Banyak yang nanyak gmana ko caranya bisa jadi LO. Jujur sampe sekarang pun gwe bingung knapa gwe kepilih. Yaah…syukuri saja lah..:P
Nah, gmana kalo gwe ceritain pengalaman gwe aja siapa tahu bisa ngebantu kalo besok2 pada mau nyoba apply jadi volunteer java jazz ato event2 java festival lainnya.
Dimulai dari tweetnya raras, adek kelas gwe. Di tweetnya dia nanyak2 sendiri enaknya jadi apa di java jazz nanti. Selidik punya selidik, ternyata dia lagi nyoba daftar jadi volunteernya java jazz. Wew! pas banget emang dari dulu gwe pengen nyoba. Menurut saran dari raras, gwe pun mengunjungi situs resmi java jazz 2010 dan mencoba mendaftar dari sana.
Seperti biasa, ada 3 artis yang akan tampil hari itu. LG Hall mendapat HDV trio (dari Austria), Manhattan Transfer, dan Andien. Hari terakhir ini C1 selesai cepat karena jadwal mengatakan seluruh show selesai pukul 22.45! Karena kali ini Manhattan Transfer yang tampil di LG Hall, maka giliran anak2 c1 lah yang standby dari pagi. Yang paling kasian adalah Candra n Putra yang udah standby dari pagi banget gara2 gk tau perubahan waktu ngumpul.
Ron King Big Band
Gwe n Via sampe di venue sekitar pukul 10.30. Sampai di sana ternyata baru bandnya Manhattan Transfer yang datang. Padahal yang dijadwalkan datang cepat untuk line check adalah Manhattan Transfer dan Ron King Big Band yang memang akan tampil bareng. Akhirnya, gwe n Putra standby di Frontdesk untuk jaga2 seandainya rombongan datang. Yang duluan datang dan sesuai jadwal adalah Ron King Big Band. Gwe yang bertugas mengantar mereka ke hall sementara Putra tetap standby di Frontdesk kalau2 Manhattan Transfer menyusul. Lucunya, saat gwe nganterin mereka, mereka kaya berbaris satu banjar dibelakang gwe. Jadilah gwe + 21 orang personil Ron King Big Band + crew bagaikan ular naga panjangnya menjalar-jalar dari front desk ke LG Hall.
Me with Janice, Alan and Sheryl from Manhattan Transfer
Setelah Manhattan Transfer datang, line check dan gladi resik pun dilakukan. Diiringi dengan Ron King Big Band, Manhattan Transfer yang menjalani soundcheck dengan niat dan serius berhasil membuat gwe merinding. Gak bisa ngebayangin gwe gmana penampilan mereka nanti malam. Apalagi setelah dilihat lagi, sound di C1 lebih bagus dibanding Sound di C2, sehingga bisa dipastikan penampilan mereka lebih bagus dari kemarin. Dan gwe pun berhasil foto bareng sama 3 personil dari Manhattan Transfer 😀
Me with HDV Trio
HDV trio datang menjelang sore, sound check dan langsung siap2 tampil. Penampilan mereka dimulai pukul 5 kurang dan penonton yang datang termasuk sedikit. Sangat sedikit malah, karena sejak hari pertama hall C1 selalu dipadati penonton. Genre yang mereka bawakan pun agak asing ditelinga gwe sehingga gwe kurang menikmati. Tapi lama2 lumayan banyak juga penonton yang datang. Awalnya gwe rasa mereka datang untuk ngadem (C1 emang hall paling adem di JIExpo), tp ternyata yang datang pun setia untuk ntn sampai HDV selesai tampil. Sambutan pun cukup meriah. Dan ada wartawan Euronews yang mau mewawancari mereka. Dan kalo gwe perhatiin, tampaknya HDV cukup terkenal di daratan Eropa sana. Yang menarik adalah, gwe pun mencoba kemampuan berbahasa jerman gw ke salah satu personilnya (yg paling ganteng, selektif donggwe!) dan yang terjadi malah dia bicara make deutsch, gwe jawab pake english…gitu terus sampe beberapa percakapan. HAHA..yang penting jawaban gwe nyambung! 😛 Jadilah gwe nyempetin untuk foto bareng sama mereka
