Lanjutan dari rangkaian acara KI, setelah dari Villa gwe, kami pun berangkat ke Sukabumi untuk rafting. Cukup susah juga mencapai tempat rafting ini. Mungkin karena kami masuk melewati jalan alternativ. Kami masuk ke semacam kompleks yang gersang dan jalan yang dilewati pun hancur. Jalan yang dilalui menanjak dan penuh dengan batu2 kerikil untuk menutupi jalan yang rusak. Belum lagi berkelok-kelok tajam dan berbentuk tapal kuda. Berasa udah rafting dah di dalam bis.
Begitu sampai, kami pun disambut oleh snack pisang goreng dan minuman hangat (boleh pilih, kopi atau teh, self service gitu). Ternyata Caldera ini menyediakan bungalow atau pondokan buat para pengunjungnya. Tapi mungkin itu khusus bayaran yang lebih mahal dari kami karena kami hanya diberikan semacam pendopo, lengkap dengan kursi dan meja untuk makan. Padahal bungalow yang ada disitu menyediakan kasur…ada harga ada kualitas lah ya… Oh ya, semua bangunan disini didesain dengan suasana alam. Atapnya dipasang rumbai-rumbai, semua berdindingkan kayu, ada juga yang berdindingkan batu dan dibiarkan terlihat corak batunya. Gayungnya pun lucu, terbuat dari batok kelapa yang ditusuk dengan bambu. Kamar mandinya wangi kelapa, jadi jangan khawatir untuk merasa jijik saat harus menggunakan kamar mandi. nih, snap shot bungalow di Caldera

Setelah menikmati snack, kami pun dipersilakan untuk mulai mengenakan perlengkapan rafting. Perlengkapan terdiri dari Life Jacket, Helmet n dayung. Life Jacket disesuaikan dengan ukuran badan, mulai dari S-XL (ajaib, gwe dapat ukuran S! udah melar kayaknya tu pelampung 😛 ). Setelah tiap orang telah mengenakan perlengkapan dengan lengkap, kami pun dikelompokkan menjadi beberapa kelompok. Masing-masing terdiri 3-4 orang dan dipandu oleh 1 orang guide. untuk satu kelompok yang terdiri dari 3 orang diberikan 2 guide sebagai pemandu. Gwe pun sekelompok dengan Giri, Zora dan Pak Ifti dengan guide bernama Dayat. Setelah semua siap, kami diberangkatkan ke tempat start dengan mobil pickup. Dan pengalaman waktu di bus saat menuju caldera pun terulang kembali. Berkelok-kelok, naik-turun, terguncang-gancang, plus kami kehujanan. Basah dan terombang-ambing, benar2 pemanasan yang pas sebelum rafting yang sesungguhnya.












