Day 8 : Sealife dan “coklat warna-warni”

Memasuki minggu kedua, hari ke-8!

Setelah secara tidak sadar dona menemukan brosur iklan mengenai Sealife, kami pun jadi tertarik. Sealife itu apa sih??Sebenarnya sealife itu sama saja seperti seaworld…tapi karena diiming-imingin aquadom –aquarium besar setinggi 25 meter, diameter 12 meter, dengan berisikan 1milliar liter air dan 1500 ikan — kami pun jadi sangat tertarik. Secara tidak sengaja pula, gwe melihat tiket madam tussauds yang kebetulan belum dibuang dan disitu ternyata bertuliskan potongan harga 5 euro untuk sealife. wahaaa..asik!

Mereka ini begini sambil nempel2 di kaca. ngapaiin lah..

Dari luar, sealife ini kesannya kecil sekali. Tapi ternyata di dalam banyak juga akuarium dan ikan-ikan yang dijadikan atraksi.  Modelnya memang seperti madam tussauds yang sengaja dibuat berliku biar kesannya besar. Yang membuat unik adalah bentuk-bentuk akuariumnya. Ada yang cembung, sehingga kalau ikan berenang mendekat dia bisa terlihat sangat besar dan kalau dari jauh seolah-olah dia berenang keluar menembus kaca. Ada juga yang cekung, sehingga justru kitalah yang terlihat masuk ke dalam air.  Ada juga yang dibuat melingkar, melintas di atas kepala kita, tiba-tiba bisa mengeluarkan ombak, yang sangat dalam hingga sekitar 10 meter, sampai yang sangat dangkal dan membuat kita bisa menyentuh bintang laut.

Atraksi terbaru di Sealife berlin adalah seadragon, atau naga laut. Mirip dengan seahorse, bedanya memang bentuknya sangat mirip naga dan badannya seperti rumput laut.

the seadragon!

…dan tentu saja yang paling menarik, Aquadom!

Aquadom ini aquarium yang sengaja dibentuk seperti lift, sehingga saat naik kita bisa melihat ribuan ikan berenang mengitari kita. Sesuai kata-kata di brosur, “Fancy diving beneath the sea without getting wet”. Ikannya macam-macam. mulai dari yang kecil-kecil kaya di akuarium kamar gwe, yang nginclong, yang mukanya suram, sampai yang berenang secara bergerombol. Lift berjalan cukup lama tapi bisa dibilang cukup sehingga tidak membosankan dan kita pun puas merhatiin ikan-ikan yang berenang di sekeliling kita.

Dona at the aquadom

Setelah dari aquadom, kami pun…nongkrong di cafe! haha, kayaknya kalau pergi bareng dona dan mas kamal selalu berakhir di cafe deh. dan cafe yang beruntung untuk kami datangi kali ini adalah Ritter Sport Bunte Schokolade Cafe. Dari namanya saja sudah ketauan kalau cafe ini miliknya Ritter Sport. Yang bikin unik adalah dengan membayar 3,5 euro, kita bisa membuat Ritter Sport dengan isi semau kita dan diberi packaging seperti Ritter Sport. di cafe ini juga dijual pernak-pernik Ritter Sport mulai dari kaos, tas, dan lain-lain. Ditingkat dua, ada area yang menjelaskan proses pembuatan coklat. Nah, dari nama cafenya, kupikir bakal ada coklat warna-warni (bunte schokolade), ternyata yang warna-warni meja dan kursinya doang….ck!

nah, keliatan kan warna-warninya? coklatnya sih tetep coklat tuh..

…..to be continued

Day 7 : Berlin Designer’s Outlet and Berlin’s Sushi

Here we are, day 7!

