3 Porsi Rokok dan Bir

Untuk pertama kalinya gwe menyelesaikan cerpen karangan gwe sendiri. Jangan berharap apa-apa disini, ini benar-benar karangan seorang amatir yang sama sekali tidak mengerti tentang cerpen. Jangan berharap akan cerita yang menyentuh dan mendesak air mata, jangan berharap akan cerita yang mengeluarkan emosi dan amarah, apalagi berharap akan cerita yang akan membuat kalian terpingkal-pingkal. Berharap lah akan cerita yang sangat sederhana…Enjoy! 😉

3 Porsi Rokok dan Bir

“Kamu itu manusia yang hebat, Kai!”, seorang sahabat dengan penuh keyakinan mengatakan kalimat itu seraya menatap mataku lurus-lurus.

“Oh ya? HAHAHA!”

Aku hanya tertawa. Alisku naik sebelah. Mataku membalas tatapan sahabatku itu dengan pandangan yang mengatakan, “Dan kamu itu manusia yang aneh bisa berpikiran seperti itu.

Aku ini manusia lemah. Dengan mudahnya hembusan angin ini akan membawaku berputar. Berputar dan terus berputar-putar mengikuti arah angin. Bahkan saat hembusan angin itu semakin jauh mengajakku berputar, aku masih saja terhanyut olehnya. Dan aku semakin tidak menyadari bahaya yang mengancamku di ujung pusaran angin itu.

Please continue read 😉

When I Miss You

When you love someone,
maybe all you want to do is to hold her hand,
hug her,
…or maybe kiss her forehead

When you love someone,
maybe you will enjoy spending time just to watch her fall asleep
…or spending time just to miss her

When i love someone,

ah, you know how i do that to you

But when I miss you,
I just simply close my eyes, and remember all of those things you did to me

 

-dedicated to you-

Dalam 12 Jam

aku punya waktu sekitar 12 jam
mulai dari saat kamu meninggalkanku,
hingga akhirnya kita bertemu kembali

aku sering duduk termenung,
memandangi langit tempat kita berpisah
sekaligus yang menjadi tempat perjumpaan kita

lalu ingin rasanya aku memutar waktu
maju, hingga setengah jam sebelum kau menyapaku
untuk mendengar suaranya
atau sekedar membaca kata-katanya
atau mungkin, untuk merasakan senyumnya

aku punya waktu sekitar 12 jam,
untuk menghimpun harapan
sebelum kau dan dia menyapaku kembali

Merindukanmu itu…(4)

Saat memandang namamu, kata-katamu, dan fotomu di layar HP-ku
Tapi mendadak sirna,
karena aku lihat namamu berkelip diiringi nada dering HP-ku

Sesaat sebelum mendengar suaramu
Tapi mendadak sirna,
karena aku mendengar kamu berkata, “Aku sudah di depan”

Saat berlari membukakan pintu untukmu,
Tapi mendadak sirna,
karena kamu pun meraih lenganku dan berkata, “Ayo kita pergi…kamu mau kemana?”

Pada malam itu,
Saat kamu mengantarkanku pulang dengan genggaman hangatmu

dan Pada malam itu,
saat kamu berkata, “Selamat tidur, sayangku”