Manhattan Transfer great performance
Manhattan Transfer and Ron King Big Band tampil pukul 7 dan sedikit telat karena harus menunggu Direktur Utama LG dan rombongan Wakil Presiden Boediono. Performance pun dibuka dengan kata sambutan dari Pieter F. Gontha dan dibuka oleh pembukaan menggebrak dari Ron King Big Band. Lalu, tampillah Manhattan Transfer! Satu2nya penampilan di C1 yang gak gwe tinggalkan dari awal sampe akhir. Dan bener aja, dari awal sampe akhir, selama 1 jam lebih, gwe cman tercengang, terbengong2, takjub, dan terpukau ngeliat penampilan mereka yang superb!!! Semua personil sudah berumur, tp suara mereka sama sekali gk mengalami penurunan kualitas. Sebagai soloist mereka memukau, sebagai grup vokal mereka menakjubkan! Penonton pun selalu berteriak histeris dan semangat tiap satu lagu selesai dimainkan. Dengan Ron King Big Band sebagai pengiring, penampilan mereka pun megah dan luar biasa!! dan gwe berhasil mendapatkan tanda tangan 2 personilnya di kaos panitia gwe..:D:D
Me with Tim from Manhattan Transfer
Setelah Manhattan Transfer, giliran penyanyi Jazz cewek Indonesia yang tampil. Andien tampil sebagai performance terakhir di Hall C1. Belum lagi sound check dimulai penonton sudah mulai memenuhi hall. Mungkin karena jadwal mundur juga. Terjadi cukup kehebohan di belakang panggung. Gara2nya si Andien juga belum datang. Si Putra ditugaskan mencari Andien yang katanya lagi tampil di gedung niaga lantai 6. Dari info HT, gwe denger si Andien masih perform. Mbak Lili dari frontdesk udah ngomel2 untuk segera narik Andien ke hall c1. Suara di HT pun simpang siur antara Putra, Mbak Lili, n Mungky. Dan lagi heboh2 begitu, gwe yang lagi standby di backstage c1, melihat Andien yang melintas di depan gwe. Eerr……….baiklah. Sedikit mengerikan. Tapi untunglah itu Andien beneran dan show pun dimulai setelah telat hampir sejam. Penampilan Andien sendiri? hmmm…yah, standard lah. Nothing spesial. Masih mending HDV deehh!
Andien's Performance
Selesai performance Andien, selesailah tugas anak2 C1! Kita pun mengunjungi Hall C2 yang masih ada jadwal sampe jam 12 bareng anak2 food hall yang udah selesai dari sejak setengah 11. Setelah semua selesai bertugas, kita ramai2 balik dan disambut dengan sorakan ramai dari para panitia yg ada di Front Desk untuk menyelamati kami yang telah selesai melaksanakan tugas dengan baik.
Hal seru lainnya hari itu :
Nungguin Manhattan Transfer datang bareng Putra di Front Desk barang sesuai dengan info yang kita dapat dari LO dedicatednya Manhattan Transfer. Lagi asik2 main, kita dapat info kalo ternyata manhattan transfer udah datang lewat front desk artis dan sebenernya diantar melewati tempat gwe ma putra. dan kami pun gk sadar. Bagus.
Saat HDV tampil, gwe siap siaga di backstage demi menjalankan tugas mulia. Tiba2 gwe dapat panggilan dengan nada serius untuk ke selasar yang menghubungkan C1 dan C2. dan ternyata…disitu sudah tergelar berbagai makanan dan anak2 yang sudah siap bergosip. Yaayy!!