Dari pagi awalnya gwe n dona mau jalan-jalan ke potsdamer platz lagi. Tapi tiba-tiba kata papanya dona, nanti sore mau diajak pergi bareng. Jadilah, setelah membantu dior ngerjain PRnya, barulah kami pergi ramai-ramai.  Dan dona menyebutkan untuk pengen pergi ke B5 (B-Funf), salah satu tempat perbelanjaan yang terkenal di Berlin, atau bisa juga disebut Berlin Designer’s Outlet.  Ternyata tempatnya jauh! Agak di luar kota, bahkan masuk ke dalam kawasan Berlin C. Kami bahkan sempat melewati daerah yang tidak ada bangunannya sama sekali dan ada kawasan yang dulunya ditempati tentara rusia. Terbengkalai begitu saja. Dan begitu kami sampai, seolah-olah ada peradaban yang muncul dari antah berantah……

Tempat perbelanjaan B5 ini memiliki nama resmi Berlin Designer’s Outlet.  Tapi orang-orang lebih sering menyebutnya B5 (b-funf).  Tempatnya unik, bangunannya dibuat seolah-olah seperti rumah-rumah tua, dan kawasannya seperti layaknya suatu kota. Disini tersedia merek-merek ternama seperti zara, esprit, lacoste, adidas, nike, geox, crocs, dan lain-lain. Yang bikin asik, merek-merek tersebut sering banting harga! makanya meskipun tempat ini jauh, tetap saja menarik untuk dikunjungi 😛 Sayang, waktu itu kami sampai pukul setengah 6 sementara B5 tutup jam 7, sehingga gwe juga buru-buru dan gak sempet meratiin banyak hal.

Berlin Designers Outlet aka B5

Setelah dari B5, gwe diajak mama-papanya dona untuk sekalian makan malam. Dan karena dona pengen sushi dari kemarin, jadilah kami makan di restoran sushi yang katanya paling mahal di Berlin, Sakura. Kebetulan, di tempat itu kami bisa makan sepuasnya dengan hanya bayar 15 euro. Tapi sayang, pilihan sushinya tidak terlalu banyak. Rasanya pun belum ada apa-apanya dibanding dengan sushi tei…tapi memang kata papanya dona sushi di sini gak ada yang seenak sushi tei. Ach so…

….to be continued

Day 6 : Berliners’ Saturday Nite!

Hari ini bakal diadain open house tahap kedua dimana kali ini ditujukan untuk seluruh masyarakat indonesia yang tinggal di berlin (atau jerman kalau perlu). Jadi kebayang hecticnya gmana kan??Begitu bangun gwe n dona langsung menyodorkan diri ke dapur untuk diperkerjakan. Dan kami pun mendapat tugas memotong jadah. Hmm, jadah itu..gimana ya??semacam ketan yang selama ini gwe taunya dimakan pakai bacem atau ketan hitam.  Teksturnya kenyal, sehingga kalau dipotong tetap saja butuh tenanga ekstra. Dan kami punya lebih dari 5 loyang besar untuk dipotong pagi itu. Ajiibb!!

Open house dimulai pukul 12. Dan cuacanya benar-benar bagus untuk konsep open house yang benar-benar open alias di tempat terbuka. Wisma sendiri sudah menyiapkan tenda untuk meletakkan makanan dan halaman belakang untuk para tamu saling bercengkrama sambil dengan konsep standing party.

Second Open House

Selesai open house, gwe dan dona janjian dengan beberapa anak lainnya untuk jalan-jalan malam minggu. Rombongan kami waktu itu adalah Gwe, Dona, Cinta, Yolla, Indira, Dior. Lalu menyusul Danan salah satu mahasiswa indonesia yang di berlin. Kami memutuskan untuk janjian di potsdamer platz, tepatnya di tempat walk of fame yang semalam sudah kami lewati.Nah, karena rumah cukup sibuk, gwe, Dona n Dior memutuskan untuk naik S-bahn langsung ke potsdamer platz. lucunya, 2 orang yang sudah sering ke jerman justru baru sekarang naik S-bahn dan untungnya di dekat rumah ada stasiun S-bahn yang langsung mengantar kami ke Potsdamer Platz.

Untuk membeli tiket S-bahn atau Strasse Bahn, kita bisa langsung membeli di mesin yang ada di stasiunnya. Hanya dengan 2,10 euro, kita udah bisa dapat tiket sekali jalan. Kalau memang untuk seharian dan bakal ganti-ganti kereta, lebih baik beli yang terusan, seharga sekitar 6 euro. Enak  banget naik S-bahn. Gak ada setengah jam sudah sampai di Potsdamer platz dan stasiunnya tepat di bawah Sony Centre. Whoaa…..

