Last few days : Garten dem Welt / Taman Dunia

Sepulangnya dari Brussels, gwe gak terlalu banyak jalan-jalan. Hanya dihabiskan dengan membeli oleh-oleh dan mendatangi salah satu target jalan-jalan gwe, Garten dem Welt.

Garten dem Welt atau Taman Dunia adalah salah satu taman di kota Berlin yang menyuguhkan kita berbagai macam jenis taman di dunia. Garten dem Welt ini terletak di daerah Marzahn yang bisa dibilang sangat jauuuh dari Wisma. Tapi berkat berdiskusi dengan Mas Jaya di dapur di hadapan hamparan peta S+U bahn, gwe cukup menggunakan 2x S-Bahn dan 1x bus. Naik S1 sampai Friedrichstrasse, melanjutkan dengan S7 langsung ke Marzahn. Lalu tinggal naik Bus yang mengarah ke Garten dem Welt.Lumayan juga, menghabiskan hampir 1 jam perjalanan.

Masuk ke Garten dem Welt hanya perlu membayar 3 euro. Begitu masuk yang kita lihat hanyalah hamparan padang rumput yang sangat luas, pohon-pohon yang berjajar rapi, jalan-jalan kecil yang menghubungkan taman satu dengan taman lainnya, dan peta yang menunjukkan letak-letak taman yang ada.

Taman terdekat dengan pintu masuk adalah Orientalischer Garten. Kupikir, karena mengandung unsur oriental, akan terlihat seperti asia timur. Tapi, ko lebih ke arah timur tengah gitu ya??

This is what it looks like! 😉

Taman-taman disini dilengkapi dengan bangunan yang melambangkan negara atau daerah asal taman tersebut.

Nah, kaya di persia gitu yak?

Keluar dari Orientalischer Garten, gwe pun memutuskan untuk menyusuri jalur terjauh untuk menuju taman berikutnya. Niatnya sih untuk melihat-lihat tamannya sendiri bagaimana. Tapi ternyata yang ada hanyalah bentangan rumput dan bunga-bungaan yang kurang terurus, kursi-kursi, dan beberapa cafe.

Gerten dem Welt itself. Pemandangan seperti ini lah yang mengantarkan kita dari satu jenis taman ke jenis taman lainnya

Setelah menyusuri taman sambil meraba-raba letak jenis taman lainnya (sengaja gak mau liat peta meski udah moto petanya 😀 ), gwe pun berhasil menemukan Chinesischer Garten atau Taman Cina. Taman ini termasuk besar dan dilengkapi dengan danau buatan! keren!

Entah kenapa ko gwe matching disitu. hahahah!

Dari Cina, gwe pun jalan kaki ke kawasan Jepang dan Korea. (haha, seandainya bisa beneran jalan kaki ke 3 negara itu! 😛 )

Japanischer Garten.

Dipinggir taman ini diberikan tempat duduk dan bunyi gemericik air dari sungai buatan…menenangkan yah!Sayang taman jepang termasuk kecil dan tidak ada bangunan yang benar-benar khas Jepang seperti di Cina sebelumnya. Nah, kalau ini taman Korea atau Koreanischer Garten

Justru gak ada bunganya! ahahaha...benar-benar cuma bangunan istana Korea saja! 😐

Nah, alasan utama yang membuat gwe ngotot untuk pergi ke Garten dem Welt adalaaahh..Balinischer Garten! Yaap, taman Bali! Karena memiliki tanaman-tanaman yang hanya bisa tumbuh di daerah tropis, taman ini pun terletak dalam ruangan khusus yang diatur kelembaban dan suhunya sehingga seperti daerah tropis!Apalagi setelah gwe tau kalau arsitek yang merancang bangunan di taman ini adalah istrinya mas Jaya! waaahh..!

Lengkap dengan Pura, Anggrek, dan pohon Pisang hias. Mendadak berasa pulang kampung 😀

Tapi perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak cukup bikin gwe sesak nafas juga. Rasanya mendadak lembab dan gak enak untuk berlama-lama didalam. Lensa kamera pun segera mengembun. Sayang, karena kelembaban yang sangat berbeda, tidak ada satu pun bule-bule yang mau duduk-duduk di dalam untuk menikmati taman ini 😦

Keluar dari Balinischer Garten, gwe baru nyadar kalau ada satu jenis taman yang belum gwe kunjungi. Tapi karena letaknya benar-benar jauuh dan ntah kenapa gwe sudah sangat-sangat ngantuk, jadilah gwe memutuskan untuk pulang.

