The page turner escapes

Books are my bestfriends. I go “meeting” them every time I have an issue in my life. When I’m tired, stressed, or sad. When I need to relax and take some breaks. In short way, it’s my escape routes. My short getaway. Books help me to move my mind entirely to another life. To put myself in some characters’ shoes or to imagine merging into some historical events. Books are like a rest area in my daily life. Places where we can finally pull the hand break, take a deep breath and have a short walks enjoying the views.

I like a lot of books though I don’t read every kind of books. I mostly read novel, historical fiction, historical events, travel/journey stories and sometimes some autobiographies or books written by famous public figure.

Talking about novels, I read some of the pop culture novels such as Harry Potter, Hunger Games, LOTR & The Hobbit, GOT (haven’t finished the entire series) and Robert Langdon’s series. I also have a thing with dystopian novels. Some of my fav authors, the one whose books I ran into when I just need a short get away, are Pramoedya Ananta Toer, Andrea Hirata, J.K Rowling (also her being Robert Galbraith), Dan Brown, John Grisham, Tom Clancy, Haruki Murakami and John Green. Their books rarely disappoint me because I just surrender myself and emerge to their fantasy. Most of their books are the real “rest area” that I mentioned above.

I also read some historical stuff. Fiction or non-fiction. The latest historical fiction I love is The Gentleman in Moscow by Amor Towles. I got emotionally attached with the main character. My standard of a gentleman is changing way much after knowing Count Rostov. You can read my review of the book in this blog here. Meanwhile, historical events book that I recently love is The Choice by Edith Eger. This book is full of emotions and feelings that lets you swept away in it. It combines 2 of my fav things, history and psychology. Not only Edith told us about what happened during her being a prisoner war, but also how she struggle to thrive and heal from the her trauma. It gave me chills and inspired me at the same time.

I rarely read non-fiction books. Non-fiction books I read mostly is the one written by some public figures or their autobiography. I fell in love with Bob Iger, CEO of Disney, after reading his book Ride of a Lifetime. It taught me well that being success means being persistent and have faith. You don’t need to be that genius such as Mark, Steve, Elon, Bill or Jack. You may start your career from below. From an employee of a company. As long as you have faith on yourself, there’s always a way for success.

That’s what I like about books. Not only it feeds my imagination, but it’s also strengthened me. It opens my mind and gives me a different perspective. The more different perspectives and an open mind I have, the more calm, wise and humble I become. Some books like Buddha by Karen Armstrong and Filosofi Teras by Henry Manampiring really taught me how to sweep away my negative feelings, so I can think more clearly to face this busy and fast pace world. Exactly the strength I need.

Laskar Pelangi – Sang Pemimpi (Novel)

Baru sempat baca novelnya liburan natal n tahun baru ini, karena entah mengapa hobi membaca novel gwe seakan tenggelam oleh aliran-aliran motion picture.

Gwe akan memulai dengan laskar pelangi.  Gwe melakukan kesalahan yang besar saat membaca novel pertama dari Andrea Hirata ini.  Gwe membiarkan imajinasi gwe terikat dengan film yang sebelumnya sudah gwe tonton duluan sehingga saat membaca novel ini, yang gwe rasakan adalah perasaan terbelengu. Tidak bebas berkelana ke tanah Belitong sana, tidak bebas bermainan dengan anak-anak Melayu Pedalaman yang menamakan mereka Laskar Pelangi.

Laskar Pelangi, seperti yang sudah kita ketahui, menceritakan bagaimana Ikal (Andrea Hirata) sewaktu SD-SMP.  Bagaimana ia menjalankan kehidupan anak-anaknya meraih cita-cita, penuh petualangan, penuh kenakalan dan canda tawa meskipun ia hanyalah seorang anak dari buruh dari pabrik timah yang miskin.

Dalam buku ini diceritakan bagaimana Ikal (panggilan Andrea Hirata sendiri semasa kecilnya) dan teman-temannya belajar di SD Muhamaddiyah.  Tempat pertama mereka menggantungkan cita-cita dan mempelajari ilmu untuk meraih cita-cita tersebut.  Diceritakan bagaimana jeniusnya seorang Lintang.  Ilmu-ilmu yang seharusnya dipelajari saat tingkat perguruan tinggi sudah dikuasainya sejak SMP.  Siswa terpandai dikelasnya meskipun termasuk siswa yang paling tak mampu secara materil dikelasnya.  Ia lah yang membuat dan mendorong teman-temannya untuk memiliki cita-cita dan belajar giat untuk meraihnya. Lintang selalu berhasil mendapatkan nilai 10-9 untuk hampir keseluruhan mata pelajaran, akan tetapi ada satu pelajaran untuk lintang yang bernilai 8 yaitu pelajaran kesenian.  Angka 9 hanya untuk seorang Mahar.  Ia sangat berbakat dalam seni.  Ia yang mengangkat martabat sekolahnya dalam lomba karnaval antar sekolah.  Dalam buku ini benar-benar dilukiskan kehidupan yang indah untuk anak-anak melayu pedalaman di daerah Belitong yang menamakan dirinya Laskar Pelangi tersebut.

