When your life turns too fast….

Hidup pasti berubah.  Cepat atau lambat, dalam keadaan yang lebih baik atau lebih buruk, menjadi yang terduga atau tidak, yang jelas pasti akan berubah.  Dan itu semua perlahan akan merubah orang yang menjalani hidup itu.

Saya yakin, banyak orang yang pernah mengalami perubahan hidup yang begitu cepat.  Biasanya tiba-tiba berubah drastis.  Ntah mendadak kaya, mendadak miskin, mendadak sakit parah, mendadak dapat warisan dari orang yang gak dikenal, mendadak jadi istri orang (eh, yg ini ko macam habis hangover) atau segala dadakan lainnya.  Tapi yang mau saya ceritakan kali ini (setelah 6 bln meninggalkan blog) benar-benar perubahan hidup saya yang bertahap, tapi segalanya sungguh sangat cepat.

Yang penting, heppii….

Tepat setahun yang lalu di tanggal ini, saya baru saja menyelesaikan penelitian saya di Bogasari.  Seharusnya sayamenggunakan waktu-waktu setelah itu untuk rajin berinteraksi dengan pembimbing, mengejar ketertinggalan saya dalam mengerjakan Tugas Akhir sementara sudah banyak teman-teman saya yang maju sidang akhir dan akan wisuda oktober 2010.  Tapi saya justru tidak peduli.  Ntah mengapa saya waktu itu cenderung masa bodoh dengan Tugas Akhir saya. Saya anggap itu sesuatu yang menghalangi saya untuk melakukan apa yang saya mau.  Saya pun kesana-kemari, mencoba ini-itu, leha-leha, main-main, bimbingan pun dilakukan hanya sebulan sekali,dan pada bulan Desember, bab 1-3 gak berkembang sejak pertama kali saya tuliskan di bulan Agustus.  Tapi entah mengapa, saya puas dengan apa yang saya dapatkan pada masa-masa itu. Pengalaman-pengalaman yang nggak akan saya dapatkan kalau saya serius mengerjakan TA, cepat sidang, dan mungkin segera bekerja. I’m so grateful about what i had that time, even though it was one of my darkest time (maaf gak bisa cerita terlalu detil ttg ini).

Memasuki tahun 2011, saya mulai kenyang dengan pengalaman-pengalam bodoh yang saya lakukan bulan-bulan sebelumnya. April di depan mata, Yo. Itu yang selalu kepikiran di otak saya saat itu. Kepikirannya sih, dari januari. Realisasinya? Februari. Waktu deadline? Maret.  Tiba-tiba saja hidup saya berubah dengan sendirinya, dengan kesadaran sendiri (yg harusnya mungkin muncul sejak bulan-bulan sebelumnya).  Siklus hidup berubah. Tidur saat Subuh, Bangun saat Zuhur, Bimbingan saat Ashar, les jerman saat Maghrib, dan mulai bekerja lagi saat Isya.  Sarapan jam 12, makan siang jam 16, makan malam jam 22. Bergeser, berputar, acak-adut. TA pun selesai dalam waktu kurang dari 3 minggu. itu pun saya juga heran, kenapa pembimbing percaya saja saya maju untuk sidang. Dan 9 Maret, saya dapat gelar Sarjana Teknik saya.

Continue reading “When your life turns too fast….”

Me…goes to Europe!!

Gak bohong!

secara tiba-tiba saja, insya Allah, gwe tidak merayakan lebaran di Jakarta bersama keluarga besar, tapi gwe akan merayakan di Jerman! wow!

mimpi apa coba gwe?
Rencana gwe, gwe akan keliling eropa tahun 2011, backpacking. Dan, dengan segala kerandoman dan keimpulsivan gwe, rencana mengunjungi benua itu dimajukan hingga lebaran nanti! wew!

Semua benar-benar diluar perkiraan.
Gak ada bayangan di benak gwe sebelumnya, saat gwe menerima BBM dari Dona temen gwe.  dia pun bertanya suatu hal sederhana, berapa harga tiket masuk ke dufan. Ya, dufan.

Dan percakapan pun bergulir tentang wahana-wahana di dufan. Antriannya. Yang seru atau yang tidak. Dan mulai lah kami membandingkan dengan Disney Land. Dona dengan Disneyland paris, gwe dengan Disneyland Los Angeles. Dan merembet ke segala jenis Universal Studio. Dan, ntah apa yang Dona pikirkan, tiba-tiba dia teringat sesuatu, dan berkata, “September nanti gwe mau ke jerman, agak lamaan, 20 hari gitu. Mau ikut gak??”