Ada yang lucu juga dari perjalanan gwe ini. Dasar yang namanya taman, yang gwe temui selama gwe jalan-jalan sendiri adalah pasangan-pasangan…..tapi sudah tua! ehehehe..banyak sekali manula yang menghabiskan waktu disini. Sekedar duduk-duduk, jalan-jalan, ditemani anak dan cucunya, dan sebagainya. Kupikir, yah, mungkin karena taman disini memang luas, disediakan tempat bersantai-santai, dan banyak jenis taman sehingga gak bosan. Tapi, setelah gwe perhatikan lagi, ternyata yang namanya daerah Marzahn tempat Garten dem Welt berada banyak berisi dengan manula! sejak di bis, stasiun S+bahn, hingga satu-satunya pertokoan yang ada disitu, isinya orang tua semua…:D

Nah, begitulah….saking capek dan ngantuknya dan perjalanan pulang yang sangat panjang, begitu sampai di wisma pun gwe langsung terkapar! 😀

…..to be continued.

Day 11 : another Palace, Germany’s Windmill, and September’s October Fest

Jalan-jalan sendiri tahap kedua. Tujuan hari ini adalah : Park Sanssouci – Wannsee – October Fest at Alexander Platz

Karena Park Sanssouci sangat luas dan pastinya menghabiskan banyak waktu di sana, gwe pun memutuskan untuk ke sana terlebih dahulu sebelum ke wannsee. Dua tempat itu memang searah, sehingga memang mudah untuk dijadikan satu tujuan.

Menuju Park Sanssouci sebenarnya cukup mudah jika dari wisma. Tinggal naik S1 arah ke Wannsee / Zehlendorf dan melanjutkan dengan S7 di wannsee (di antara itu ada tempat dimana kita harus mengganti kereta S1 kita, tapi gwe lupa tepatnya dimana, waktu itu aja untung dengar dari pengeras suara ). Dan S7 ini lah yang akan mengantar kita ke Potsdam Hbf. You know what?? I just realized that I went to different city when I just arrieved at Potsdam Hbf. Ahahaha! Turun dari kereta, dengan PDnya lagi, gwe pun melangkah keluar dari stasiun dan menunggu di Halte. Setelah menunggu sekitar 10 menit, gwe baru nyadar kalau Halte itu terlalu sepi untuk tujuan ke Park Sanssouci. Stelah gwe cek lagi, benar saja, halte tersebut tidak dilewati oleh bis yang mengarah ke tujuan gwe! Hahahay….Setelah gwe tanya dengan petugas informasi turis (yg harusnya gwe lakukan sejak awal), ternyata harusnya tadi gwe belok kiri, bukannya belok kanan untuk mengarah ke halte yang benar. Gak nyasar koo..cuma salah arah! 😛

Just a peek to know how Potsdam city looks like

Menuju Park Sanssouci, gwe pun melewati kota Potsdam terlebih dulu. Untunglah tempat duduk di bis gwe pas di samping jendela, jadi gwe pun bisa menikmati pemandangan yang….ehm, tidak ada apa-apanya! Ck! Ternyata kota Potsdam sama sekali minim tempat lihat-lihat. Bangunannya memang seperti bangunan kuno, banyak café-café dipinggir jalan, dan beberapa gedung (yang tampaknya) bersejarah. Selebihnya? Ya tinggal Park sanssouci itu saja.

Sesampainya di sanssouci, gwe pun disambut dengan…windmill!

Gak perlu jauh-jauh ke amsterdam rupanya 😀

Dan Schloss Sanssouci tentunya…

Another Schloss 😀

Dengan pemandangan dari istana yang seperti ini…ini lah Park Sanssouci

Sebagian super kecil dari Park Sanssouci

Istana pun terlihat sangat megah dilihat dari Park Sanssouci

Awesome, isn't it?

Ternyata Parknya sangat-sangat luas! Sebenarnya terlihat seperti hutan jika dilihat dari atas, tapi saat menyusurinya, kita pun seperti masuk ke dalam maze raksasa. Bedanya, kalau di maze kita berusaha mencari jalan keluar, di sini kita berasa semakin ingin masuk ke dalamnya. Karena tiap jalan yang kita ambil bisa mengantar kita ke tempat-tempat yang menarik! Sebenarnya, butuh sepeda atau waktu yang sangat panjang untuk mengeksplor semua yang ada di Park Sanssouci, karena selain windmill dan istana, ada juga bangunan-bangunan bersejarah lainnya. Tapi karena keterbatasan waktu, gwe pun memutuskan untuk naik ke dalam Windmill!

