Baru saja blog walking ke blog gwe sendiri yang dulu pernah gwe pake tp sekarang udah gk aktif. Satu di Friendster, yang gk mungkin aktif lagi krn accountnya aja udah gwe matiin. Satu lagi di blogspot, sebenernya masih bisa gwe isi2, tp kayaknya gwe lagi memilih WordPress untuk gwe tumpahin kata-kata dalam otak, hati dan jiwa gwe.
Saat baca-baca itu, gwe bisa melihat bagaimana perubahan yang terjadi pada gwe. Dalam hal pola pikir tentunya. Dalam hal pemecahan masalah, dalam hal menjalankan hidup dan menghadapi segala hal yang diberikan di dalamnya. Kesedihan, kebahagian, kebencian dan gwe sendiri yang berperan sebagai pemeran utama dalam film yang selalu bertajuk itu-itu saja, “hidup”.
Gwe lihat bagaimana waktu sma gw menulis dengan bahasa-bahasa khas anak remaja pada jamannya. Bagaimana gwe memecahkan masalah khas anak remaja pada jamannya. Bagaimana emosi masih meluap-luap, belum mengerti ada 2 alat utama untuk memecahkan masalah, Logic dan Hati. Semua masalah gwe hadapi dengan satu cara, Emosi.
Perubahan cukup terlihat saat gwe menginjak usia 17 tahun. Emosi surut, ada unsur ketenangan dalam pola pikir gwe. Gwe sudah mulai mengenal 2 alat utama pemecahan masalah itu. Meskipun masih salah satu yang menonjol, hati, tp paling tidak sudah tidak ada lagi emosi yang terlalu meletup-letup. Gwe sudah bisa melihat sikap apa yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia, bisa menentukan sifat apa yang harus dimiliki untuk menghadapi segala rintangan yang akan segera gwe hadapi. Tapi harus gwe akui, logika gwe tidak berjalan dengan semestinya. Belum bisa gwe mengontrolnya, semua tertutup oleh segala keindahan yang hati tawarkan. Tertutup seperti kabut, hingga gwe menginjak 18 tahun dan mengenal dunia yang bernama “kuliah”
Disini lah gwe pertama kali bertemu banyak orang baru yang membawa film “hidup”nya masing-masing. Tentu dibutuhkan keahlian lebih untuk membuat film bertajuk “hidup” secara bersama-sama dengan bekal yang berbeda. Disinilah pola pikir gwe berubah lagi. Kalimat-kalimat dalam blog gwe lebih dewasa, gak ada lonjakan emosi yang mendadak dan berubah-rubah cepat. Gwe sering menulis puisi, bukan umpatan-umpatan hati yang tidak memungkinkan orang lain untuk mengerti maksudnya. Gwe sering brain storming tentang perasaan yang gwe hadapi dan kejadian dalam hidup yang sering gwe temui. Logic dan hati bermain secara harmonis, berganti-gantian saling melengkapi.
Meskipun sering membutuhkan waktu untuk diri sendiri, tp gwe termasuk orang yang ekstrovert. Karena itu, blog gwe, micro maupun macro, Friendster, Blogspot, WordPress ataupun Twitter akan memperlihatkan bagaimana gwe sebenarnya. Blog adalah muka gwe, otak gwe, dan representasi hati gwe. Karena itulah, perkembangan tiap episode film “Hidup” gwe bisa dilihat dengan jelas pada tiap kata yang gwe tulis di blog. Benar-benar seperti mesin waktu…