Jazzy Ozzy Sidewalk

Sekitar 3 minggu yang lalu, gwe mengunjungi Jazzy Ozzy, acara jazz semacam festival yang diselenggarakan oleh Djarum Super.  Seinget gwe, acara ini sudah sejak 2003 diadakan oleh radio Oz tapi baru tahun ini gwe sempet datang. Itupun super telat -___-“

Acara ini diadakan di sepanjang jalan Braga bawah, tepatnya di depan dan di dalam New Majestic’s Hall.  Suasana temaram dan bangunan-bangunan tua yang mengapit jalan Braga beserta alunan musik jazz, sempurna! Acara ini sendiri dihadiri oleh banyak artis, seperti Grace Sahertian and Friends, Endah n Resa, Ras Muhammad, Iman Barata Trio, Soulvibe, The statement, Adrian Adioetomo, dan Puncaknya adalah penampilan ESQI:EF or Syaharani and Queenfireworks. Yep, That Syaharani, That Indonesia’s Jazz Icon.

Sayang sekali gwe datang super telat. Acara dimulai sejak pukul 4 sore sementara gwe baru datang setengah 9 malam. Jadilah gwe hanya bisa menonton The Statement, Adrian Adioetomo dan ESQI:EF.  The Statement tampil outdoor di depan gedung New Majestic dan membawakan fusion jazz yang dengan sentuhan instrumen Samba. Menariknya, kelima personil The Statement juga menggunakan baju tradisional, mulai dari kain batik dan sebagainya.  Lagu-lagu yang mereka bawakan bikin gwe bergoyang mengikuti alunan lagu dan mengingatkan gwe dengan penampilan Adonis Puentes di Java Jazz kemarin (meskipun jenis lagu yang mereka bawakan berbeda)

The Statement

Continue reading “Jazzy Ozzy Sidewalk”

Saksi bisu zaman bernama Sumber Hidangan

Untuk orang yang telah tinggal di Bandung sejak tahun 2006 lalu, mungkin termasuk telat untuk baru secara gamblang memperhatikan dan menceritakan tentang Sumber Hidangan.

Seperti yang udah banyak orang tau, Buaaanyaaakk orang tau, Sumber Hidangan adalah sebuah toko Roti dan kue yang telah buka dari 1929. Hampir seumur sama ITB.  Terletak di Jalan Braga, zaman itu Sumber Hidangan adalah Cafe yang tersohor, tempat nongkrongnya kalangan atas, didominasi oleh kalangan Belanda. Apa yang terjadi dengan Sumber Hidangan sekarang??

Beberapa waktu yang lalu, gwe dan mama iseng jalan-jalan menyusuri jalan braga.  Dan tentu saja kami mengunjungi Toko Roti Sumber Hidangan. Adakah perubahan berarti sejak tahun 1929? dari foto yang gwe lihat terpampang di sana, jawabannya, tidak ada. Atau sangat minim sekali.
Roti-roti diletakkan di lemari-lemari kuno, bahkan furniture di sana terlihat seperti furniture tahun 70-80an.  Nih, beberapa foto yang berhasil gwe ambil

Kue-kue Sumber Hidangan
Aneka bentuk roti sumber hidangan
Berbagai jenis roti Sumber Hidangan, isi maupun kosong

Tekstur dari roti yang dihidangkan sangat berbeda dari roti kebanyakan. Warnanya kuning, seratnya besar-besar, tidak lembut sama sekali justru terkesan agak keras dan agak susah digigit.  Katanya mama, roti disini sama sekali tidak menggunakan pelembut sama sekali dan tentu saja tidak menggunakan pengeras. Rasanya juga unik.  Baunya wangi banget.  Bagi gwe, ini pengalaman pertama gwe makan roti seperti itu. Kasarnya, makan aslinya roti kalau kata mama. See what else at there, keep reading 😉