A Little locus of some journeys about big life and Dreams
Category: What World Teaches Us
Some traveling stories, lessons from culture and people, some life values from journey.
Because every trip has its lesson, every journey has its value.
Kebiasaan yang ntah baik ataupun buruk. Kemarin, Senia dan Ayu pun menjadi korban kebiasaan random gwe. Hanya berawal dari niat makan siang, tiba-tiba kami pun menjelajahi Bandung Utara tanpa rencana apa pun sebelumnya.
Berawal dari keinginan mencoba makan di waffle blog cafe di Setiabudhi, namun gagal karena merasa kejauhan. Gwe pun mengusulkan ke daerah dago atas aja dan Wale pun tercetus saat itu. Saat melewati pertigaan SIS, percakapan pun terjadi
Senia : Wah, ini jalan kemanaa??
Ayu : ke lembang bukan sih?
Yoan : bukan, kalo itu ke SIS, yang ke lembang pertigaan di depan. Itu yang ngarah ke Cloud 9 tuh
Senia : gwe belum pernah ke cloud 9
Ayu : iya, gwe juga belum pernah ke cloud 9
Yoan : hmm…(melihat pertigaan arah lembang). oh, ya udah (membelokkan stir ke kiri, mengarah ke lembang,menuju cloud 9)
Hari ketiga!!!
Gw bangun sambil ngrasa pusing bgt…darah rendah agak kumat krn mlmnya cuma tidur 3 jam. Tapi rombongan hrs bgn pagi2 banget krn harus berangkat ke gresik untuk mengunjungi PT. Petrokimia Gresik
Sampai di gresik kami langsung d sambut dengan soto ayam lamongan. Setelah itu masuk ke ruang pertemuan untuk melakukan ritual biasa,ntn video,presentasi,tanya-jawab. Dan seakan blm puas ngasi kami sarapan,kami pun diberi snack lagi..woww!!
Dan seperti ritual biasa,kami pun plant tour. Kompleks petrokimia agak2 mirip PT. BADAK Bontang. Perumahan,sekolah,fasilitas2,kantor n pabrik jadi satu. Pabriknya sendiri luasnya sekitar 400Ha dan dekat dgn laut. Belum lagi panasnya…mirip lah!tapi mungkin versi gersangnya (ttp gk mau kalah)
Selesai plant visit, PT. Petrokimia kembali ngasi makan siang yang buaanyaakk banget baik jenis maupun jmlhnya. Dari sate,seafood asam manis,macem2 sayuran,bistik daging lengkap dengan kentang n sayurnya. Dan gk lupa jg es kelapa sbagai pencuci mulut. Weleh! Makmur yaaa…hahaha!!
Perjalanan pun kami lanjutkan. Kali ini ke House of Sampoerna. Intinya,ini adalah museum perkembangan Sampoerna. Barang2 yg dl dipakai sampai pabriknya sendiri di perlihatkan disini. Ada jg toko souvenir n kafe. Gw gak ngapa2in disini slain muter2 gk jelas. Bingung jg mau ngapain krn museumnya sendiri juga kecil. Palingan gw amaze krn buruh2 pabrik roko kelinting bekerja kaya robot. Cepat dan berulang terus-menerus. Kasiaaaann…:(
Dari House of Sampoerna kami pun pulang ke asrama haji untuk packing n mempersiapkan performance kamar buat acara angkatan malamnya. Kamar kami sama sekali gk punya persiapan, jadilah kami hanya bikin sejenis parodi lady gaga….dan gw berperan jadi Lady Ganteng. Baiklah. Saya akan mendalami peran sebaik2nya…:p
Acara malam dimulai dari jam8-jam1 malam. Dibuka dgn video angkatan yg menampilkan lagu angkatan, tiap kelompok menampilkan performance masing2. Dan angkatan saya gila akuuutt!!!huaaaa…dari performance pertama smp akhir gw ktawa2 n plg gk cengar-cengir. Acara ditutup dgn sharing2 dan berhubung gw paling anti acara mellow n sdh2an,gw pun membiarkan diri gw larut dlm ngantuk.