Puas dari Sanssouci, gwe pun melanjutkan perjalanan ke Wannsee. Tentunya perjalanan lebih mudah karena tinggal naik kereta yang sama dengan perginya tapi balik arah. Turun di stasiun Wannsee, dan tinggal melanjutkan naik bis yang memang jalurnya berputar dan balik lagi ke stasiun awal, jadi tidak kan nyasar salah arah! 😀

Gwe memutuskan untuk ke Grosse Wannsee dengan pemikiran, sekalian saja ngeliat yang besar! Tapi begitu sampai, ehm…..ko tidak menarik ya?? Kaya di Marina Bontang aja deh. Sebenarnya, cara menikmati Wannsee adalah dengan berpesiar dengan kapal dan menyebrang ke pulau merak. Bah, no time for that…Padahal penasaran juga gwe dengan pulau merak.

Tapi memang termasuk tempat yang menarik untuk merenung 🙂

Di wannsee gwe tidak terlalu menghabiskan banyak waktu karena memang berniat melanjutkan perjalanan ke Alexander Platz untuk melihat October’s Fest yang katanya sedang diadakan di sana. Lah, masih bulan September kenapa bisa ada October’s Fest coba?? Karena October’s fest termasuk ciri khas jerman, gwe pun rela menempuh perjalanan yang bisa dibilang dari ujung ke ujung dengan bus menuju Alexander Platz. Gwe memang sengaja memilih menggunakan bus karena selain bisa melihat-lihat kota, cukup 1 bus saja yang perlu gwe naiki 😀

Ternyata October’s festnya diadakan di dalam tenda yang dibangun di tengah-tengah Alexander platz. Tampaknya yang diadakan waktu itu hanya lah pre-eventnya, karena berbeda dengan yang selama ini gwe tau. Gak ada cewek-cewek dengan pakaian tradisional jerman. Adanya cowok-cowok dengan pakaian tradisional jerman…halah! Tapi memang benar, ternyata ini adalah pre eventnya..tapi apa bedanya coba??orang gelas birnya sama-sama besar!

October Fest 's Pre Event

….to be continued

Day 10 – “Gak nyasar ko, Cuma salah arah!”

Berhubung si Dona hari itu gak mau ikutan jalan, dan gwe merasa rugi kalau tidak menghabiskan waktu dengan jalan-jalan sementara waktu pulang makin mendekat, jadilah gwe memutuskan untuk jalan-jalan…sendiri! Dengan hanya bermodal peta S+U bahn dan nekat, gwe pun melangkah dengan PDnya keluar rumah tanpa tahu apa yang bakal gwe hadapi kedepannya.

Tujuan gwe hari itu adalah : Schloss Charlottenburg – DDR Museum – Alexander Platz

Pertama, Schloss Charlottenburg. Ehm…..gak nyasar ko, Cuma salah arah aja. Haha! Jadi, tampaknya saya turun di stasiun yang salah dan dengan bodohnya baru sadar kalau gwe membutuhkan peta. Lucunya, sebelum membeli peta kota, gw tetep aja dengan PDnya melangkah semau gwe. Hingga akhirnya gwe menemukan toko yang menjual peta kota Berlin. Dan ternyata gwe salah arah…justru dengan suka relanya gwe menjauhi Schloss Charlottenburg. Setelah muter-muter selama 1 jam, dan setelah menyusuri jalan yang benar selama 30 menit, akhirnya sampai juga gwe di Schloss Charlottenburg.

Schloss Charlottenburg

Schloss Charlottenburg dulunya adalah tempat tinggal raja pada abad 17 dan merupakan istana terbesar di Berlin.  Pada saat PD II, istana ini sempat runtuh dan akhirnya dipugar sehingga sekarang dapat berdiri tegak seperti layaknya dulu dan bisa kita masuki. Biaya masuk ke istana ini adalah 7 euro dan jika mau foto-foto di dalam dikenai biaya tambahan 3 euro.  Sebenarnya memang mahal, tapi daripada setelah jalan 1,5 jam gwe tidak mendapatkan bukti apa-apa kalau pernah ke Schloss Charlottenburg, jadi lah gwe dengan rela merogoh kocek dan menghabiskan sebesar 10 euro.

Setelah dari Charlottenburg, gwe pun mengarah ke pusat kota untuk mencoba melihat bagaimana DDR museum. Sempat berhenti sebentar di zoo untuk makan (baru sadar kalau belum makan dari pagi, pdhl itu sudah jam 4 lebih) dan ganti bis. Untuk ke DDR museum, gwe sengaja turun di depan Berliner Dom untuk menikmati pemandangan melewati jembatan.  DDR museum ternyata terletak di bawah jalan tepat dipinggir sungai.  Awalnya gwe ragu apa lebih baik masuk atau tidak, karena tampaknya biasa saja. Tapi karena keburu sudah penasaran, jadilah gwe merogoh kocek sebesar 3 euro….dan ternyata tidak ada apa-apanya! Ck! Isinya cuma tentang kehidupan jerman di tahun 70an…deh, rugi dah!