Lagi asik2 makan di selasar itu, Christian Mcbride yang tampil di C2 hari itu lewat dan ngeliat gwe n menyapa gwe dengan super semangat. Yaayy!!
Sempet adu tinggi tensi sama wartawan Euronews yang minta lagu yang diputer di c1 dimatiin biar mereka bisa wawancara dengan enak. Masalahnya si wartawan bule tua cerewet ini gak sabar sama sekali! gerrrrr!!!
Memaki-maki bandnya Andien yang gayanya naujubile tinggi2 selangit dah! padahal permainannya kurang oke malam ini…hih!
Haaahhh..selesai juga tugas super melelahkan tapi super menyenangkan di Java Jazz 2010 ini. Bener kata para panitia utama itu, banyak yang ketagihan untuk ikut lagi dan gwe salah satunya! Gwe kangen banget sama suasana itu n jadi pengen ikut lagi minggu depan! 😀
Here it goes the second day of Java Jazz 2010. Setelah malamnya baru tidur jam 3, ntah knapa gwe dengan mudahnya bangun jam8, sarapan dan udah sangat semangat untuk kembali bertugas. Sekitar pukul 1 anak2 area 4 pun sudah berkumpul di venue.
Dan kejutaaann! karena ternyata Manhattan Transfer yang pada hari itu tampil di hall C2 melakukan soundcheck dan line check mulai dari pagi dan pas gwe sampe sana ternyata mereka masih ada disana! woooww..jadi lah gwe sempet foto bareng sama salah satu personilnya yang namanya Alan Paul. dan mereka melakukan soundcheck udah kaya tampil beneran aja, satu lagu full dibawain, tiap orang yang bakal melakukan solo juga nyanyiin lagunya. Bener2 bersiap untuk menampilkan yang terbaik!
FYI, melihat jadwal yang bakal main malam minggu itu, gwe udah berniat sedikit buruk dari rumah. Gwe berniat untuk nyusup2 ke Diane Warren, Tony Braxton, Maliq, Endah n Resa, nonton Manhattan Transfer di hall sebelah, dan mencoba ntn Sandy Sandhoro. Hasilnya? let’s see…
Karena hari sabtu, sekitar jam 4-5 para pengunjung udah mulai ramai. Untuk hari ini, C1 mendapatkan Christian McBride and Inside Straight, Jane Monheit, dan George Duke Trio sebagai perfomernya. Weeww, orang2 hebat semua tuh! Christian McBride datang sekitar pukul setengah 5. Gwe jemput mereka dari Front Desk dan beberapa mengurus kebutuhan mereka sebelum mereka manggung. Yang paling konyol, mereka minta makan sedangkan makanan di kantin belum siap! Setelah diusahakan, tau gak apa yang mereka dapat? Makanan sisa lunch panitia. Tenang, yang penting bukan bekas dan setelah diracik sedikit asih sangat layak makan ko. Dan mereka pun berterima kasih sebesar-besarnya karena kalo gk makan mereka bisa ngantuk pas mainnya. Hyaahahah!
Setelah Christian McBride and Inside Straight main, gwe standby nungguin Jane Monh
eit di backstage sementara Candra n Putra menjemput Jane Monheit yang baru wawancara. Dan sialnya, tanpa ada komando apa, tiba2 gwe kena damprat sama managerjnya Jane Monheit! Si bule tua gendut botak beruban ini tiba2 ngomel2 ke gwe kenapa mereka dibawa dulu ke interview sebelum ke backstage kalo emang tujuannya backstage. Lah,Lah, om! emang jadwal artismu itu gituh wooyy!!selang berapa menit, Jane Monheit pun datang bersama suami dan anaknya. Oh my God itu si Jack anaknya Jane lucuuuu bangeett!! dan tiba2 Jane minta tolong untuk diantarkan ke shownya Ivan Lins sementara 15 menit lagi Jane harus udah siap line check. Beruntung Ivan Lins main di gedung sebelah, tepatnya di Hall B2. Sayang mereka gk bisa masuk lebih dalam lagi karena Ivan Lins bener2 penuh. Sekitar 15 menit mereka nonton pertunjukkan dan gwe pun kembali mengantarkan mereka ke C1. Daaann…itu namanya manusia udah kaya bikin kali deres aja di antara B2-C1. Untung itu Jane Monheit gk kegencet sebelum tampil kaann…fuh!
with George Duke!
