Hidup di jakarta itu…from mall to mall?

Mall Pacific Place. Kantor saya terletak di lantai 11 gedung ini..

Apalagi yang tempat kerjanya satu gedung dengan pusat perbelanjaan atau mall seperti saya ini.

Karena kantor saya bertempat di gedung One Pacific Place dan itu berarti satu bangunan dengan mall Pacific Place, tiap pagi saya sudah masuk ke lantai lower ground dari mall tersebut, bahkan gak jarang harus jalan di antara toko-toko yang belum buka untuk ke atm yang memang letaknya di lantai 3 mall Pacific Place.  Makan siang turun ke mall, atau paling tidak ya kantin karyawan yang terletak di parkiran mall.  Setelah makan siang mau cuci mata ya di mall.  Makan malam? karena sambil nunggu 3 in 1 atau janjian, ya makannya di mall.

Pernah suatu hari, saya dijemput orang tua saya sepulang dari kantor.  Karena waktunya sudah waktu makan malam, kami pun memikirkan untuk makan dimana.  Tiba-tiba papa menyebutkan Sushi Tei.  Kami pun memikirkan Sushi Tei mana yang dekat dari posisi kami.  Plaza Senayan, arahnya macet.  Mall Kelapa Gading biar sekalian arah pulang, keburu kelaperan.  Sampai akhirnya mama ingat kalau Sushi Tei juga ada di Plaza Indonesia.  Karena arahnya pun searah dengan pulang, kami pun memutuskan untuk makan di sana.  Setelah makan, kami pun merasa hari masih cukup sore untuk pulang ke rumah. Kebetulan mama sedang ingin mencari baju untuk suatu acara.  Berhubung di Plaza Indonesia tokonya bener-bener gak duniawi dan terlalu surgawi, kami pun memutuskan untuk menyebrang ke Grand Indonesia.  Yak, bisa dibilang hari itu saya kerja di Pacific Place, makan malam di Plaza Indonesia, dan shopping di Grand Indonesia.  Gaya gak tuh? (lucunya, waktu pindah dari Plaza Indonesia ke Grand Indonesia, kami pun naik mobil 😀 )

Nah, kalau pun misalnya saya memang ingin ketemuan sama temen, pasti janjiannya di Mall.  Cafe memang banyak di Jakarta, berlimpah

Mall Kelapa Gading. Mall yg sudah saya klaim sebagai "rumah kedua" 😐

bahkan.  Tapi kadang janjian ketemuan kan gak cuma makan. Kalau ketemuan di Mall kita bisa sambil liat-liat yang berujung shopping, nonton bareng, atau sekedar kongkow-kongkow sok gaul.  Pernah suatu hari, saya dan sahabat saya, Ririn, ingin mencoba naik busway.  Kami yang berdomisili di daerah Kelapa gading memutuskan untuk berjalan ke arah-arah pusat atau selatan Jakarta.  Setelah mempertimbangkan rute dan kebutuhan, kami pun memutuskan untuk naik Busway ke..Grand Indonesia. Dan coba tebak, setelah dari grand Indonesia kami kemana? Pulang.  Tapi sebelumnya mampir dulu ke Mall Kelapa Gading 😆
Sekarang rute pacaran saya pun kalau gak ke Mall Kelapa Gading, Grand Indonesia, MOI, PIM, atau Gandaria City.  From mall to mall. (Jangan salah, hampir semua atraksi turis sudah saya kunjungi, bahkan sampai naik ke atas Monas. Nah mau kemana lagi dong?)

Selain itu, kerjaan saya pun juga menuntut saya untuk melakukan market visit.  Nah, berhubung market handphone, pilihannya tinggal mall-mall elektronik seperti Roxy dan Ambassador atau ke modern channel seperti Global Teleshop, Selular Shop dan Erafone yang terletak di dalam Mall. Nah lo, kerja aja saya harus mampir mall.

Dan anehnya, sebegitu banyak Mall di Jakarta, tiap weekend semuanya penuh tuh parkiran Mall.  Di semua Mall lagi.  Tampaknya memang sudah gak ada pilihan untuk warga Jakarta mau jalan-jalan kemana.  Pantas saja tiap weekend Bandung dan Puncak penuhnya amit-amit.

Ancol sudah saya jelajahi, Kota juga, Monas juga.  Muara angke memang belum, tapi pasar ikan seperti itu, tetep aja pasti rasanya enak di Bontang.  Oke, saya memang sudah menargeti kalau akan jalan-jalan ke Pulau Seribu.  Terus mana lagi?? Ya ke Mall. Hadeeehh X_X

4 Stages of Boss from My Boss

Hey! long time no see, eh? (talking to my blog interface)
and you, readers, long time no see, eh? (what exactly will they see, yoan, since you never update your blog regularly!)

Well, just want to share something i learned from my boss today with you..

Siang tadi, bos saya (let’s call him Mr. C) mengajak saya dan temen saya (let’s call her Dinda) untuk market visit.   Gak jauh-jauh dari kantor tapi cuma di LMSSC, Oke Shop, dan Electronic City.

Well, anyway, selama perjalanan dari kantor-electronic city dan electronic city-coffee shop, bisa dibilang kami tidak membicarakan pekerjaan sama sekali.  Hanya share2 pemikiran, pendapat, dan cerita-cerita ttg kehidupan sehari-hari.  Begitu kami duduk dan memesan minuman, bercerita lah dia tentang pengalaman kerjanya.

Dari yang dia ceritakan, ternyata Mr.C sudah merasakan bagaimana dunia marketing dari dasar-dasarnya.  Dari saat dia masih kroco (seperti saya sekarang ini), sampai akhirnya dia masuk LG untuk mendapatkan posisi marketing manager asia.  Dari obrolan-obrolan tadi, ada beberapa hal menarik yang bisa gwe petik :

There are 4 stages of bosses.  The best one is boss who is lazy but intelligent.  The second one, is the one who is both diligent and intelligent.  the third one is the boss who is both lazy and stupid, and the worst one is the one who is stupid but intelligent… Why is it the worst? because the keep intelligent in the stupid way.  That’s the worst thing that company will have

Nice eh? Mungkin target sekarang, jadi anak rajin biar pintar biar bisa malas-malasan.  Hahaha!

Ada sesuatu yang membuat saya agak merasa senang.  Jujur, saya termasuk mengagumi sosok Mr.C ini sejak awal saya bergabung di kantor. Bahkan ada pemikiran ekstrim kalau saya akan bertahan di perusahaan saya yang sekarang selama dia juga masih ditempatkan di Indonesia.  Dan mendengar segala macam cerita tentang pengalamannya, visinya untuk LG mobile indonesia, membuat saya semakin kagum dengan sosok Mr. C.  Dan tadi, dia menyebutkan alasan mengapa dia memilih saya dan Dinda sebagai tim yang bakal dia bentuk :

Reason why i picked you, guys, because you remind me about my self when i was at your age. Eager to learn something new in order to develop your own self.  Your my first step to reach our vision. Please, work hard together with me.

Ihiieey! mendadak semangat saya…:D