What????

Gwe tanya waktunya, dia bilang tanggal 5-23 september. Untuk pertama kalinya, gwe membuka kalender pendidikan ITB jauh sebelum kuliah dimulai. Dan, libur lebaran jatuh pada tanggak 6-17 september. Dan gwe pun mulai berkalkulasi. Jika gwe pulang tanggal 23, gwe hanya bolos seminggu, dan lagi pula kuliah gwe sudah mulai jarang. Definitely, it’s the right time!!

Dan gwe pun memulai diskusi dengan mama. Mulai khawatir karena justru biasanya Exit Permit dari orang tua lebih susah keluar dari pada kedutaan mana pun. Tapi, entah angin apa, tiba-tiba nyokap gwe bilang, “ya udah, ntar mama bilang papa”. Wew!!

Mulai lah gwe panik mencari tiket, karena syarat orang tua gwe hanya boleh pergi jika dan hanya jika satu pesawat sama Dona. Sementara Dona sudah membeli tiket duluan. Dengan bijaknya, si Dona sudah membeli tiket Lufthansa. Astaga, kurang mahal apa lagi coba??? Setelah panic attack yang cukup lama, akhirnya, terbelilah tiket PP Jakarta-Berlin-Jakarta dengan Lufthansa,  $ 1630,11. uh oh. Impulsive termahal.

Jam 6 sore membicarakan Dufan, jam 11 malam sudah memiliki tiket. Wawww!!

Deutschland, kommen hierher, ich!!

Antara aku, temanku, dan Gandhi

Suatu waktu, saya sedang kalut hingga temanku berkata seperti ini :

” Lebih baik nangis, daripada dipendam jadi dendam”

Dan saya yang antipati sama yang namanya menangis pun menjawab :

“Daripada menangis dan terlihat lemah, lbh baik aku dendam tapi terlihat kuat”

Teman saya itu hanya tertawa.
Tapi saya langsung terngiang jawaban apa yg akan seorang Gandhi berikan (oh, jangan tanya kenapa Gandhi bisa muncul) :

“An eye for an eye makes the whole world blind”

Sial.

Tapi lalu saya pun teringat, dan mencoba mendebat orang bijak itu :

“An eye for an eye makes the whole world blind, huh? But, We loved each other…oh , and you know, love IS blind. We’re already blind.”

when we lost our bestfriends

That’s what i feel now. At least, what i start to feel now.

Semenjak semester 8, semester paling kejam yang pernah ada. Bukan karena tugas-tugasnya. Atau karena mata kuliahnya. Tapi karena kami yang mulai jarang bersama.  Semua sibuk dengan mata kuliah pilihan masing-masing. Dan tentu saja sibuk dengan tugas akhir masing-masing. kurang kejam apa coba??

Saya pernah kehilangan seorang sahabat. Dia pindah untuk mengejar cita-citanya saat ia masih SMP. Persahabatan 13 tahun kami selesai sampai di situ. Ketika kami bertemu, kami seperti orang yang tidak pernah saling mengenal. Mengingat segala permainan yang sering kami lewati bersama sebelumnya, hhh, mengerikan.

Nah, persahabatan yang kami jalani baru 4 tahun ini, akan kah bisa bertahan?

Kalau dipikir-pikir lagi, apakah sekarang ada yang dinamakan sahabat hingga akhir hayat?? Saya pun bertanya pada diri sendiri, punya kah Saya sahabat yang seperti itu? apakah saya seorang sahabat yang seperti itu bagi sahabat-sahabat saya sekarang?

Karena, coba kita lihat-lihat lagi. Persahabatan bisa berubah seiring perubahan pada hidup kita. Sahabat waktu SD bisa berubah saat kita SMP. Mungkin juga sahabat sejak SD hingga SMA menjadi terlupakan karena berbeda tempat kuliah, sehingga hidup kita berubah, cerita kita berubah, kisah tak lagi sama, tawa dan sedih tak lagi bersama. Jadi asing, digantikan oleh sahabat sewaktu kuliah yang memiliki kisah yang sama, tawa dan sedih yang bersama.

Salah kah itu semua??

Kami hidup di era dimana teknologi bukan lagi makhluk asing. Bukan lagi seperti penggambaran orang-orang zaman dulu dimana teknologi hanya berada pada tempat-tempat penting.  Semua memiliki email, beberapa jaringan sosial, dan semua bisa dibawa kemana-mana dalam genggaman sebuah telepon genggam. Tapi, tetap saja semua itu terjadi. Jadi salah dimananya? manusianya kah?