Belum lagi Jane Monheit tampil, ada panggilan dari Front Desk untuk minta LO dari C1 unt
uk standby karena rombongan George Duke sedang dalam perjalanan ke Venue. Gwe n Putra Standby disana. Setelah rombongan datang, putra nganterin crew George Duke ke hall sementara gwe nemenin George Duke dan Managernya ke tempat interview di lantai 6 Gedung Niaga. Dan George Duke itu orangnya baiiik banget! senyum terus, ramah, klo ada fans pasti dilayanin. Jawab pertanyaan interview pun bercandaan dan bawaannya nyenengin. Sekitar setengah jam gwe nungguin George Duke interview setelah itu gwe pun mengantarkan ke LG booth tempat George Duke akan mendapatkan hadiah berupa HP baru dari LG. Dari sana, kami pun kembali ke Hall C1.
Nah, nah, bagaimana dengan niatan buruk yang gwe bawa tadi?setelah membaca 3 paragaraf diatas, harus sudah ada bayangan. Bahkan untuk makan malam aja gwe sampe lupa saking estafet nganterin artis2 itu bergantian. Bahkan Manhattan Transfer yang main di gedung sebelah aja gwe gk sempet nonton. Lagian, pas gwe nganter2 George Duke itu tepat saat Lee Rituner, Diane Warren, Sandhi sandoro dan sebagainya juga lagi main. Pas Tony Braxton main pun gwe harus standby di belakang panggung buat ngurusin Jane Monheit yang ingin pulang. G
we cman sempet ntn Maliq itupun diikuti harus lari sprint karena tiba2 ada kabar kalo krunya Jane udah datang n masuk gitu aja ke hall. fuh!Yaah..begitulah..
George Duke feat. Christian Mcbride
Nah, Performance?jujur aja gwe sendiri gk terlalu meratiin performance yang di hall gwe karena itu tadi, estafet dari satu artis ke artis lainnya. Tapi tetep gwe sempetin ntn ko. Karena nama2 artis yang main di hall gwe termasuk artis ternama, jadilah selama hari itu, hall c1 selalu penuh dipadati penonton. Christian McBride yang bahkan dijuluki sebagai monster bass oleh sang Legenda George Duke tampil dengan lagu2 jazz ringan n bertempo santai n kadang semangat. Bergenre Instrument Jazz, so, i Love it! Jane Monheit berhasil mendapatkan permintaan encore dari penontonnya dan membawakan satu lagu lagi. Dan itu suaraaa..wuiih..lembut kaya angin, jernih kaya air dah (gak lebay, sumpah!). Dari belakang panggung aja suaranya bener2 bikin orang2 yang ada di backstage terdiam, senyum2 menikmati. Sedangkan George Duke, agak memberikan kejutan lagi dengan mengikutsertakan Christian McBride di beberapa lagu awal. Dan Standing Applause pun terjadi untuk ketiga performer di C1 malam itu.
