H-4 : NPWP, Headseat, dan Celana Lebaran

Empat hari menjelang keberangkatan gwe ke Jerman. Yang ada masih banyaaak banget yang harus diselesaikan.

Peta letak KPP Pratama Jln. Purnawarman Bandung

Pertama, NPWP. Haha, ketauan sekali baru bikin NPWP karena mau keluar negeri supaya terhindar dari biaya fiskal 😛 Tapi, ya tak ada salahnya toh? Jadi lah baru H-4 ini gwe pun mendatangi kantor pelayanan pajak. Berhubung gwe lagi di Bandung, kantor pelayanan pajak yang terdekat dengan daerah gwe adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang terletak di jalan Purnawarman no.21 (sebelah BEC). Berbekal diri dan KTP gwe pun berangkat dengan semangat untuk mendapatkan NPWP.

Sampai di sana, gwe bingung apa yang harus gwe lakukan. Yang ada gwe berdiri sekitar 5 menit di teras KPP Pratama. Lihat ke dalam, ada beberapa orang yang duduk menunggu nomor antrian layaknya di Bank. Di sebelah kanan gwe ada meja kecil seperti meja vallet parking yang ada di depan mall. Di meja itu ada sepasang cewek-cowok yang sedang mengisi formulir dibantu dengan bapak-bapak dari balik meja. Gwe perhatiin lebih lanjut dari pertanyaan si cewek, tampaknya pasangan tersebut sedang mengisi formulir pengajuan NPWP. Kebetulan, jadi lah gwe dekati meja tersebut dan gwe pun bilang ke bapak-bapak tersebut kalau gwe mau bikin NPWP. Jadi, apa saja yang harus dilakukan untuk mendapatkan npwp??

  1. Datang ke kantor pajak terdekat. Tidak harus sesuai dengan KTP. Gwe yang berKTP jakarta saja tidak apa-apa ko bikin NPWP di Bandung.
  2. Isi formulir pengajuan NPWP yang bisa diminta dari petugas. Isi formulir sesuai dengan KTP
  3. SELESAI!!

Dhieerr! gampang banget yak??? Untuk kalian yang masih mahasiswa, tulis aja kalau pekerjaan kalian adalah mahasiswa dan cukup lampirkan KTM kalian. Setelah itu, tinggal di kasi ke petugasnya untuk diproses deh! Setau gwe, kita bisa langsung mendapatkan kartu NPWP kita. Tapi tadi kenapa gwe disuru nunggu sehari ya?? alasannya sih karena gwe udah siang (jam 1) mengajukannya, jadi baru bisa selesai besok? hmm??? yah, kita lihat saja besok!

read more, please! 😀

Jazzy Ozzy Sidewalk

Sekitar 3 minggu yang lalu, gwe mengunjungi Jazzy Ozzy, acara jazz semacam festival yang diselenggarakan oleh Djarum Super.  Seinget gwe, acara ini sudah sejak 2003 diadakan oleh radio Oz tapi baru tahun ini gwe sempet datang. Itupun super telat -___-“

Acara ini diadakan di sepanjang jalan Braga bawah, tepatnya di depan dan di dalam New Majestic’s Hall.  Suasana temaram dan bangunan-bangunan tua yang mengapit jalan Braga beserta alunan musik jazz, sempurna! Acara ini sendiri dihadiri oleh banyak artis, seperti Grace Sahertian and Friends, Endah n Resa, Ras Muhammad, Iman Barata Trio, Soulvibe, The statement, Adrian Adioetomo, dan Puncaknya adalah penampilan ESQI:EF or Syaharani and Queenfireworks. Yep, That Syaharani, That Indonesia’s Jazz Icon.

Sayang sekali gwe datang super telat. Acara dimulai sejak pukul 4 sore sementara gwe baru datang setengah 9 malam. Jadilah gwe hanya bisa menonton The Statement, Adrian Adioetomo dan ESQI:EF.  The Statement tampil outdoor di depan gedung New Majestic dan membawakan fusion jazz yang dengan sentuhan instrumen Samba. Menariknya, kelima personil The Statement juga menggunakan baju tradisional, mulai dari kain batik dan sebagainya.  Lagu-lagu yang mereka bawakan bikin gwe bergoyang mengikuti alunan lagu dan mengingatkan gwe dengan penampilan Adonis Puentes di Java Jazz kemarin (meskipun jenis lagu yang mereka bawakan berbeda)

The Statement

Continue reading “Jazzy Ozzy Sidewalk”

Sumur Bandung Off-Road Track

Sangat menarik. Orang-orang bandung memang juaranya kalau disuru berkreatif ria. Gak tau siapa yang mengadakan, tapi kalo seminggu lalu kalian melewati sumur bandung, kalian akan melihat ini

sumber : http://twicsy.com/i/FvAuk/s/f

Dan dilengkapi dengan ini

Yang dipasang si sepanjang jalan

aah…jangan lupa, tentu saja diakhiri dengan ini

sumber : http://www.facebook.com/photo.php?pid=4795291&id=75435947749

Awalnya, jujur saja, gwe benar-benar berpikir akan ada perlombaan off-road dengan mobil-mobil besar. Yang dilanjutkan ke taman sari ataupun siliwangi. Wah, kapan? batin gwe.  Hingga suatu saat, saat gw menyusuri jalan sumur bandung dengan jalan kaki, gwe pun melihat ini (dan selama ini merasakannya)

What did I see?! ah, just read more

Saksi bisu zaman bernama Sumber Hidangan

Untuk orang yang telah tinggal di Bandung sejak tahun 2006 lalu, mungkin termasuk telat untuk baru secara gamblang memperhatikan dan menceritakan tentang Sumber Hidangan.

Seperti yang udah banyak orang tau, Buaaanyaaakk orang tau, Sumber Hidangan adalah sebuah toko Roti dan kue yang telah buka dari 1929. Hampir seumur sama ITB.  Terletak di Jalan Braga, zaman itu Sumber Hidangan adalah Cafe yang tersohor, tempat nongkrongnya kalangan atas, didominasi oleh kalangan Belanda. Apa yang terjadi dengan Sumber Hidangan sekarang??

Beberapa waktu yang lalu, gwe dan mama iseng jalan-jalan menyusuri jalan braga.  Dan tentu saja kami mengunjungi Toko Roti Sumber Hidangan. Adakah perubahan berarti sejak tahun 1929? dari foto yang gwe lihat terpampang di sana, jawabannya, tidak ada. Atau sangat minim sekali.
Roti-roti diletakkan di lemari-lemari kuno, bahkan furniture di sana terlihat seperti furniture tahun 70-80an.  Nih, beberapa foto yang berhasil gwe ambil

Kue-kue Sumber Hidangan
Aneka bentuk roti sumber hidangan
Berbagai jenis roti Sumber Hidangan, isi maupun kosong

Tekstur dari roti yang dihidangkan sangat berbeda dari roti kebanyakan. Warnanya kuning, seratnya besar-besar, tidak lembut sama sekali justru terkesan agak keras dan agak susah digigit.  Katanya mama, roti disini sama sekali tidak menggunakan pelembut sama sekali dan tentu saja tidak menggunakan pengeras. Rasanya juga unik.  Baunya wangi banget.  Bagi gwe, ini pengalaman pertama gwe makan roti seperti itu. Kasarnya, makan aslinya roti kalau kata mama. See what else at there, keep reading 😉