilm ini??)

Gak ada pemakaman sakral Dumbledore!!gmana bisa gk diliatin pemakaman seorang penyihir paling tersohor di dunia sihir??

Karena gwe nonton di Palembang dan kualitas bioskopnya diragukan, gwe merasa ada beberapa adegan yang kepotong.  Ada perasaan filmnya kepotong deh. Kayak, gwe gak liat saat Harry dapat OWL n pengumuman dia jadi kapten quidditch. dan gwe gak inget kalo ada penjelasan tentang Infary (mayat yang dibuat hidup lagi dengan sihir jahat) padahal Harry n Dumbledore diserang Infary waktu di gua tempat Horcrux disimpan.

Dan yang bikin gwe bete..satu studio tempat gwe nonton, kayaknya gak ada yang baca bukunya deh!huuhh..terlalu polos semuaa..sebeelll…!!!

Belum selese kekecewaan, gwe udah denger kalo di HP7 ntar Dumbledore mau dibuat jadi gay!whaaaat??!?!?!?!