[MyEuroTrip] Day 1 : Berlin’s Quick Tour

akhirnya, sampai juga di berlin setelah 2 jam jkt-s’pore, 1,5 jam transit di changi, 11 jam s’pore – frankfurt, 2 jam transit di frankfurt, dan 1  jam frankfurt – berlin. fewh!

Di berlin ternyata Dona di jemput sama mama papanya dan staff kedubes lainnya. Tepatnya, dijemput oleh bapak dubes dan istri beserta para staffnya. wew, berasa tamu negara. Kami pun langsung menuju wisma kedutaan untuk sekedar beristirahat sejenak.

Atas saran dari pak dubes, kami pun dilarang tidur agar tidak terbalik waktu tidurnya, dan disarankan untuk jalan-jalan keliling kota berlin.  Jadi lah,gwe dan dona memutuskan untuk berkeliling kota Berlin untuk mengunjungi tempat-tempat pariwisata pada umumnya. Dan perkenalkan lah guide kami hari itu, Mas Kamal!

Vielen dank, Herr Kamal..! 🙂

Tujuan pertama kami adalah Holocaust Monument. Tempat ini merupakan monumen untuk mengenang korban-korban holocaust zaman nazi dulu. Bentuknya seperti batu-batu kotak yang disusun sedemikan rupa sehingga membentu maze dan memiliki tinggi yang berbeda-beda. Sebenarnya disini ada kejadian bodoh yang sampai sekarang gwe sesalin…..i lost my jacket!….ck!

holocaust monument
brandenburger tor

Setelah dari holocaust monument, kami pun memutuskan untuk jalan kaki ke brandenburger tor yang memang sudah sangat dekat. Kalau aku tidak salah, brandenburger tor ini adalah gerbang yang memisahkan berlin barat dan berlin timur dulunya. Sekarang di daerah situ sudah dijadikan area bebas kendaraan bermotor sehingga hanya penuh dengan turis-turis, pejalan kaki, atau bahkan para penduduk yang bermain sepeda. Di kawasan brandenburger tor ini banyak berjajar kafe-kafe seperti starbuck, haagen dazs, dan lain-lain. Berhubung waktu itu gwe n dona gak puasa, kami pun memutuskan untuk membeli starbuck sementara mas Kamal mengambil mobil untuk menjemput kami (baik sekali…danke, mas!)

Continue reading “[MyEuroTrip] Day 1 : Berlin’s Quick Tour”

[myEuroTrip] Lufthansa and The Journey within

Akhirnya, tiba juga hari keberangkatan gwe ke Jerman.

Ke eropa, tapi yang nganter seboroyotan deh, berasa mau umrah. Yang nganterin ke airport ada mama, papa, ucup, oma, dan di sana ketemu om totok beserta sepupu2…hihihi.

Dianter sekampung, haha!

dan belum apa-apa sudah ada masalah. Tempat duduk gwe dari jakarta-frankfurt terpisah sama Dona. hueh! gak kebayang perjalanan 11 jam sendiri-sendiri. Harapan satu-satunya adalah bule yang duduk di samping gwe yang bakal kita minta tolong tukeran tempat duduknya sama dona. Mana ternyata Lufthansa gak ada tv! haduh…kebayang dong garingnya. Kami pun duduk sendiri2 untuk penerbangan jakarta-s’pore karena ternyata penumpang bule tersebut naik di s’pore. dan untungnya dia pun mau diajak tukeran. huuff..

sampai di s’pore, yang kami pikirkan adalah makan. Karena kami belum buka puasa dan di pesawat hanya dikasi sandwich dingin. Jadi lah kami memutuskan untuk mencari-cari kafe di dekat situ. dan, yang kami dapatkan untuk dimakan adalah….sandwich. alah, sama aja. dan kami pun memanfaatkan layanan internet gratis yang ada di Changi untuk memberi kabar ke keluarga n teman-teman di Indonesia 🙂
Setelah makan, gwe pun pergi ke toko buku untuk beli notebook n pulpen. bodoh banget memang hal kaya gitu bisa ketinggalan. Setelah dari toko buku, dona pun mau ke toilet. Lalu masuklah kami ke ruang tunggu. dan apa coba yang kami dengar dari petugas yang melihat kami dan satu penumpang lain? “Oke, this is the LAST 1…2…3” dhieeerr!! gwe n dona yg paling terakhir naik pesawat! hahahaha….

