Aku. Sekarang.

Aku yang sekarang,
Tidak bisa menjadi bintangmu, bulanku
Sendiri lah kau di langit malam nan gulita

Aku yang sekarang,
Tidak bisa menjadi airmu, sungaiku
Keringlah sendiri kau di sana

Aku yang sekarang,
Tidak bisa menjadi cahayamu, matahariku
Gelaplah kau bagai gerhana

Aku yang sekarang,
Ah, apalah aku ini di hatimu?
Sent from my BlackBerry® smartphone

Kamu. Di sini.

Aku ingin kamu di sini.
Bukan, bukan untuk meredakan tangis ini.
Tapi untuk melihat tangis ini.
Lihat.
Ini lah yang kau perbuat.

Aku ingin kamu di sini.
Tidak, aku tidak butuh bersandar padamu.
Aku mau kau melihat
Luka yang baru kau sayat.

Tidak kah kau dengar rintihan ku malam ini?
Tidak kah kau dengar isak tangis lemahku malam ini?
Itulah,
Aku ingin kau di sini.

Sent from my BlackBerry® smartphone

Datang Kembali

Khayalan itu datang kembali
Kali ini makin kuat ia memanggil
Kali ini makin kuat ia menarik
Menjeratku lebih kuat
Khayalan itu datang kembali

Mimpi itu mendekat kembali
Perlahan merasuki alam sadar
Hingga ku tak sadar telah terjebak di dalamnya
Menikmati kehidupan mimpi
Mengacuhkan realita
Mimpi itu mendekat kembali

Kali ini aku lemah
Pusaran itu terlalu kuat
Mungkin dia membawa rantai baja
Untuk mengikatku dan membawaku masuk makin menjauh
ya, kali ini aku lemah

Aku masih berada di dalamnya

mimpi dan kisah

Saat ini aku sedang merajut mimpi
Saat ini aku sedang menyusun puzzle kisah
Mimpi dan kisah kita berdua

Aku rajut sepenuh hati
Aku susun sepenuh jiwa
Dari untaian benang tawa
Ataupun kotak-kotak kebahagiaan
Dari untaian benang air mata
Ataupun kotak-kotak kesedihan
Semua untuk mimpi dan kisah kita

Jangan pernah kau gunting rajutan setengah jadi itu
Jangan pernah kau serak-serakkan puzzle belum sempurna itu
Karena aku ingin melihat dan merasakan mimpi dan kisah kita nantinya…
Nantinya…
Saat mimpi dan kisah kita telah berbaur dan berjalan bersama