Me with Christian Mcbride
Tugas malam itu bener2 yang paling melelahkan. Entah gmana, mulai dari telapak kaki sampai paha gwe brasa ditusuk2besi. Belum lagi punggung n pinggang yang pegel2. Mendengar besok harus standby pagi karena giliran C1 yang mendapat Manhattan Transfer line check karena malamnya harus tampil, semangat pun merosot tajam. Karena kalo diitung2 gwe bakal hanya 4 jam. Gwe udah nyeret kaki aja waktu nganterin rombongannya George Duke n Christian McBride sampe tiba2 ada bokap gwe lari ke depan gwe n bawa kamera. Langsung lah gwe manggil Christian untuk minta foto bareng. Dan, begitu christian ngeliat gwe, dia inget kalo gwe yang ngurus dia di awal2 tadi, langsung sumringah, meluk gwe, foto bareng, berterima kasih sama gwe n ngelus kepala gwe…aahh…semangat pun mulai bangkit, kaki pun terasa sedikit ringan. Tapi begitu naik mobil, gwe kembali lemes karena harus jalan jauh banget gara2 susahnya dapat parkiran. Sampe di hotel gwe kembali nyeret kaki. Begitu masuk ke lift, gwe ketemu salah satu personilnya Adonis Puentes yang waktu itu sempet gwe ajak ngobrol2. Dan dia masih inget gwe! jadilah waktu itu kami bersalaman, berpelukan, dan cium pipi kanan pipi kiri. Sweet! gwe pun kembali merasa ringan saat kembali ke kamar. 😀 (FYI, si personilnya Adonis Puentes ini mukanya mirip pemain telenovela gtuuu..latin2 gitu lah 😀 )
Berakhirlah hari kedua gwe bertugas menjadi LO stage, disambut penutupan yang menyenangkan karena mendapatkan ungkapan terimakasih dari artis yang sempet gwe urus. That’s the best thing from being LO, you know.
Di sini, gk akan gwe ceritain gmana caranya gwe bisa jadi seorang LO Java Jazz 2010. Itu akan gwe jelasin di postingan gwe lainnya. Di postingan ini akan gwe ceritakan hari pertama gwe sebagai LO tersebut.
Akan gwe perkenalkan temen2 baru gwe yang bekerja sebagai tim selama menjadi LO. Kami tergabung dalam tim Area 4 yang dikoordinasikan oleh Mungky. Area 4 terbagi menjadi 3 bagian yaitu C1, C2 dan Food Area. Di C1, gwe ditemani oleh Putra, Candra, dan Via. C2 ada Valdo, Dhita, Selly, n Sheila. Sedangkan panggung di Food Hall digentayangi oleh pasangan Shita n Nicky. Area 4 dibantu oleh Bowo dari Front Desk yang siap menyampaikan ato menerima info yang lewat di front desk yang berkepentingan dengan Area 4. Lalu, karena gwe bekerja di C1, gwe cukup banyak bekerjasama dengan para Stageman yaitu Mas Erry sebagai Stage Manager dan Mbak Dewi sebagai stageman. Dan C1 juga dibantu oleh seorang dari divisi refrehment, Mulyono.
Area 4 ++
Hari pertama, gwe n tim LO gwe kumpul di Hotel Borobudur dari jam 11. Setelah briefing sebentar, bagi2 HT, sekitar pukul 1 rombongan pun berangkat ke venue menggunakan bis Blue Bird. Sampe disana, kita masih sempet keliling2 venue, ngecek2 stage, nyari2 orang stage, ato sekedar leha2 duduk santai di lantai 6 bareng Putra, Candra n Via. Menurut jadwal, sekitar pukul 4 sore Artis yang pertama perform datang n melakukan soundcheck. Karena masih ada 3 jam, jadilah kita santai2 dulu sebelum bersibuk-sibuk ria.
Hari itu, C1 mendapatkan Adonis Puentes, Java Jazz (Indra L,Gilang R, Dewa B), and Roy Hargrove. Sekitar setengah 4 ternyata rombongan Adonis Puentes sudah datang. Mereka pun langsung melaksanakan soundcheck n sgala keperluan sebelum tampil. Awalnya, gwe gk terlalu ngurus mereka karena disaat yang bersamaan Indra Lesmana n Dewa Bujana juga sudah datang. Pembagian tugas pun terjadi secara spontan, Putra ngurus Adonis, Candra nemenin Indra, Via standby di frontdesk n sibuk2 nyariin Refreshment atau sibuk nyariin kebutuhan personel Adonis berupa sumpit, ya, sumpit. Dan gwe? ada cerita cukup menarik ttg tugas gwe di hari pertama ini.