Sesampainya di Potsdamer Platz kami bertemu dengan indira yang memang rumahnya dekat situ. Sambil menunggu Cinta dan yolla, kami pun ke Walk of fame terlebih dulu….dan ternyata, walk of fame disini sangat pendek dibandingkan dengan yang di Los Angeles. Dan yang bikin kecewa, hanya ada orang-orang terkenal dari Jerman yang dibuat bintang di walk of famenya. Yang gwe tau hanya Marlene Dietrich. Tapi ada juga yang uniknya. Jadi di tengah jalan walk of fame itu ada semacam teropong yang jika kita lihat melalui teropong tersebut, kita akan diperlihatkan artis-artis yang berdiri tepat diatas bintang yang bertuliskan namanya secara 3D. dan kita akan melihat ada celah untuk kita berdiri seolah-olah foto bersama mereka. Sayang cahaya sore kurang mendukung untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Jadi terkesan foto sama hantu 😀 Begini nih…

lupa tapi ini siapa aja 😀

Setelah dari walk of fame, kami memutuskan untuk menunggu Cinta dan yolla di arkaden. Setelah bertemu, ternyata Cinta dan yolla juga mau melihat Walk of Fame. Jadilah gwe, Dona, Indiria, Dior, Ega (temaan dior) menunggu mereka sambil makan es krim Gelato. Es krim yang paling terkenal di Berlin. Dan memang enak! waktu itu gwe memesan tiramisu, dan rasanya benar-benar seperti kue tiramisu, tapi dingin dan berbentuk krim! Cukup membuat anda ketagihan 😀 Rencananya, malam itu kami mau nongkrong-nongkrong di cafe. Dan setelah menghubungi anak-anak lainnya, kami pun mengarah ke Oranienburger Strasse, jalan dimana banyak kafe-kafe berjejer dan selalu ramai dikunjungi tiap malam minggu.  Dari potsdamer platz ke oranienburger strasse kami hanya perlu naik S-bahn sekali.

Sampai di Oranienburger Strasse, kami pun mulai mencari cafe tempat janjian, Que Pasa. Ternyata, tidak ada satu pun kami yang tau letaknya cafe itu di jalan tersebut.  Jadilah kami benar-benar menyusuri Oranienburger strasse dari ujung ke ujung. ya bagusnya, jadi tau semua cafe yang ada. dan melihat apa aja yang ada di sana…mulai dari cafe yang aneh-aneh, sebuah tempat clubbing yang menggunakan bangunan tua, atau hooker-hooker yang dengan anehnya gak kedinginan nangkring dipinggir jalan dengan pakaian yang cukup terbuka.
Sampai di que pasa, yaaa..kami hanya ngobrol2 dan minum. tapi tempatnya cukup unik. Dekor cafe dibuat bernuansa latin tropis. dan cukup nyaman juga disana, terbukti dengan kami yang baru beranjak dari sana jam12 malam. :D:D

The Berliners

…to be continued

Day 5 : Libanon and Starbuck-ing

Lebaran hari kedua.

Masih jauh lebih santai dibanding lebaran di indonesia, dimana kerepotan baru berakhir pada lebaran hari ketiga.

Bangun tidur, sarapan, dan yang ada dipikiran adalah malam itu gwe bakal ke rumah Cinta untuk open house di sana. Tapi tiba-tiba papanya dona mengajak kita untuk makan siang di luar. Wah, asik!

Papanya Dona mengajak kami mencoba makanan khas libanon di restoran El-Reda. Ternyata di sini termasuk restoran yang ramai didatangi pengunjung, dan banyak mahasiswa Indonesia yang juga sering datang ke sana. Di sini menyediakan masakan khusus yang hanya disajikan pada hari jumat. dan untungnya, waktu itu kami datangnya hari Jumat! Ternyata yang dinamakan masakan khusus itu adalah semacam gulai kambing. hmm, rasanya sih persis seperti gulai kambing di samping Erha Clinic Bandung. Tapi menurut gwe, tampaknya yang khas disini adalah penyajian nasinya.  Nasinya unik. Berasnya panjang-panjang, dan rasanya kaya akan rempah-rempah.  Ada yang warna putih biasa dan ada juga warna kuning seperti nasi kuning. Tapi memang rasanya seperti nasi kuning atau nasi uduk gitu. Yang lebih khasnya lagi, nasinya super duper banyak bergunung-gunung! bahkan gwe n dona aja berdua gak habis. Heran, mas kamal bisa habis dengan bersih! ckckckck….