Kita sendiri yang tidak sadar memilih mana yang sebagai sahabat kita mana yang sekedar teman biasa. Kita sendiri yang meninggalkan sahabat lama kita, lalu selanjutnya mulai tidak saling mengenal. Kita pun mulai berpikir bahwa sahabat lama kita sudah tidak cocok dengan kita, dan kita merasa lebih nyaman dengan sahabat yang baru. Mungkin? Mungkin saja itu terjadi.

So what will you do when you lost your bestfriends? find another bestfriend? Is that a right move?

or….keep it? no matter what happened between you two.

I Dream Dreams

Sebuah quote yang gwe ambil dari film Remember Me,

You know what day I’m staring at, Michael. By 22, Ghandi had 3 kids; Motzart, 37 symphonies; and Buddy Holly was dead.

That made me kinda think about…my life.

I’m 22….and what am i now? Human being. Ordinary human being.

Hell yeah, i dream dreams. a lot of dreams.

Banyak sekali yang ingin gwe lakukan.

Ingin keliling dunia, siapa yang tidak mau? tidak hanya keliling dunia, gwe ingin mengetahui kehidupan di sana, tiap sejarahnya, budayanya, dan bahasa. yap, gwe sangat mencintai bahasa.

Impian gwe yang lain, gwe ingin bisa menguasai lebih dari 3 bahasa dunia. Progress sekarang? fluently in Bahasa, English, and soon-to-be-fluent in Deutsch. Sedikit-sedikit tau beberapa istilah Jepang, tau bagaimana menghitung hingga 15 dalam bahasa spanyol, tau beberapa salam dalam beberapa bahasa yang umum, dan bisa memesan susu coklat panas dalam bahasa yunani. Hahaha. Kesederhanaan itu penting! :))

Karena itu lah, gwe ingin punya pekerjaan yang bisa membuat gwe keliling dunia, atau paling tidak indonesia. Siapa yang gak pengen punya pekerjaan kaya Samantha Brown, Ian Wright atau Pak Bondan? Udah keliling dunia, makan-makan, dibayar lagi! 😀 Tapi…gwe pun terpikir jenis pekerjaan lain, berkeliling dunia sambil memberi sesuatu. Seperti….hmm, let’s say..Work for United Nations, especially for Unesco or Unicef. berkeliling dunia mengurus pendidikan, kebudayaan, atau pun kesejahteraan anak-anak…What a dream!

Bicara tentang pekerjaan, gwe jadi inget salah satu mimpi gw tentang tempat bekerja. Suatu waktu, gwe melihat recruitment sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang hiburan yang mencari seorang lulusan Teknik Industri. Mereka adalah DISNEY WORLD. Definately i’ll try to apply to it!

Tapi gara2 “didoktrin” oleh dosen gwe tahun lalu, tiba2 gwe ingin bisnis. Hahaha, 21, dan masih labil 😛 Lalu gwe pun sempat berpikir keras, bisnis apa yang bakal gwe jalani? Gwe berprinsip, bisnis gwe bukan hanya apa yang sedang naik daun di kalangan masyarakat, tapi harus yang menjadi apa yang gwe cinta. apa yang gwe cinta? Butuh sekitar 6 bulan untuk akhirnya menemukan apa yang gwe cintai…

Selalu memberikan kebanggaan tersendiri bagi gwe tiap ada temen gwe yang nanyak dimana tempat jalan atau tempat makan. Dan selalu menjadi kepuasan tersendiri tiap temen gwe puas dengan saran gwe. Dan selalu ada kebahagiaan sendiri tiap gwe bisa menceritakan perjalanan gwe ke beberapa tempat ataupun info2 setelah makan di suatu tempat. Dari situ lah, gwe pun berpikiran membuat, TRAVEL AGENT!

Sebuah travel agent yang tidak hanya menjual tiket, tapi juga bs jadi guide n penyedia info travel, cullinaire, dll untuk semua kalangan.Dan di kantor travel agency itu Ada cafe/resto/bakery/pastry dgn masakan spesial Mamaku. Jd org milih menu makanan sekaligus menu tour. ini sekalian memenuhi hasrat kuliner gwe sekaligus mewujudkan mimpi mama gwe. Dan discout 20-30% seumur hidup untuk vidatra06, ti05-07 ITB, penghuni Kosan kanayakan 49 thn 2007-2010, n keluarga bsr pske. Pilih Kasih :p

cuma bisa bilang satu kata : AMIN!!

dan mulai bertindak!