Mellow Yellow

perasaan campur aduk, jumpalitan
mengkerut tak berdaya tiap lagu beralunan pelan diputar
berkaca-kaca membaca kata-kata indah
hanyut dengan angan-angan
dan muncul lah kata-kata indah dari pikiran
ditulis, dinyanyikan, diucapkan, atau disebarkan sebagai status

senyum-senyum sendiri
berkaca-kaca sendiri
menerawang sendiri
berada di dunia sendiri

mellow yellow,
antara menjadi dewasa
atau terlihat labil
antara menjadi lebih kuat
atau terlihat melemah

Menyisakan kerinduan, suatu saat nanti

Jeritan Sekali-sekali

Ingin sekali ku berteriak sekali-sekali, “dimana Kamu?”
Mengapa ku masih mengingatmu
Saat mendengar lagu sendu
Saat membaca puisi keindahan yang pilu
Ku ingin berteriak, memanggil namamu,  atau menyentuhmu saat kau melewatiku acuh
Acuh sungguh kah dirimu?
Sekali saja, kungin tanyakan hal itu.

Masih lah biru hati ini tiap melihatmu
Masih lah penuh harap hati ini tiap kuingat bayangmu
Masih lah perih hati ini saat kuingat hadirmu yang telah berakhir

Lagu pengantar tidurku masihlah tentangmu
Puisi piluku masih lah tentangmu
Kehilangan yang dalam itu juga masih tentangmu

Tentangmu, Kehadiranmu..
Masih sering melintasi alam harapku
Tentangmu, Kehadiranmu..
Masih menjadi rintihan anganku
Tentangmu, Kehadiranmu..
Masih lah menjadi pilu hatiku mengingatnya
Karena telah tidaka dua kata itu di hidupku
Sekali-sekali saja, ingin sekali ku berteriak sekali-sekali, “dimana Kamu?”

Just found this poem from my poems archive, no date, no dedication.