Nah, ini nasinya porsi untuk satu orang. Buaaanyaakk kan???

Sore sekitar jam 6, gwe n dona pun pergi ke rumah Cinta dan Yolla untuk open house. Wah, rame banget ternyata. Yang awalnya mau ngajak Cinta n Yolla jalan-jalan jadi gak enak sendiri karena mereka bener-bener sibuk…..hingga akhirnya kami memutuskan untuk pergi ngopi-ngopi ke starbuck 😀

Kami diantar mas Kamal (dia udah jadi guide abadi kami tampaknya, jgn bosan-bosan mendengar namanya di blog gwe 😛 ) ke Starbuck yang terletak di daerah Ku’damm. Kami sengaja duduk di luar sambil menikmati udara malam berlin dan melihat macam-macam orang berlin yang lewat 😀 Tapi lumayan juga, malam-malam ngobrol2 sambil ngopi dengan suasana yang sangat berbeda dengan indonesia…dan begitu gwe melihat ke seberang, wah, ada hard rock cafe berlin! jadilah saya mampir untuk melihat kaos-kaos dll.

Setelah dari starbuck dan hardrock cafe, gwe n dona pun teringat kalau di potsdamer platz sedang ada semacam walk of fame seperti yang ada di Los Angeles. Akhirnya kami pun mengitari potsdamer plats dan mencari-cari di pelataran Spielbank. FYI, spielbank ini bukan bank yaa..tapi casino terbesar di sini. tertarik?? 😛

spielenbank di potsdamer platz (sorry gambar kurang jelas :D)

Nah, karena kami tidak menemukan walk of fame, kami pun memutuskan pulang…..dan saat melewati sony centre kami pun melihat lah wujud walk of fame itu. halah! sayang, waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, jadilah kami melanjutkan perjalanan pulang…

….to be continued

[myEuroTrip] Day 4 : Lebaran and Open House ep.1

Here it is, Lebaran day!!

Lebaran disini jatuh sehari sebelum lebaran di indonesia,sehingga saat teman-teman di indonesia masih bersiap sahur, gwe pun bersiap lebaran. Tapi ada sesuatu yang kurang. Gwe tidak mendengar suara takbir yang biasanya membangunkan gwe tiap lebaran. hhh….

Solat ied diadakan di KBRI berlin. Dan kami agak telat berangkatnya dari rumah. Sudah hujan dari subuh, macet lagi. waduh…untung masih sempet keburu ngejar solat iednya. (untuk melihat usaha mas kamal mengejar solat ied agar tidak terlambat, baca disini 🙂 )

Solat ied di KBRI ternyata sangat ramai! yang jelas satu lantai itu penuh. Dan berhubung gwe dan dona datang agak terlambat, kami pun dapat tempat di pojok menghadap tembok. wadaw….

suasana lebaran di KBRI
"Kerisuhan" di KBRI

Setelah solat ied, gwe n dona pun pulang duluan ke rumah karena mbak atin n mbak luci mau siap-siap untuk acara open house.

Open house pertama yang diadakan wisma ini ditujukan untuk tamu-tamu khusus home staff atau tepatnya para diplomat. Jadi hanya beberapa orang saja sesuai undangan. dan di acara ini lah gwe kenalan dengan beberapa teman baru, Cinta, Yollan, dan Indira. Yang lucu, ternyata Cinta ini adalah pacar salah satu anak TI yang cukup dekat dengan gwe, Agung. Ahahaha, dunia sempit amat..!!

Sedang asik-asiknya ngobrol, kami tiba-tiba dipanggil oleh bokapnya dona…dan tau kami disuru apa? Karokean! weleh, dihadapan para tamu-tamu diplomat itu kami diminta untuk menyanyikan beberapa lagu. Yang awalnya kami malu-malu sungkan, yang ada malah gak habis-habis kami minta tambah lagu lagi dan lagi. Hingga akhirnya pertunjukkan kami pun ditutup dengan permainan piano Cinta dan kami menyanyi The Greatest Love of All by Whitney Houston. Gaya amat yak??ahahaha….

Para Artis Dadakan 😛

….to be continued