Andrea Hirata menggunakan paduan kata yang cerdik untuk tiap kalimat yang ia tuliskan pada tiap kalimatnya di novel ini.  Dari istilah-istilah dasar/bahasa daerah seperti Dul Muluk, Nipah, Atap Sirap hingga istilah-istilah rumit seperti Pittosporum, Cassiopeia, Galena dan sebagainya dirangkai oleh Andrea Hirata menjadi satu rangkaian cerita yang menghanyutkan.  Kita bisa dibuatnya merasakan berada di dalam ruang kelas SD Muhammadiyah, di tengah-tengah pasar, atau ikut bermain bersama para laskar pelangi menikmati euforia musim hujan.  Semua diceritakan begitu detil dan gamplang sehingga keindahan akan terlihat, harum akan tercium, dan sejuk akan terasa.

Sedangkan Sang Pemimpi menceritakan saat Ikal bersama sepupu jauhnya yang bernama Arai menempuh pendidikan SMA di sebuah daerah bernama Magai.  Di sini diceritakan bagaimana Arai dan Ikal menentukan cita-citanya yaitu menjejakkan kaki ke benua Eropa dan keliling Eropa hingga Afrika, dan belajar di altar suci almamater terhebat Sorbonne, Perancis.

Untuk meraih cita-citanya itu, Ikal, Arai dan Jimbron (Sahabat Ikal) harus bekerja sambil sekolah.  Mereka harus bekerja sebagai kuli ngambat dan bangun pukul 2 tiap paginya sebelum ke sekolah.  Semua pekerjaan yang halal dikerjakan agar mereka dapat menabung untuk melanjutkan sekolah ke Jakarta hingga ke Perancis.  Meski mereka sering berbuat onar disekolah tapi Ikal dan Arai termasuk siswa terpandai di sekolahnya.  Demi mengejar mimpi-mimpinya, mereka rela bekerja keras dan belajar yang giat.

Di novelnya yang kedua dari tetralogi Laskar Pelangi, Andrea Hirata menuturkan banyak kejadian-kejadian yang lucu yang dialami oleh dirinya, Arai dan Jimbron sewaktu SMA.  Bagaimana kenakalan-kenakalan mereka atau usaha Arai dan Jimbron untuk mendapatkan cintanya.  Seperti di buku pertama, Laskar Pelangi, tiap adegan diceritakan dengan detil dan menggunakan kata-kata cerdik sehingga membuat kita terpikat kedalamnya.  Beda dengan Laskar Pelangi, Sang Pemimpi berhasil menarik belengu imajinasi yang disebabkan telah menonton filmnya terlebih dahulu.  Novel ini berhasil membiarkan gwe merasakan apa yang diceritakan oleh Andrea.

Ada percakapan lucu yang ingin gwe kutip dari novel ini.  Kutipan ini diambil dari bab When I Fall in Love yang menceritakan Arai yang mengejar wanita pujaannya, Zakiah Nurmala.

“Nurmala adalah tembok yang kukuh, Kal…,” kilah Arai diplomatis.

“Dan usahaku ibarat melemparkan lumpu ke tembok itu,” sambungnya optimis.

“Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?” tanyanya retoris.

“Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya,” kesimpulannya filosofis.

Akan tetapi, ada yang aneh dari rangkaian tetralogi, khususnya 2 novel pertama ini.  Di Sang Pemimpi diceritakan ayah Ikal mengangkat Arai sebagai anak sejak Ikal kelas 3 SD.  Dengan umur yang sama dengan Ikal, seharusnya Arai juga bersekolah di SD Muhammadiyah.  Tetapi, mengapa Arai sama sekali tidak disebut dalam Laskar Pelangi (yang rentangnya adalah saat SD-SMP)? Mengapa Arai sama sekali tidak termasuk dalam Laskar Pelangi?  Jika Arai masuk kedalam Laskar Pelangi, pasti kehidupan Laskar Pelangi akan lebih seru dengan adanya Arai yang (tampaknya) memiliki sifat Sanguinis-Koleris seperti Arai.  Tentu Ikal dapat lebih cepat bertemu dengan A Ling seandainya Arai ada disampingnya, karena Arai selalu ingin membantu teman-temannya. 

Gwe lebih suka dengan alur yang ditawarkan di filmnya.  Karena alurnya lebih masuk akal dan dapat langsung diterima oleh orang-orang yang belum membaca novelnya.  Bahkan gwe yang membaca novelnya setelah menonton pun masih terngiang-ngiang oleh gambaran yang ditawarkan oleh filmnya.

Well, masalah mana yang lebih baik apakah filmnya atau novelnya, semua itu terserah bagi penikmatnya.  Yang jelas, baik novel maupun filmnya tidak boleh dilewatkan begitu saja jika kalian mengaku sebagai “anak daerah” Indonesia.

