Category: Some Old Stories
College and dorm life, internship life. Those stories who make me who I am today.
Bogasari’s Days….begin!
Yap, setelah menunggu terlalu lama karena memang dimulai cukup lama, akhirnya gwe pun memiliki objek TA. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour akan membuat gwe keringat kepanasan, keringat kedinginan, keringat panik, dan berbagai macam keringat pusing + stress lainnya selama gwe mengerjakan TA
Tanggal 29 Juni 2010, PT. ISM tbk. divisi Bogasari Flour mewajibkan semua peserta PKL maupun riset yang akan memulai kegiatan tersebut pada bulan juli untuk datang dalam rangka induksi pertama. Wajib. Kalau gak datang dianggap mengundurkan diri. Dan gwe pun harus rela jadwal ujian gwe diundur alias ikut susulan demi induksi tersebut.
Gwe dan Wicak telah datang setengah jam sebelum waktu yang ditentukan. Kami pun berniat menyusuri wilayah bogasari sekalian mencari gedung Lab. Centre tempat induksi dilaksanakan. Setelah sedikt nyasar, nyium gandum, dan dihujani tepung yang ntah dari mana, kami pun sampai ke gedung lab.centre. Setelah itu…..penjelasan mengenai Indofood dan bogasari…dan ngantuk. Selesai penjelasan, kami diberikan waktu sebentar untuk beristirahat dengan suguhan kopi dan teh. Gwe ambil kopinya, dan….asem. Khas kopi instan…ukh! Acara dilanjutkan dengan pengarahan safety dan penempatan. lalu pulang. dan gwe ngantuk parah.
Gwe gak datang pada tanggal 1 karena harus menemui dosen dan mencari tau tentang susulan ujian yang diundur. Maka, gwe pun baru datang pada tanggal 2…dan kecepatan setengah jam. wew.
Pukul 8 tepat, gwe dan wicak sudah sampai di ruangan safety tempat kami akan bermukim selama sebulan ke depan. Setelah menunggu sebentar, kami pun dipanggil dan dihadapkan dengan seluruh pegawai safety (yang memang hanya segelintir) dan pak diharto yang merupakan manager bagian safety. Setelah itu perkenalan diri…dan ternyata bapak-bapak Safety cukup baik dan santai! fiuuh…
Setelah perkenalan, kami pun diajak berkeliling. Melewati silo (tempat penyimpanan gandum) setinggi puluhan meter, menyusuri konveyor diketinggian kurang lebih 10 meter, melihat jalur konveyor – jetty (dok kapal loading gandum) yang tidak terlihat ujungnya sama sekali, melihat pengepakan karung tepung seberat 25 dan 50 kg…..sukses membuat bau gandum kebawa-bawa sampai gwe pulang. Sampai saat itu, gwe belum menemukan hal yang pas untuk TA gwe. Mulai panik.
Gak kerasa, sudah waktunya makan siang. karena gwe lagi gak solat, gwe pun bisa makan duluan bareng sama pak Ucok. Dan….di Bogasari makanannya 4 Sehat 5 Sempurna!! Terdapat 3 macam jenis lauk utama yang boleh pilih, 2 macam masakan sayuran, bakwan, kerupuk, jeruk….dan susu Indomilk UHT fresh milk coklat dingin! whoaaa….beda banget sama LG yang “cuma” ngasi Yakult. ahahahha!
Setelah makan, gwe pun diajak lagi berkeliling di bagian Maintenance. Nah, disini nih gwe mulai mendapat banyak pencerahan. Kebetulan si bapak2 yang di Maintenance itu pengen ngerubah lay-out dan berharap lay-out yang dihasilkan menggunakan pendekatan Ergonomik. Menarik. Bisa lah buat TA. yay!!
Jadi, itulah hari pertama di Bogasari. Semoga lancar. Lancar TAnya, lancar asupan susunya, lancar gak kebawa-bawa bau gandum. AMIN!
Sorry, your ATM card is Expired!
Here’s the situation :
- You only hold 200.000 rupiahs in your wallet.
- You need to pay for about 570.000 rupiahs for Goethe’s Examination
- and you just buy electronic gadget from online so you need to transfer some money for about 317.000 rupiahs
- Your Passbook is not with you. For my case, it’s there, at Bontang. So all you can do is only go to the ATM and do the payment then withdraw some amounts of money
so you go to the ATM, insert your ATM card, and suddenly, this one appears :
Sorry, Your ATM card is expired. Please contact…blah..blah…blah…
Dhierr!!