Selesai acara akhir kami pun berangkat ke bandung dgn rencana mampir ke jogja. Tapi krn brgkt dari surabayanya telat,skitar jam2,kami pun hanya mampir untuk beli bakpia.paling gak ada lah yg dibawa buat anak kosan…
Intinya,semuaaa acara bener2 menyenangkaaaaan!!!makasih bgt buat angkatan gw yang membuat pengalaman yg gak terlupakan.
Really love you,guys!
TI2006 Banguuunn!!!
😀
Ok…here we go in 2nd day. Jadwal hari ini menurut rencana adalah kunjungan ke PT.PAL,futsal angkatan n jalan2 ke suramadu.
Sekitar jam7 rombongan berangkat ke PT.PAL. Dengan berbagai gaya nyasar (bayangin sendiri gayanya), kami pun sampai di PT.PAL pukul 9. Tapi dasar bau2 angkatan lautnya masih kental,kami tidak diizinin masuk sebelum jadwal yg tertera di surat perjanjian,yaitu jam10. Yap,masih 1 jam lagi.
Untungny gak bener2 jam10 kami sudah diperbolehkan masuk. Kami diterima di SMK perkapalan yang ada di sana. Sambutan,penampilan video,tanyak jawab dan sebagainya menghabiskan waktu hampir 2 jam! Dan yg gw tangkep dari penyambutan itu adalah PT.PAL sangat merasa bangga dengan dirinya sendiri apalagi dengan Star 50,kapal gueedee seukuran 2x lapangan bola (kata2 “2x lapangan bola” diucapkan berkali-kali dengan penuh tekanan…see wt I mean with “bangga dengan dirinya sendiri”?)
Setelah sangat ngantuk mendengarkan ocehan bapak2 doktor yang genit ahli las dan doktor yg mukanya kaya tokoh antagonis,kami pun di bawa berkeliling di kawasan PT.PAL yg seluas sekitar 105Ha.
Dan mereka pun sukses membuat kami terpesona dengan kapal2 yang ada di situ. Jujur gw agak kurang percaya Indonesia bisa membuat kapal2 itu. Hahaha!
Kami sempat berhenti di samping kapal perang 534 dan sangat dekat dengan patung Jalasveva Jayapahe (di laut kita jaya). Foto2,gosong,masuk bis n makan
Perjalanan dilanjutkan ke tempat futsal. Dan kembali dengan berbagai gaya nyasar, kami pun sampai di tempat futsal Ole-ole. Sekitar 2 jam kami mengadakan pertandingan futsal antar kelas. Kelas 3 cukup puas dengan hasil tidak terkalahkan dengan 2 seri 1 menang.
Dan tiba2 badai pun datang….sehingga kami pun batal ke suramadu dan acara menjadi acara bebas.
Sebagai inisiatif, kelompok kami pun memutuskan ubtuk charter mobil untuk mengantarkan kami keliling2. Jadilah malam itu kami makan es krim Zangrandi di TP,makan rawon setan, keliling2 surabaya mulai dari kya kya,jembatan suramadu (beserta madura tentu saja :p), ITS, tugu Sura&Baya dan dolly (uuppss..:p). Thanks to Fadli for guiding us about place what we should visit 🙂
Sooo…hari kedua sangat menarik!!!semoga hari ketiga gak kalah menariknya kawaaann!!
Setelah khawatir g diizinin (secara dari dulu susah bgt dpt exit permitt dari ortu), jadi lah gw berangkat kulker juga bersama anak2 seangkatan.
kami kumpul di kampus sekitar jam2. Dijadwal harusnya si kita hrsnya brgkt jam3, krn ada mcm2 yg hrs diurus jadinya kita berangkat jam5…gw termasuk dlm kelompok 4 yg terdiri dari Widya,Yuni,Asyun,Dita,Tiwi,Anin,Anggi,Danti,n Mitha. Mereka lah yg akan jadi roommate selama kulker ini.
Astromania minus Anin (kita gk pernah foto lengkap deh!)