di pesawat, gaya baru bangun tidur 😛

Di pesawat, gwe duduk di tengah diantara Dona dan orang Hongkong. Orang hongkong ini sangat ngotot kalau gwe orang China meskipun berkali-kali gwe bilang gwe orang indonesia. halah, halah…
Pertama kali yang ditawarkan adalah minum. Dan salah satu minuman yang ditawarkan adalah wine! wohoooo…dan gwe pun mencobanya. Hangaaat..:D
Kami dapat makan 2x. Makan malam dan sarapan. Untuk makan malam, gwe memesan Pasta with Turkey. Diatas saladnya, ada daging salami. Awalnya gwe mau tanyak tuh, daging apakah itu. Tapi setelah gwe pikir2 lagi, akhirnya gwe pun sampai pada kesimpulan, “It’s better that we don’t know it, and all we know is just that it’s delicious”. Hahaha!

Setelah 11 jam perjalanan, kami pun sampai di Frankfurt!!
Di frankfurt kami hanya transit sekitar 2 jam kurang. Wah, ternyata jarak dari pintu keluar pesawat hingga tempat pemeriksaan passport jauhnya amit-amit! Udah gitu, karena pesawat penuh, antrian pun panjang. Sayang, orang kedutaan yang menjemput Dona agak telat melewati kami, padahal kalau tidak kami tidak perlu mengantri. hahaha!

Di frankfurt yang hanya sebentar ini, gwe pun kekeuh untuk foto dimana ada tulisan “frankfurt”..haha, kampung! dan kami pun sampai rela untuk keluar airport dan merasakan tamparan angin subuh frankfurt demi sebuah foto dengan latar belakang tulisan “Frankfurt airport centre”, haha! setelah puas foto, kami pun masuk ke daerah kedatangan, dan orang kedutaan yang menjemput kami pun menraktir kami dengan segelas besar coklat hangat! slluurp!!

Ada yang unik dari airport frankfurt ini. Ruang tunggunya kecil! Atau mungkin itu gate yang gwe masuki karena merupakan penerbangan singkat?? tapi yang jelas, orang-orang antri hingga menghalangi jalan umum di luar ruang tunggu. Dan canggihnya, jangan harap kalian akan melihat petugas penyobek boarding card. Karena kalian hanya perlu mendekatkan barcode pada boarding card hingga palang terbuka, dan boarding pass kalian tidak perlu disobek! waw, canggih! 😀

Jadi, dimulai lah perjalanan ke berlin….

….to be continued

H-4 : NPWP, Headseat, dan Celana Lebaran

Empat hari menjelang keberangkatan gwe ke Jerman. Yang ada masih banyaaak banget yang harus diselesaikan.

Peta letak KPP Pratama Jln. Purnawarman Bandung

Pertama, NPWP. Haha, ketauan sekali baru bikin NPWP karena mau keluar negeri supaya terhindar dari biaya fiskal 😛 Tapi, ya tak ada salahnya toh? Jadi lah baru H-4 ini gwe pun mendatangi kantor pelayanan pajak. Berhubung gwe lagi di Bandung, kantor pelayanan pajak yang terdekat dengan daerah gwe adalah Kantor Pelayanan Pajak Pratama yang terletak di jalan Purnawarman no.21 (sebelah BEC). Berbekal diri dan KTP gwe pun berangkat dengan semangat untuk mendapatkan NPWP.

