when we lost our bestfriends

That’s what i feel now. At least, what i start to feel now.

Semenjak semester 8, semester paling kejam yang pernah ada. Bukan karena tugas-tugasnya. Atau karena mata kuliahnya. Tapi karena kami yang mulai jarang bersama.  Semua sibuk dengan mata kuliah pilihan masing-masing. Dan tentu saja sibuk dengan tugas akhir masing-masing. kurang kejam apa coba??

Saya pernah kehilangan seorang sahabat. Dia pindah untuk mengejar cita-citanya saat ia masih SMP. Persahabatan 13 tahun kami selesai sampai di situ. Ketika kami bertemu, kami seperti orang yang tidak pernah saling mengenal. Mengingat segala permainan yang sering kami lewati bersama sebelumnya, hhh, mengerikan.

Nah, persahabatan yang kami jalani baru 4 tahun ini, akan kah bisa bertahan?

Kalau dipikir-pikir lagi, apakah sekarang ada yang dinamakan sahabat hingga akhir hayat?? Saya pun bertanya pada diri sendiri, punya kah Saya sahabat yang seperti itu? apakah saya seorang sahabat yang seperti itu bagi sahabat-sahabat saya sekarang?

Karena, coba kita lihat-lihat lagi. Persahabatan bisa berubah seiring perubahan pada hidup kita. Sahabat waktu SD bisa berubah saat kita SMP. Mungkin juga sahabat sejak SD hingga SMA menjadi terlupakan karena berbeda tempat kuliah, sehingga hidup kita berubah, cerita kita berubah, kisah tak lagi sama, tawa dan sedih tak lagi bersama. Jadi asing, digantikan oleh sahabat sewaktu kuliah yang memiliki kisah yang sama, tawa dan sedih yang bersama.

Salah kah itu semua??

Kami hidup di era dimana teknologi bukan lagi makhluk asing. Bukan lagi seperti penggambaran orang-orang zaman dulu dimana teknologi hanya berada pada tempat-tempat penting.  Semua memiliki email, beberapa jaringan sosial, dan semua bisa dibawa kemana-mana dalam genggaman sebuah telepon genggam. Tapi, tetap saja semua itu terjadi. Jadi salah dimananya? manusianya kah?

Kita sendiri yang tidak sadar memilih mana yang sebagai sahabat kita mana yang sekedar teman biasa. Kita sendiri yang meninggalkan sahabat lama kita, lalu selanjutnya mulai tidak saling mengenal. Kita pun mulai berpikir bahwa sahabat lama kita sudah tidak cocok dengan kita, dan kita merasa lebih nyaman dengan sahabat yang baru. Mungkin? Mungkin saja itu terjadi.

So what will you do when you lost your bestfriends? find another bestfriend? Is that a right move?

or….keep it? no matter what happened between you two.

I Dream Dreams

Sebuah quote yang gwe ambil dari film Remember Me,

You know what day I’m staring at, Michael. By 22, Ghandi had 3 kids; Motzart, 37 symphonies; and Buddy Holly was dead.

That made me kinda think about…my life.

I’m 22….and what am i now? Human being. Ordinary human being.

Hell yeah, i dream dreams. a lot of dreams.

Banyak sekali yang ingin gwe lakukan.

Ingin keliling dunia, siapa yang tidak mau? tidak hanya keliling dunia, gwe ingin mengetahui kehidupan di sana, tiap sejarahnya, budayanya, dan bahasa. yap, gwe sangat mencintai bahasa.

Impian gwe yang lain, gwe ingin bisa menguasai lebih dari 3 bahasa dunia. Progress sekarang? fluently in Bahasa, English, and soon-to-be-fluent in Deutsch. Sedikit-sedikit tau beberapa istilah Jepang, tau bagaimana menghitung hingga 15 dalam bahasa spanyol, tau beberapa salam dalam beberapa bahasa yang umum, dan bisa memesan susu coklat panas dalam bahasa yunani. Hahaha. Kesederhanaan itu penting! :))

Karena itu lah, gwe ingin punya pekerjaan yang bisa membuat gwe keliling dunia, atau paling tidak indonesia. Siapa yang gak pengen punya pekerjaan kaya Samantha Brown, Ian Wright atau Pak Bondan? Udah keliling dunia, makan-makan, dibayar lagi! 😀 Tapi…gwe pun terpikir jenis pekerjaan lain, berkeliling dunia sambil memberi sesuatu. Seperti….hmm, let’s say..Work for United Nations, especially for Unesco or Unicef. berkeliling dunia mengurus pendidikan, kebudayaan, atau pun kesejahteraan anak-anak…What a dream!