with Indra Lesmana
Menurut jadwal orang2 media, Indra Lesmana cs ada jadwal wawancara. Indra Lemana sudah oke, tp tmen2nya belum datang. Dewa Bujana? nah ini dia yang bikin tugas gwe cukup seru. Karena dikira gk ada apa2, Dewa Bujana n istrinya izin mau nyari2 peta venue. Gwe ingetin kalo ternyata mereka ada interview. Dewa bilang, dia cuman mau keliling sekali, nyari peta, trus ntar keluar di area c1. Nah, gwe tungguin lah dia di area C1. Sekitar setengah jam ko gak muncul2, sampe akhirnya orang media pun datang trus nyariin. Jadilah gwe berkeliling area pameran untuk nyari2 Dewa Bujana. Gwe putarin area pameran yang udah cukup ramai. Gwe telusuri satu2 booth, gwe kunjungi booth2 yang kira2 menarik bagi seorang Dewa Bujana sampe 2-3 kali. Sampe2 Mungky pun turun untuk ngebantuin gwe nyari dia. Setelah muter2, ketemu lah gwe sama sang Gitaris tersebut. Dia bilang, “kita udah keliling2 belum ketemu nih sama peta venue. keliling sekali deh ya…lagian tadi pas lewat c1 kamu juga gak keliatan, hehehe..”. Err..baiklah, dengan semangat gwe anterin mereka keliling2 booth info n merchandise disekitar situ. dan hasilnya? nihil!selama nyari2, Dewa pun sering disamperin fans, media, ato kenalan2nya. Bahkan dia pun sempet mampir ke toko gitar buat ngobrol2 sementara istrinya keliling2 nyari peta (berasa kurang aje gitar di rumahnya apa ya? 😛 ). Pendek kata, setelah berapa kali berhenti, kita pun sampe ke C1. Dan kalian tau apa yang orang media bilang? “Sorry yo, kita gak jadi wawancaranya..*nyengir* “. Great. Baiklah. Terima Kasih. Gak Masuk Akal. huh!
Adonis Puentes Line Check
Performance? ok, let me tell you about the performance at C1 that night. Adonis Puentes menampilkan jazz yang beraliran latin dan samba. Menarik. Dan sangat sukses membuat para penonton di C1 menari samba, salsa, tango dan sejenisnya. Java Jazz, bandnya Indra Lesmana cs (FYI, mereka memang sudah menamakan band mereka Java Jazz jauh sebelum JJF diselenggarakan) tampil kedua. Awalnya, penonton yang datang sangat sedikit. Cuman 2 barisan pertama yang dipenuhi. Tapi, sesaat setelah beberapa performance selesai, tiba2 seberoyotan orang masuk ke c1 sambil lari2 gak karuan ngejar tempat duduk paling dekat panggung. Dan, mendadak, semua tempat duduk penuh, dan banyak dari penonton yang berdiri sampe depan. Performance Java Jazz dimulai tepat saat Performance John Legend berjalan. Dan ternyata pengunjung2 yang tidak ntn john legend banyak juga yang ntn Indra cs. Setelah penampilan Java Jazz, Roy Hargrove pun bersiap untuk tampil. Di belakang panggung Roy melakukan pemanasan dengan memainkan trumpetnya dengan nada-nada dasar dan melodi2 pelan.Roy Hargrove Quintet membawakan Jazz Instrument. Dan gwe pun sadar kalo Jazz Instrument ini lah yang gwe suka untuk aliran musik ini. Dan permainan trumpet Roy bagaikan permainan gitar Santana dalam sebuah lagu. Love it!