That 70's car!

Setelah dari DDR, gwe pun sengaja jalan kaki menyusuri Nikolaiviertel,tempat dimana Berlin pertama kali berkembang..

Pelataran Fernsehturm,

dan keluar di Alexander Platz.

Ternyata lagi ada acara pembukaan October Fest!

Bingung juga sebenarnya mau ngapain di Alexander Platz. Tadinya mau nyari club jazz, tapi lupa tepatnya letaknya dimana. Setelah duduk-duduk sambil memperhatikan sekitar selama kurang lebih 1 jam, gwe pun pulang.  Ternyata, bis menuju rumah lebih gampang! Karena ternyata bis yang dipakai cuma 1 bis dan langsung mengantar gwe ke halte di dekat rumah. Nah, gak nyasar kan??? 😀

… to be continued.

Day 9 : Ancient Rome & Greek, Pharaoh, and Mummys

Hari ke-9!!

Altes Museum, one of the museum at the Museuminsel

Gwe kali ini ngotot pengen masuk ke museuminsel. Sebuah kawasan museum yang terdiri dari gabungan-gabungan salah satu museum besar di dunia. Museum yang paling terkenal dari kawasan museum ini adalah Altes Museum (old museum) dan Neues Museum (Old Museum). Hari itu gwe dan dona pun berencana masuk ke 2 museum tersebut. dan sayang sekali mas kamal yang sebenernya juga pengen banget masuk gk bisa ikutan karena punya tugas dari pak dubes. Wie schade, mas! :))

Kami cukup membayar 7 euro untuk masing-masing orang dan mendapatkan tiket terusan untuk seluruh museum yang ada disitu. Sayang, kami berangkatnya udah siang, sehingga memang gak cukup waktunya untuk memasuki semua museum. Untung 2 museum utama tersebut berhasil kita masuki.

Inside the Altes Museum

Memasuki altes museum, kita akan disambut dengan ruangan oval dimana terletak patung-patung dewa yunani yang seolah-olah sedang berkumpul untuk membahas sesuatu.  Di Altes Museum sini, kita bisa melihat peradaban romawi dan yunani kuno. Mulai dari kehidupan sehari-harinya, sampai ke para raja-rajanya.  Mulai dari benda sehari-hari yang digunakan sampai sarkofagus berukir sangat indah sebagai peti mati. Gak habis pikir, hanya untuk orang mati saja peti matinya benar-benar terukir indah dan memiliki cerita.  Bagian terkocak, ada satu ruangan yang disebut dengan ruangan cinta. Dan isinya adalah benda-benda seni yang menampilkan adegan bersetubuh dengan aneka gaya 😀 Uniknya, banyak gwe jumpai gambar-gambar adegan seks sesama jenis, khususnya pria sama pria. Halah!

Setelah puas di Altes museum, kami pun menyusuri gerimis ke Neues Museum. Untuk masuk ke Neues museum ini pengunjung yang sudah memiliki tiket untuk semua museum, diharuskan meminta tiket khusus untuk masuk ke neues museum. Di museum yang satu ini, pengunjung dibatasi hanya boleh berada di dalam selama 1,5 jam.  Mungkin karena termasuk museum baru di kawasan sini dan pengunjung pun masih sangat ramai.  Sebagai tambahan, Neues Museum memberikan fasilitas headphone yang bisa kita pakai untuk mendengarkan penjelasan mengenai barang-barang yang ada.

Di Neues Museum kita bisa melihat peradaban mesir kuno. Disini lebih diperlihatkan patung raja-raja mesir,

Listening to the explanation of the King’s statue

batu-batu besar yang digunakan sebagai dinding dulunya dan diukir tulisan-tulisan mesir kuno (gambar-gambar seperti yang biasa ditunjukkan di film),

Bisa baca tulisan yang ada di belakang dona??kaya di film Mummy Return deh 😛

dan tentu saja yang paling ramai dikunjungi orang, peti mummy!

Hmm..muminya sebesar apa ya??

Gwe bingung, kenapa sih peti mati zaman dulu harus seukuran raksasa? Apa mungkin memang manusia zaman dulu seukuran segitu? Mungkin, untuk ukuran tinggi sudah pas, tapi peti mati yang gwe liat benar-benar besar dan dalam. Kaya bak mandi gitu…Dan gwe pun melihat mumi bayi…hii!