Don’t worry, that’s not the end of the world. haha… 😛
I just got that experience 2 days ago. Fortunately, my bank is Mandiri Bank and it’s close to my campus and my dorm. And it’s close to the police station. Police station? What for? here’s the story.
So, I went to the bank and directly queued at the customer service area. I told the officer about my condition, well, not that paying part things, but the part that i left my passbook at Bontang (how great i am, huh?!). And he said, ” just go to the police station, tell them that you lost your passbook and ask them to make a lost letter for you.” Huh? i didn’t lose my passbook, i just left it. “Don’t worry, we’re just pretending,” he said. Ok, then, great! i Love pretending! huahahah!! and the nearest Police Station is only about 500 meters from the bank (for you who lives in Bandung, yeah, It’s from Mandiri Siliwangi to the Police Station Coblong at Sangkuriang).
At the police station, i saw so many people queuing for the same reason with me, asking for the lost letter. So many lost we got here, huh? I waited for about 20 minute until it’s my turn. I told the police that i lost my passbook, and he asked me my identity card, and asked some questions about how i lost my passbook. Yes, pretending. assume. 😛 The process is just that simple. We will receive the lost letter immediately after he typed it on his computer. After that, i went back to the bank again to do the next process.
So, at the bank, i queued again! Day of queuing i guess that day…I got queue number 52. And, it was stuck when it’s 51. oh, damn! So, i waited for another 20 minutes until one of the customer service open it’s service – ___ -” . But, it’s just unexpectedly simple. here what i did :
- Filled the form for asking the new card.
- You’ll be asked which type your card that you want (it depends on how big amount you can withdraw). Then you’ll be asked whether you want your name written on it or not. Because i need it in hurry, i asked the officer to make it without my name written on it. If you want your name written on your ATM card, you need to wait for about 2 weeks! no no no…no time for that!
- Then you wait. Yeah, you wait for the officer processing your card. They will ask a permission to the bank where your account was made, in my case, it’s in Bontang. Then, the bank representative from Bontang will call you and confirm to you that you wanna make a new card. You only have to wait for about 1 hour or less. until your card’s ready! yaayy!! Simple huh?
While i waited for the card’s making process, the officer offered me to open a deposit account. You know , it’s for a long-term savings. She told me about everything, how to make it, and how if something something happened….and, i agreed! hahaha! as usual, suddenly, randomly, i have my own deposit account for long-term savings! but, for a start, i only do it for a year and the bank will automatically withdraw 100.000 rupiahs from my other saving account, the regular one. And, besides that, i have my own life insurance! wow…so, the bank will give us another advantage if we opened that deposit account.
Then, here i am. Having a new ATM card, Deposit account, and a Life Insurance for within 2 hours without any plans about that before 😆
Saya dikepang!
Entah apa yang merasuki Giffa, tiba-tiba dia mau mengepang rambutnya Dwiki. FYI, rambut dwiki ini panjang dan bergelombang jadi masih termasuk rambut yang masih “wajar” untuk dikepang. Lah, tapi kalau setelah itu Giffa mengepang rambut gwe apa jadinya?? ya begini nih
Bah, saking pendeknya, ikat rambut yang putih menutupi hasil kepangan. Dan kepangan dengan karet hijau membuat gw terlihat seperti Upin. fuh…. 😐
Btw, ini hasil kepangan untuk dwiki
Bagus yaa…entah mengapa mengingatkan gwe sama kepangan nenek gwe di rambutnya 😀
Rumah kedua bernama kos-kosan
Entah kenapa, anak kosan selalu diidentikan dengan kesusahan. Susah makan, namanya juga anak kosan. Seret duit, namanya juga anak kosan. Jarang mandi, namanya juga anak kosan. Tidur n makan gak teratur, namanya juga anak kosan. Lama-lama, kata-kata “anak kosan” bisa jadi semacam excuse untuk kami, para “anak kosan”, untuk hidup secara tidak teratur 😀 . Meskipun tinggal di kosan yang harga sewanya bisa mencapai lebih dari 1,5 jt/bln, ntah mengapa, karena punya predikat “anak kosan”, sering juga dikasihani sama anggota keluarga.
Tapi coba deh, kita-kita ini sebagai si anak kosan, merasa sesengsara itu kah “numpang” di rumah orang lain, berbagi atap dengan orang yang tidak dikenal (bahkan mungkin kamar atau kamar mandi), dan hidup selama bertahun-tahun dengan orang yang benar-benar baru dikenal? Hampir 4 tahun gwe memiliki predikat “anak kosan”, gwe akan menjawab, TIDAK!
See why i said that, keep reading this