Tujuan pertama dari kulker adalah Madiun dimana ada PT. INKA. Kami berhenti dulu di Tasik untuk makan malam. Makan malam sengaja disediain dlm bentuk prasmanan dan para rombongan pun menghabiskan wkt kurang lbh 1jaman untuk makan n solat n ngecas HP…setelah itu perjalanan pun dilanjutkan
Bis sempet berhenti pom bensin antah-berantah dan gw pun melanjutkan tidur hingga bis berhenti untuk solat subuh di daerah Klaten ++ (dah lewat klaten soalnya :p ). Dan berhenti lagi untuk sarapan di daerah Ngawi…daaan akhirnya jam10 pagi kami pun sampe di PT.INKA Madiun. Masuk ke PT.INKA ternyata agak didramstisir dengan adanya kereta tangki super panjang melewati jalan raya. Ya, Jalan raya.
Kereta di tengah jalan raya, tepat di depan pintu masuk PT. Inka
Di PT.INKA kami menghabiskan waktu hingga jam1. Dan yang gw liat di PT.INKA adalah….hm….adalah…ya, ada lah!huee..bingung jg jelasinny krn ternyata lg gak bekerja. Palingan di bagian akhir ada kereta g udah hampir jadi lagi dilengkapin furniturenys. Dan kita pun ngeliat mobil bikinan PT.INKA yg bernama GEA. Konon katanya mobil ini make tenaga listrik n biogas n berhasil jalan smp Surabaya.
Setelah makan di daerah Madiun, kami pun melanjutkan ke Surabaya. Perjalanan berasa gk ada habisnya! Sekitar 4 Jam Surabaya baru bisa dicapai (lewat mojokerto!!yaaayy!!) Dan sekitar pukul 8 kami pun masuk Asrama Haji.
Kelompok 4 mendapatkan kamar 221 dengan 5 tempat tidur bertingkat. Gw pun tidur di bagian atas dengam Widya kebat-kebit di bawah gwe…dan kamar yg awalny ribut mulai dari urutan mandi malam itu,besok pagi n ngomongin performance, mendadak sepi sekitar pukul 12 kurang.
Just went there about 2 days ago with my besties, Kujah. It’s the second time i visit Kawah Putih, but it’s the first time i drive by myself to there.
Banyak hal-hal yang menarik yang gwe temuin kali ini saat gwe nyetir sendiri. Entah kenapa, dari awal, dari gwe melintasi Tol menuju Kopo, gwe melihat puncak tempat Kawah Putih berada seperti memanggil-manggil. Berkabut, tapi justru memancing rasa penasaran apa yang ada di baliknya. Bongkahan biru beludru gunung-gunung seperti menyembunyikan tiap kejutan yang akan diperlihatkan perlahan-lahan. Tahap demi tahap.
Perjalanan melewati banyak sawah-sawah. Bener-bener seperti permadani hijau. Bentangan alam yang kalau diperhatikan lama-lama ternyata sedang menghipnotis kita. Benar-benar seperti yang ada di buku IPS zaman SD dulu. Saat indonesia termasuk pemasok beras terbesar. Saat orde baru dengan senyuman eyang Soeharto ikut menumbuk padi bersama petani atau bu Tien yang memberikan imunisasi kepada bayi di suatu posyandu (oh, my god. Do we still have it?Posyandu?). Melajulah mobil gwe melintas membelah hamparan permadani hijau tadi. Langsung mengarah ke bongkahan biru beludru di balik kabut itu.
Kami melewati Kopo. Masih rame karena saat itu sore sekitar jam 4 kurang, saat orang2 juga mulai memenuhi jalan raya untuk menyelesaikan pekerjaan atau mulai pulang. Lucu juga Kopo ini. Semua serba kecil dan yang penting ada. Mereka punya Pizza Hut. Tapi mungkin hanya sebesar rumah Manager di Komp. PT. Badak Bontang. Atau justru sebesar rumah gwe? Well, sambil bercanda dan mengenang lagu2 zaman SD (boyband of course, what else did you hear when you’re, twenty-something people, still in Elementary School?) kami melewati Kopo dan memasuki daerah Kabupaten Bandung. Mengarah ke kantor Pemdanya, mengarah ke Soreang, dan tentu saja akan mengarah ke Ciwidey.