Sampai di sana, gwe bingung apa yang harus gwe lakukan. Yang ada gwe berdiri sekitar 5 menit di teras KPP Pratama. Lihat ke dalam, ada beberapa orang yang duduk menunggu nomor antrian layaknya di Bank. Di sebelah kanan gwe ada meja kecil seperti meja vallet parking yang ada di depan mall. Di meja itu ada sepasang cewek-cowok yang sedang mengisi formulir dibantu dengan bapak-bapak dari balik meja. Gwe perhatiin lebih lanjut dari pertanyaan si cewek, tampaknya pasangan tersebut sedang mengisi formulir pengajuan NPWP. Kebetulan, jadi lah gwe dekati meja tersebut dan gwe pun bilang ke bapak-bapak tersebut kalau gwe mau bikin NPWP. Jadi, apa saja yang harus dilakukan untuk mendapatkan npwp??

  1. Datang ke kantor pajak terdekat. Tidak harus sesuai dengan KTP. Gwe yang berKTP jakarta saja tidak apa-apa ko bikin NPWP di Bandung.
  2. Isi formulir pengajuan NPWP yang bisa diminta dari petugas. Isi formulir sesuai dengan KTP
  3. SELESAI!!

Dhieerr! gampang banget yak??? Untuk kalian yang masih mahasiswa, tulis aja kalau pekerjaan kalian adalah mahasiswa dan cukup lampirkan KTM kalian. Setelah itu, tinggal di kasi ke petugasnya untuk diproses deh! Setau gwe, kita bisa langsung mendapatkan kartu NPWP kita. Tapi tadi kenapa gwe disuru nunggu sehari ya?? alasannya sih karena gwe udah siang (jam 1) mengajukannya, jadi baru bisa selesai besok? hmm??? yah, kita lihat saja besok!

read more, please! 😀

[How To] Get a Schengen Visa pt.2

Di post gwe sebelumya yang ini , gwe sempat menyebutkan kalau gwe gak perlu ke kantor kedutaan untuk mengurus pemohonan visa gwe.  Setelah sekitar 4 hari menunggu, tiba2 gwe dapat kabar dari Dona kalau gwe harus ke kedutaan sendiri.  Ternyata, mau bagaimana pun juga, pemegang paspor hijau harus datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan.  Beda dengan passport diplomat berwarna hitam milik dona yang memang tidak apa2 diwakilkan.  Bahkan ketika dona bertanya tentang pengurusan permohonan visa, orang kedutaannya justru dengan ketus bertanya mengapa Dona sendiri yang mengurus visanya padahal ia memegang passport diplomat.  Karena selama ini biasanya para diplomat2 itu tentu diurusin sama orang deplu.

Jadilah, jumat pagi gwe pun mengunjungi kantor kedutaan besar Jerman yang beralamat di Jalan MH.Thamrin no.1 (tepat disebelahnya Hotel Oriental Mandarin).  Berhubung orang deplu yang akan membawa berkas-berkas gwe kesiangan, gwe pun menunggu di mobil hingga hampir 2 jam. Wuih, cobaan cukup berat sudah langsung menghampiri.

hint : bagi yang mau datang ke kedutaan jerman, karena tidak diperbolehkan parkir di kedutaan (ya, iya lah), kita harus mencari tempat lain untuk memarkir mobil kita (bagi teman2 yang emang bawa mobil).  Karena kedutaan jerman terletak dekat dengan bunderan HI, tentu banyak lahan parkir yang disediakan.  Tapi menurut gw tempat paling enak untuk ‘numpang’ parkir adalah di parkiran Hotel Mandarin Oriental. Parkir lah di gedung parkir lantai 1. Disitu ada jalur yang mengarah ke hotel dan juga ke pintu keluar hotel yang di jalan MH.Thamrin.  Voila! Keluar dari pintu tersebut, kantor kedutaan ada di samping kiri anda!