Setelah selesai tampil, gwe mengantarkan Roy Hargrove ke Front Desk. Mereka terpaksa nunggu transport karena bis yang akan mengantarkan mereka pulang tersendat saking padatnya lalu lintas di luar sana. Lagi nemenin sambil ngobrol2, tiba2 datang 2 personil bandnya Adonis Puentes, Larry n Jeff, ngasi tau kalo Larry kehilangan ID cardnya. Jadilah gwe menemani mereka ngurus ke ruang committee dan trus nemenin mereka sampe mereka pulang. Dan ternyata mereka ini orangnya ramah n lucu deh, jadi seneng ngobrol2 sama mereka. 😀
with Jeff and Larry
Hari terakhir pun dilalui dengan sukses dan aman terkendali. Kejadian2 seru lainnya :
Menyebut Roy Hargrove jadi Roy Mangrove dan tampaknya kedengeran sampe front desk sana.
Sempet lari2 ngejemput Indra Lesmana ke front desk, masih ngos2an sampe front desk ternyata Indra udah diantar ke stage n kita harus lari2 ngejar Indra karena takutnya gk ada yang nemenin di stage
Sibuk nyariin Mas Erry yang entah kenapa di hari pertama justru ilang timbul padahal kita lagi butuh banyak info tentang stage
Nonton John Legend gratis!! setelah ngiterin hall D2 tempat dia perform akhirnya gwe bisa masuk juga dan sempet menikmati 2-3 lagu dari John Legend 😀
Foto2 n ketemu dengan banyak artis tentunya 😛
John Legend;s Performance. Kejauhan, jadi gk jelas >.<
Nah, hari pertama juga sukses membuat gwe jalan menyeret kaki pas pulang, tidur kurang nyenyak karena kecapekan, tp excited untuk kerja 2 hari kedepan.
Warni-warni, suka gerak sana-sini, muter sana-sini. Labil kan??Itu lah rubik!
Ntah sejak kapan, peramainan yang pertama kali keluar sejak 30 tahun yang lalu ini kembali menjamur baru-baru ini. kalo dulu kubik hanyalah kubus yang terdiri 9 kubus kecil2 lainnya yang disusun 3×3, sekarang susanan tersebut sudah bervariasi. Mulai dari 2×2, 4×4, 5×5,7×7,9×9, sampai ada yang berbentuk bukan kubus lagi seperti bola atau segitiga.
Gwe udah lama pengen mencoba untuk bisa nyelesein rubik, mulai dari yang paling umum dulu, yaitu 3×3. Awalnya memang hanya sebatas penasaran. Merasa yakin (sebenarnya) gwe bisa, secara ada rumusnya. Tapi meski udah ngeliat orang2 beradu kekuatan di YouTube, gwe malah bukannya tertantang, tp justru memandang remeh….bayangan gwe, ah, pasti orang2 itu bisa karena ada rumusnya, trus hapal, trus sering banget autis main2 tu kubus. Sombong memang, tp ya begitulah.
Sampe suatu ketika, temen kosan gwe bernama Efi hadir membawa kubik 2×2. Merasa gk pernah ngeliat sebelumnya, gwe mulai penasaran. Gwe coba utak-atik sendiri tanpa belajar rumus apapun. Emang lama2 keliatan pola langkah2nya, tp tetep aja karena masih utak-atik berhadiah, gwe gk tau urutannya untuk nyelesein tu rubik. Gwe masih berpikir, ah, pasti karena gwenya aja yang gk tau rumusnya, toh gwe dah dapet2 polanya….yap, gwe masih jumawa.
