Dalam 12 Jam

aku punya waktu sekitar 12 jam
mulai dari saat kamu meninggalkanku,
hingga akhirnya kita bertemu kembali

aku sering duduk termenung,
memandangi langit tempat kita berpisah
sekaligus yang menjadi tempat perjumpaan kita

lalu ingin rasanya aku memutar waktu
maju, hingga setengah jam sebelum kau menyapaku
untuk mendengar suaranya
atau sekedar membaca kata-katanya
atau mungkin, untuk merasakan senyumnya

aku punya waktu sekitar 12 jam,
untuk menghimpun harapan
sebelum kau dan dia menyapaku kembali

Merindukanmu itu…(4)

Saat memandang namamu, kata-katamu, dan fotomu di layar HP-ku
Tapi mendadak sirna,
karena aku lihat namamu berkelip diiringi nada dering HP-ku

Sesaat sebelum mendengar suaramu
Tapi mendadak sirna,
karena aku mendengar kamu berkata, “Aku sudah di depan”

Saat berlari membukakan pintu untukmu,
Tapi mendadak sirna,
karena kamu pun meraih lenganku dan berkata, “Ayo kita pergi…kamu mau kemana?”

Pada malam itu,
Saat kamu mengantarkanku pulang dengan genggaman hangatmu

dan Pada malam itu,
saat kamu berkata, “Selamat tidur, sayangku”

“Love Poem #12”

Iseng-iseng bongkar file-file di Hp, tiba-tiba nemu notes ini.
Gwe juga lupa kapan gwe menyimpannya, dapat dari mana (kayaknya sih film), dan perasaan apa yang membuat gwe ingin menyimpannya.
Setelah gwe google, gwe tidak menemukan judul dari puisi ini, hanya pengarang dan tulisan pada bagian judul, “Love Poem #12”

When I’m with you,
eternity is a step away,
my love continues to grow,
with each passing day.

This treasure of love,
I cherish within my soul,
how much I love you…
you’ll never really know.

You bring a joy to my heart,
I’ve never felt before,
with each touch of your hand,
I love you more and more.

Whenever we say goodbye,
whenever we part,
know I hold you dearly,
deep inside my heart.

So these seven words,
I pray you hold true,
“Forever And Always,
I Will Love You.”

– Chris Engle –

Sweet, isn’t it? 🙂