Setelah puas dari neues museum, sambil menunggu waktu, kami pun memasuki National Gallery. Seperti halnya national gallery pada umumnya, di sini kita dapat melihat lukisan-lukisan. Tapi tampaknya yang dipajang disini adalah lukisan karya-karya pelukis terkenal Jerman. Sebenarnya gwe kurang suka dengan lukisan-lukisan, tapi karena disini juga dikasi headphone untuk mendengarkan penjelasan beberapa lukisan, gwe pun cukup menikmati memandangi lukisan sambil mendengarkan maksud dari lukisan tersebut.

National Galery, dalam kawasan Museuminsel

Sekitar pukul 5, gwe dan dona pun dijemput mas kamal (sayang sekali mas kamal gk bisa ikut masuk ke museum, padahal dia juga pengen 😛 ), dan melanjutkan perjalanan ke kaarstadt, ku’damm karena dona n mas kamal mau nyari parfum…weleh!

…..to be continued

Day 8 : Sealife dan “coklat warna-warni”

Memasuki minggu kedua, hari ke-8!

Setelah secara tidak sadar dona menemukan brosur iklan mengenai Sealife, kami pun jadi tertarik. Sealife itu apa sih??Sebenarnya sealife itu sama saja seperti seaworld…tapi karena diiming-imingin aquadom –aquarium besar setinggi 25 meter, diameter 12 meter, dengan berisikan 1milliar liter air dan 1500 ikan — kami pun jadi sangat tertarik. Secara tidak sengaja pula, gwe melihat tiket madam tussauds yang kebetulan belum dibuang dan disitu ternyata bertuliskan potongan harga 5 euro untuk sealife. wahaaa..asik!

Mereka ini begini sambil nempel2 di kaca. ngapaiin lah..

Dari luar, sealife ini kesannya kecil sekali. Tapi ternyata di dalam banyak juga akuarium dan ikan-ikan yang dijadikan atraksi.  Modelnya memang seperti madam tussauds yang sengaja dibuat berliku biar kesannya besar. Yang membuat unik adalah bentuk-bentuk akuariumnya. Ada yang cembung, sehingga kalau ikan berenang mendekat dia bisa terlihat sangat besar dan kalau dari jauh seolah-olah dia berenang keluar menembus kaca. Ada juga yang cekung, sehingga justru kitalah yang terlihat masuk ke dalam air.  Ada juga yang dibuat melingkar, melintas di atas kepala kita, tiba-tiba bisa mengeluarkan ombak, yang sangat dalam hingga sekitar 10 meter, sampai yang sangat dangkal dan membuat kita bisa menyentuh bintang laut.

Atraksi terbaru di Sealife berlin adalah seadragon, atau naga laut. Mirip dengan seahorse, bedanya memang bentuknya sangat mirip naga dan badannya seperti rumput laut.

the seadragon!

…dan tentu saja yang paling menarik, Aquadom!

Aquadom ini aquarium yang sengaja dibentuk seperti lift, sehingga saat naik kita bisa melihat ribuan ikan berenang mengitari kita. Sesuai kata-kata di brosur, “Fancy diving beneath the sea without getting wet”. Ikannya macam-macam. mulai dari yang kecil-kecil kaya di akuarium kamar gwe, yang nginclong, yang mukanya suram, sampai yang berenang secara bergerombol. Lift berjalan cukup lama tapi bisa dibilang cukup sehingga tidak membosankan dan kita pun puas merhatiin ikan-ikan yang berenang di sekeliling kita.

Dona at the aquadom

Setelah dari aquadom, kami pun…nongkrong di cafe! haha, kayaknya kalau pergi bareng dona dan mas kamal selalu berakhir di cafe deh. dan cafe yang beruntung untuk kami datangi kali ini adalah Ritter Sport Bunte Schokolade Cafe. Dari namanya saja sudah ketauan kalau cafe ini miliknya Ritter Sport. Yang bikin unik adalah dengan membayar 3,5 euro, kita bisa membuat Ritter Sport dengan isi semau kita dan diberi packaging seperti Ritter Sport. di cafe ini juga dijual pernak-pernik Ritter Sport mulai dari kaos, tas, dan lain-lain. Ditingkat dua, ada area yang menjelaskan proses pembuatan coklat. Nah, dari nama cafenya, kupikir bakal ada coklat warna-warni (bunte schokolade), ternyata yang warna-warni meja dan kursinya doang….ck!

nah, keliatan kan warna-warninya? coklatnya sih tetep coklat tuh..

…..to be continued