Sampe akhirnya Efi membawa 3×3. Dia cerita perjuangan dia belajar menyelesaikan rubik. Gmana dia sering banget nelpon suaminya untuk nanyak2 caranya. Sampe akhirnya dia cerita kalo dia udah bisa. Udah lancar. Udah bisa menyelesaikan sekitar 2 menit. Wuih! Dan sifat gk-mau-kalah dan ingin-membuktikan-diri gwe pun bangkit. Gwe mulai minta ajarin si Efi. Efi cuma punya 1 kubik 3×3. Jadi lah dia kalo ngajarin gwe cuman nunjukkin atraksi dia muter2 sisi kubik sambil bilang “ini, ke atas, yang ini diputer, trus dikebawahin, diputer lagi, yang putih dinaikkin..bla bla bla”. Gwe yang waktu itu masih setengah hati untuk mempelajari kubik, hanya mengerutkan dahi, mengingat pelajaran 3 dimensi waktu SMA, dan merasa minder karena merasa kemampuan spasial gwe sangat menurun. Sial! Ternyata gk semudah itu. Dan gwe pun sok gak peduli, sok merasa gk kalah, sok merasa kalo nanti juga gwe palingan bisa…dan sekitika gwe hentikan latihan gwe saat itu.
Entah angin darimana, tiba2 si xenia ikut2an ketagihan mainin tu rubik. Mulai dari nanyak2 si efi, ngeliat youtube. Dia rela autis2an masuk kamar orang bawa si kotak labil itu sambil ngeluarin suara “ckrek, ckrek, ckrek…”. Bahkan dia rela membaca tarot orang sambil mengeluarkan suara tersebut. Dan dia pun mengaku pernah membawa tidur si kotak labil itu, dalam pelukannya. Ouch! sekuat itu kah pesona mengalahkan rubik??? Baiklah, saatnya saya serius.
19 Februari 2009, pkl. 20.45, sambil ditemani OVJ yang masih mengudara, bertempat di kamar Efi. Gwe pun mengambil rubik yang biasa nangkring di atas TV kamar Efi. Dan dengan serius meminta Efi untuk mengajarkan gwe, dan kali ini gwe pun serius mendengarkan dia mengoceh “diputer,dikebawahin,dikebelakangin,diputer lagi,yang ini dibalikkin…blablabla”. Pukul 21.35, gwe berhasil memecahkan rubik untuk pertama kalinya. Dengan bantuan Efi tentu saja. Malam itu, hingga pukul 00.00, gwe beberapa kali berhasil memecahkan rubik. Masih bertempat di kamar Efi, masih dengan bantuan Efi di langkah terakhir (meski dia udah merem melek, n selalu kebalik antara horizontal n vertikal). Gwe pun akhirnya mencoba mengutak-atik sendiri rubik hingga pukul 01.00, tp tetap saja gagal di langkah akhir sehingga gwe belum bisa menyelesaikan sendiri dengan kemampuan gwe sendiri. Kesal, tp tetap merasa yakin, gak akan lama gwe berkutat dengan ini, gwe pasti dengan cepat akan berhasil!
Besoknya, pagi2 gwe udah ngejar Efi, nanyak langkar terakhir harus bagaimana. Dia kasi tau, gwe nangkep maksudnya, gwe coba praktekan…dan gagal! sial! salah dmananyaaa??gwe masih gk ingat langkah terakhir yang diajarin Efi. Polanya terlalu aneh menurut gwe. Cih! Dan gwe pun memutuskan untuk membuka-buka youtube. Ada banyak video yang mengajarkan cara menyelesaikan rubik. dan gwe pun memilih video berikut karena memiliki langkah awal yang sama dengan yang diajarkan Efi. Yang gwe butuhkan hanya langkah akhir!!
daaannn…kurang dari sejam, voila! gwe pun berhasil memecahkan rubik tanpa bantuan siapa2 lagi!! yaaayy!! eurekaa!!!
Gwe gak ngejar mau secepat apa. Yang gwe kejar, gwe bisa! yang penting termasuk dalam jajaran orang bisa. Gwe gak mau sampe ngejar berapa detik, gak mau sampe blindfolded, toh yang penting gwe bisa! Btw, rekor waktu gwe termasuk standar, 3,5 menit. well, not bad for person who just learned it within 12 hours 😉