Setelah melewati kantor pemda, jalanan pun mulai menanjak. Seakan belum cukup apa yang sudah disuguhkan kepada kami saat melintasi Tol tadi, kami pun disuguhi pemandangan alam yang gak kalah menakjubkannya. Bertumpuk-tumpuk sawah, yang kita sebut sangkedan/terasering. Lengkap dengan kali yang mengalir di kaki bukitnya, dan bukit-bukit hijau yang meliuk-liuk, dan tentu saja langit biru cerah karena telah dibasuh hujan sebelumnya. Ah, dan pondok-pondok tempat petani beristirahat atau memegang tali untuk menggerakkan orang-orangan sawah yang berdiri di tengah sawah. Sekali lagi, bener2 seperti yang ada di buku IPS SD! Bener2 memperlihatkan, inilah kekayaan Indonesia yang sebenarnya. Gwe pernah mengabadikan pemandangan ini waktu pertama kali pergi ke arah kawah putih. Ini lah hasil jepretannya
Sangkedan (udah ada kabel listrik 😛 )
Belum selesai kita mengagumi keindahan alam tersebut, kita pun melewati jalanan berkelok. Jurang di kanan, tebing berlumut di kiri. Tapi bukannya mengerikan, justru kami merasakan kehebatan alam lagi. Belum lagi disamping kiri kita ada jembatan rel yang dibangun saat penjajahan Belanda. Sudah tidak digunakan lagi selain sebagai objek foto. Merah, tegap, dan kokoh. Terbayang bagaimana dulu jembatan ini dibangun. Sayang 2x ke sana, gk sempet berhenti untuk mengambil foto. Maybe next time!
Perjalanan selanjutnya tidak terlalu menarik, karena kami bener2 menanjak. Melewati perkebunan Strawberry, melewati perbukitan, melewati hutan. Apalagi begitu memasuki gerbang Kawah Putih, mobil terus menanjak di jalan yang tidak terlalu rata, ditemani hutan-hutan, dan ada beberapa jalur yang harus menggunakan perseneling 1. Sekitar 5km menanjak, akhirnya kami pun sampai di kawasan Kawah Putih.
Kawah Putih waktu itu sedang berkabut. Termometer dalam Billy menunjukkan suhu di luar mobil 16 derajat. Dan suasana cukup berangin. 16 derajat + kabut + angin. Tapi, justru kabut itu membawa suasana yang agak mistis. Makin menantang untuk dijelajahi…dan inilah tampang kami yang berjuang menahan dingin namun tetap gaya.
Kedinginan vs gaya
Sekitar sejam kami disana, foto2, gak peduli seberapa dinginnya. Karena mungkin persahabatan kami juga yang menghangatkan suasana saat itu…:P
Sayang juga kawah putihnya kabut, padahal waktu pertama kali ke sana, gwe bisa menikmati sunset.
The Sunset
Me watching sunset from the other side of Kawah Putih
Tapi baguslah, berarti gwe pernah merasakan 2 keadaan yang berbeda saat mengunjungi kawah putih 😀
Tepat pukul 6 kami pun turun dari ciwidey. Dan seakan belum puas menyuguhkan keindahan alam mulai dari pergi sampai kami di ciwidey, pemandangan saat turun pun gak kalah fantastisnya. Siluet tangkuban perahu seakan menyambut kami. Langit yang berwarna jingga seperti layar dengan matahari terbenam sebagai spotlightnya. Kabut dan awan masih menyelimuti pegunungan-pegunungan yang berdiri tegas di hadapan kami. Bongkahan biru beludru itu makin banyak, seperti lautan, lapis demi lapis, bertumpukkan. Dan yang tidak mau ketinggalan, muncul di saat2 terakhir senja, seakan tahu dia lah bintang utama dari pertujunkkan maha dahsyat ini….kami pun melihat pelangi. Ya, pelangi. Lengkungannya besar, tapi tidak sempurna. Tapi yang kurasakan, dia memeluk hamparan pegunungan tadi. Merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Dengan latar orange, dan hamparan biru beludru. Indah. Manis. ya, manis, itu tepatnya yang gwe rasakan. Subhanallah! Benar2 sayang kami gk bisa mengabadikannya, karena selain gak ada tempat berhenti yang tepat, kamera gwe pun habis batere….:(