 

Sekitar pukul 9, akhirnya gwe pun menemui Pak Musa, orang deplu yang membawa berkas gwe.  Hal pertama yang perlu dilakukan adalah, mengantri! Antri lah di depan gerbang untuk diperiksa passportnya oleh Satpam. Oya, di Satpam ini kalian juga bisa meminta formulir permohonan Visa kalau kalian belum sempat membawanya dari rumah.

Hal kedua yang perlu dilakukan, mengantri! Kali ini kalian harus mengantri untuk melewati bagian keamanan. Matikan HP yang kalian bawa, taruh di dalam keranjang. Taruh tas di atas meja untuk diperiksa oleh satpam. Jika lolos, anda bisa masuk melewati alat pemindai badan.  Setelah itu, ambil tas kalian, tapi jangan ambil HP kalian! Semua kantor kedutaan (yang gwe tau) melarang pengunjung untuk membawa HP. Tapi tenang, HP kalian akan dititipkan di dalam safe deposit box dan kalian akan diberikan kalung yang digantungkan kunci box tersebut dan ID card pengunjung.  Selain itu kalian juga akan mendapat nomor antrian (means, another queuing to do 😛 )

Hal ketiga, mengantri lagi (oh, jangan dulu mulai bosan..ini belum seberapa). Kali ini, kalian mengantri untuk melewati bagian pemeriksaan kelengkapan berkas. Di sini bakal di cek satu- satu berkas-berkas yang kalian bawa dan kalian akan ditanya beberapa pertanyaan mendasar, seperti tinggal di mana nanti di sana, pergi dalam rangka apa, dan sebagainya.

Di sini saya mendapat sedikit kesialan.  ternyata ukuran foto untuk visa gwe salah! ukurannya sudah benar, 3,5×4,5. Tapi sayang, tidak biometrik! yang dimaksud dengan biometrik adalah 80% dari foto itu adalah wajah kita. Jadilah gwe terpaksa keluar dan pergi ke Sabang untuk mengambil foto lagi.  Tapi jangan terlalu khawatir, begitu kalian sudah membawa kelengkapan berkasnya lagi, kalian bisa langsung naik ke lantai dua untuk mengikuti proses selanjutnya, jadi tidak perlu mengantri lagi di bagian pemeriksaan kelengkapan berkas yang pertama.

find out more what to do

[How To] Get a Schengen Visa!

Mau ke luar negeri? udah pasti butuh visa. Tiap negara punya aturan sendiri mengenai cara-cara mendapatkan visa atau izin masuk ke negaranya. Dan ada yang ketat banget, ada yang agak santai, tergantung sensi2an negaranya sama negara asal kali yaa..hahaha! Sejauh ini, visa tersulit di dapat atau yg sering dikhawatirkan oleh orang Indonesia setau gwe adalah Visa ke USA. Semoga saja segalanya lancar untuk mendapatkan visa schengen nanti.

Oya, sebelum gwe jelasin apa aja yang dibutuhkan untuk mengajukan permohonan pembuata visa, gwe jelasin dulu, visa ke negara mana kah visa schengen ituu???

Visa Schengen adalah visa yang memperbolehkan kita memasuki negara-negara tertentu tanpa batasan n tanpa perlu urusan formalitas lainnya. Bagi kalian yang mau Backpacker keliling Eropa, disarankan untuk memanfaatkan visa ini. Karena gak sembarang negara, dengan visa ini kita bisa berpergian langsung ke 20 negara lebih di daratan eropa!! nih, list2 negara Schengen…

List negara-negara Schengen

Tapi hati-hati, gak semua negara eropa termasuk dalam negara schengen.  Seperti gambar di atas, United Kingdom, Ireland, Romania, dan Bulgaria tidak termasuk negara schengen. Jadi visanya beda lagi……

Nah, berhubung gwe mau ke Jerman, dan berencana untuk mencicipi beberapa negara sekitarnya, maka itu lah gwe pun mengajukan permohonan visa Schengen!

Continue reading “[How To] Get a Schengen Visa!”