Aku duduk di antara rangka-rangka besi
Rangka-rangka yang dapat melayang tinggi
Menari di antara awan
Hanya laju yang sama, itu yang kurasakan
Tapi tiap detiknya kulewati lembaran-lembaran awan
Bertumpuk
Melayang
Bermain petak umpet di tiap-tiap sudut
Di suatu perkarang berwarna biru jernih
Lembaran-lembaran itu sering mengantarku bermimpi
Bermimpi menggenggamnya
Bermimpi memainkannya
Lembaran demi lembaran
Hingga waktu yang jujur memberikan detaknya
Lembaran menyingkap
Menunjukkan bayangan memikat
Suatu keindahan yang daritadi mendesak untuk melesak
Hingga ia pun menyembul
Malu-malu,tapi memikat
Menantang dengan apa yang sebenarnya ia miliki
Dan ia muncul dengan cakar-cakarnya
Menancap langit,merobek lembaran awan
Perlahan namun tegas,begitu tegas
Kaki-kakinya menancap
Tidak ragu pada genangan raksasa yang mengancam
Justru ia lah yang merajah genangan itu
Penuh kharisma
Penuh wibawa
Penuh pesona hingga rangka-rangka kecil mengapung mendekat ke setiap lekukannya
Rangka besi ini terus melayang
Melewati cakar-cakar yang mengoyak dengan lembut
Kaki-kaki penu pesona merajah genangan raksasa
Ah,syukurlah kali ini aku tidak kalah oleh buaian mimpinya….
Bandung,10 januari 2010
On duty during IECOM first eliminary round as a Liaison Officer