Andrea Hirata, Lukman Sardi, dan Sang Pemimpi

Baru aja sampe kosan…dari petualangan seru dalam bbrp jam terakhir..here it is..
*gw post dari BB gw,jd jgn slhin kalo gw nulia make bhs sms..:p *

Bermula dari ngerjain PLO bareng di tempat Hanief. Dari jam1 smp jam5 yg gw dapet adlh satu pabrik KK3. Bukan template. Pabrik. ditengah rasa (sedikit) panik,ym dari Tati masuk…n gw yakin dia ngajakin berimpulsif ria. Bener aja dia ngajakin ntn Sang Pemimpi midnite hari ini juga. Weits,jgn panggil gw yoan klo gk berani menjawab tantangan impulsif! Dan hanief yg akhir2 ini trkena korban sanguinis macam gw n tati pun segera setuju untuk ikut ntn mlm ini jg. Jadilah jam 5 gw jmput tati untuk beli tiket film biar dpt.

Pas pjlnan,yg biasanya gw masang CD,somehow gw bosen n gw muter prambors bandung 98.4 fm. Dan trnyata lagi ada wawancara sama crew Sang Pemimpi. Waaahh..ada kmungkinan untuk ktemu dong! Dengan hrpn itu,gw n tati mutusin u/ ntn d pvj..

Sanpe d pvj,gw sngaja lewat pintu blkg biar ngelewatin prambors. Pas naik, yaaakkk…mbak Mira Lesmana n Mas Riri Riza lg duduk nangkring d teras prambors (ber2 aja smntara crew lain d dlm,prikitiiiww!). Gw n tati bingung antara pngen ngajak foto ato gk…jujur sih,gw lebih ngejar Lukman Sardinya..Tati menganjurkan untuk beli tiket dl,nnt bgtu kluar baru samperin. Tp sayangnya bgtu keluar,2 org itu udah gk ada!waaahh….akhirnya kami pun kluar dari pvj..

Tp bgtu gw lwtin prambors dgn pln2,gw ngeliat Lukman Sardi yg tersenyum dr balik kaca. Spontan gw teriak histeris macam abg labil ktemu charlie ST12! Kita udah smp kluar pvj,byr parkir,smp prempatan cemara……….dan kami pun memutar untuk kmbali k pvj,memutuskan urat malu,serang para Sang Pemimpi itu!

Gw n tati bener2 nyamperin prambors n d dpnnya ada kru prambors. Bgtu kita tyk blh potoan,tanpa d duga,kami diijinin!diblhn nunggu skitar stgh jam kurang smp acrnya beres……dan acr pun beres.

Satu2 wajah terkenal keluar. 3 anak pemeran remaja di film Sang Pemimpi, riri riza,mira lesmana dan tntu saja lukman sardi. Sampe tiba2 mas Andrea Hirata lewat d samping kita,nyapa n berdiri d teras. Segera lah gw n tati nyamperin……dan kami pun ngobrol!bneran ngobrol!ngomongin kuliah,ntn film,smp belitong. Wew! N gw pun smpet fotoan sama dia…dan gw masih berharap bs fotoan sama lukman sardi.

Dan…….tb2..rombongan pada kluar dari dan prambors. Dan gw pun lgs nyamperin lukman sardi yg msh di ambang pintu. Nyapa,nanyak boleh fotoan, dan dia pun tersenyum (super duper gk masuk akal charming) dan bilang boleh………….
Dan kami pun berhasil mengambil foto berdua dgn lukman sardi! 😀 😀 😀

Lukman sardi ganteng,baik hati, gk sombong,lucu n asik!!!!!!bahkan pas rombongan pergi pun dia sempet ngliat gw,ngangkat tgn n blg “yuk” khas org pamitan. Kyaaa!

Jam10, gw,tati,hanif,senia,ayu ntn filmnya. Film sederhana yg mnampilkan detil dan kekuatan akting tiap2 pemerannya. Mungkin untuk org yg g sk drama bakal ngantuk,tp gw sgt terpesona dgn khbtan akting yg disungguhin. Superb for Mathias Muchus n Rieke Dyah Pitaloka. Dan ketiga pemeran ikal (kcil,remaja,dewasa) yg bisa akting sm persis untuk mmerankan tokoh mrk. Kita seolah dliatin perkembangan tokoh ikal yg konsisten sikapnya meski diperanin dgn 3 tokoh yg brbeda pengalaman n pribadinya. Bener2 bisa sinergis!
Oy,gk lupa jg ada tokoh Nazril Irham aka ariel peter pan. Jujur,gw ucapin slmt k dia. Ken berani ngelepas nama ariel peter pan n muncul dgn nama aslinya dan mmperlihatkan niat dlm akting. Emang standar,tp emg bgan dia g prlu akting yg berlebihan. Plg dibuat trlihat sgt tdak keren n gk catchy n kusam. Yaaa…bgs lah untuk permulaan..

Scara keseluruhan gw beri nilai 8/10 untuk film ini…..

Dan dengan Lukman Sardi, gw beri rating 10/10 untuk malam ini…:)