Bicara tentang pekerjaan, gwe jadi inget salah satu mimpi gw tentang tempat bekerja. Suatu waktu, gwe melihat recruitment sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang hiburan yang mencari seorang lulusan Teknik Industri. Mereka adalah DISNEY WORLD. Definately i’ll try to apply to it!

Tapi gara2 “didoktrin” oleh dosen gwe tahun lalu, tiba2 gwe ingin bisnis. Hahaha, 21, dan masih labil 😛 Lalu gwe pun sempat berpikir keras, bisnis apa yang bakal gwe jalani? Gwe berprinsip, bisnis gwe bukan hanya apa yang sedang naik daun di kalangan masyarakat, tapi harus yang menjadi apa yang gwe cinta. apa yang gwe cinta? Butuh sekitar 6 bulan untuk akhirnya menemukan apa yang gwe cintai…

Selalu memberikan kebanggaan tersendiri bagi gwe tiap ada temen gwe yang nanyak dimana tempat jalan atau tempat makan. Dan selalu menjadi kepuasan tersendiri tiap temen gwe puas dengan saran gwe. Dan selalu ada kebahagiaan sendiri tiap gwe bisa menceritakan perjalanan gwe ke beberapa tempat ataupun info2 setelah makan di suatu tempat. Dari situ lah, gwe pun berpikiran membuat, TRAVEL AGENT!

Sebuah travel agent yang tidak hanya menjual tiket, tapi juga bs jadi guide n penyedia info travel, cullinaire, dll untuk semua kalangan.Dan di kantor travel agency itu Ada cafe/resto/bakery/pastry dgn masakan spesial Mamaku. Jd org milih menu makanan sekaligus menu tour. ini sekalian memenuhi hasrat kuliner gwe sekaligus mewujudkan mimpi mama gwe. Dan discout 20-30% seumur hidup untuk vidatra06, ti05-07 ITB, penghuni Kosan kanayakan 49 thn 2007-2010, n keluarga bsr pske. Pilih Kasih :p

cuma bisa bilang satu kata : AMIN!!

dan mulai bertindak!

Bicara Tentang Sahabat

Menurut kalian, apa sih sahabat itu? Seseorang yang selalu ada di saat senang maupun susah? Seseorang tempat kalian curhat? atau Seseorang yang “tingkatannya” lebih dari teman tapi kurang dari pacar?…dan kapan kalian merasa pantas menyebut seseorang tersebut adalah sahabat kalian?

Bagi gwe sendiri, ya, sahabat seharusnya ada di saat senang maupun susah. Ya, sahabat adalah orang yang bisa gwe percaya sebagai tempat curhat, yang gwe yakini, tidak hanya sebagai pendengar setia, tp bisa memberi solusi. Tapi kalo masalah “tingkatan”, tunggu dulu. Yang jelas, dia memang lebih dari sekedar teman biasa, biasanya ia lebih mengenal kita sehingga kita akan merasa lebih nyaman berbagi cerita kepadanya. Tapi apa memang kurang dari pacar? hmm..tergantung. Tapi bukan itu yang ingin gwe bahas sekarang

Barusan gwe chatting sama temen gwe, sebut saja si mr.cinta-kaltim. Dia bilang :

Temen-temen tu pasti ada. Tapi kan kita ngga bisa ngasih predikat seseorang sebagai sahabat dalam hitungan hari atau bulan

Memang iya?

keep reading this 😉

Mandi??? Doh!

Entah menagapa, dari kecil gwe agak “bermusuhan” sama kegiatan satu ini.  Rasanya maleeess banget menggerakkan badan untuk masuk kamar mandi, ngelepas baju (jangan mikir macem2!!), nyalain keran, basahin badan, nyabunin badan, bilas, make handuk, gosok gigi, trus make baju lagi.  Wah, banyak amat kegiatannya.  Mending gwe terusn nonton, terusin baca komik, terusin internetan, dan terusin segala kegiatan gwe yang harus terpotong beberapa menit untuk mandi.  Jadi inget deh, dulu waktu kecil gwe sering mandi gk make sabun biar asal cepet aja. Ahaaayy..jorok dah!  😛

Lucunya, gwe punya temen-temen main yang hampir sama males mandinya.  Sampai-sampai kami pernah berikrar,

Kalo liburan, mandi cukup sekali! Kecuali kalau harus keluar rumah

Dan kami ber-8 pun segera setuju tanpa perdebatan yang berarti.  Ahahaha!

Continue reading “Mandi??? Doh!”