Jadi Meneer di Pelataran Kota Tua

Yayaya…setelah sekian lama gwe bolak-balik liburan di jakarta, bahkan memiliki KTP jakarta, baru beberapa waktu yang lalu gwe menyempatkan diri main-main di Kota Tua.  Bertepatan dengan sewaktu gwe main-main ke Monas.  Sebenernya, niat awalnya emang cuma ke kota tua, ntah knapa make “nyasar” dulu ke Monas. Untung keduanya cukup deket 😛

Gwe sampai di kota tua sekitar setengah 4, jadilah museum-museum di sana sudah pada tutup.  Sayang juga sebenarnya karena ada berbagai macam museum selain museum Fatahillah yang terkenal. Well, may be next time. Jadi ngapain aja dong gw??ya dipelatarannya saja. foto-foto, dan tentu saja yang wajib, naik sepeda onthel!

Tinggal Pilih! 😉

Nah, untuk naik sepeda onthel ini, boleh milih 2 paket yang tersedia. Bayar 20.000 rupiah, kita bisa keliling2 di pelataran, foto2 dengan si sepeda onthel, selama sejam. Mahal? coba paket kedua! Bayar 30.000 rupiah, kita bisa keliling2 pelataran, pluss keliling2 kota tua sampai pelabuhan sunda kelapa dan sekitarnya, boleh foto2 di area2 tersebut, tidak ditentuin waktunya…palingan nambah dikit buat guide. Menarik yah??tapi sayang, karena udah kecapekan, gwe pun memutuskan mengambil paket yang pertama. bodo, yang penting gwe naik sepeda onthel! 😀 Nah, ini lah sepeda yang menjadi objek gwe selama sejam berikutnya

disesuaikan dengan warna baju :))

Ah, dapat si topi ala meneer tuh! hahaha!

Trus ngapain?? ya udah, keliling2 aja. Ahahaha!Sayang banget gwe datang kesorean, jadi gk bisa masuk ke museumnya. Jadi lah waktu itu cuma foto-foto n nyoba2 naik sepeda onthel selama sejam. Dan ternyata, naik sepeda onthel itu agak beda ya naik sepeda zaman sekarang. Agak lebih susah buat nyeimbangin. Mungkin karena sepeda sekarang ada teknologi khusus buat mudah seimbang? Jadilah awal-awal gwe agak oleng2 kayak orang mabuk naik sepeda 😀

Overall, menarik. Dan suatu saat harus keliling2 daerah sana sampai pelabuhan dan masuk ke semua museum yang ada di sana! next time!

New Hobby, New Escape

Bagi gwe, hobi adalah suatu escape. Sebuah pelarian dari rutinitas sehari-hari yang sering memuakkan. Atau mungkin sekedar membosankan. Dalam kasus gwe, gwe bisa saja menonton film sepanjang hari, membaca buku, blogging, jalan-jalan dan mencari kuliner baru. Tapi, akhir-akhir ini gwe pun menemukan satu hobi baru. yang juga membantu gwe merasakan kepuasaan setelah melihat hasilnya. Yap, Fotografi.

Memang dari dulu gwe sudah suka sama yang berbau foto-memfoto. Tapi memang malas untuk ditekuni. Paling-paling sebatas koleksi pribadi. Hingga akhirnya gwe meminjam kamera ucup, Canon EOS 400D. dan semua terlihat begitu memukau. *haha, iklan 😛

jadi ya….this is me, the beginner of photography’s world! masih banyak belajar, dan tetap semangat hunting! yay..!!

oya, ini beberapa hasil jepretan dan sedikit sentuhan picasa saya

Dan kalo mau ngeliat lengkapnya, silakan mampir ke album “a Photofolio by YPhotoworkS” di sini atau di sini . Enjoy 😉

Bogasari’s Days….begin!

Yap, setelah menunggu terlalu lama karena memang dimulai cukup lama, akhirnya gwe pun memiliki objek TA. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. Divisi Bogasari Flour akan membuat gwe keringat kepanasan, keringat kedinginan, keringat panik, dan berbagai macam keringat pusing + stress lainnya selama gwe mengerjakan TA

Tanggal 29 Juni 2010, PT. ISM tbk. divisi Bogasari Flour mewajibkan semua peserta PKL maupun riset yang akan memulai kegiatan tersebut pada bulan juli untuk datang dalam rangka induksi pertama.  Wajib. Kalau gak datang dianggap mengundurkan diri. Dan gwe pun harus rela jadwal ujian gwe diundur alias ikut susulan demi induksi tersebut.

Gwe dan Wicak telah datang setengah jam sebelum waktu yang ditentukan. Kami pun berniat menyusuri wilayah bogasari sekalian mencari gedung Lab. Centre tempat induksi dilaksanakan. Setelah sedikt nyasar, nyium gandum, dan dihujani tepung yang ntah dari mana, kami pun sampai ke gedung lab.centre.  Setelah itu…..penjelasan mengenai Indofood dan bogasari…dan ngantuk. Selesai penjelasan, kami diberikan waktu sebentar untuk beristirahat dengan suguhan kopi dan teh. Gwe ambil kopinya, dan….asem. Khas kopi instan…ukh!  Acara dilanjutkan dengan pengarahan safety dan penempatan. lalu pulang. dan gwe ngantuk parah.

Gwe gak datang pada tanggal 1 karena harus menemui dosen dan mencari tau tentang susulan ujian yang diundur.  Maka, gwe pun baru datang pada tanggal 2…dan kecepatan setengah jam. wew.

Pukul 8 tepat, gwe dan wicak sudah sampai di ruangan safety tempat kami akan bermukim selama sebulan ke depan. Setelah menunggu sebentar, kami pun dipanggil dan dihadapkan dengan seluruh pegawai safety (yang memang hanya segelintir) dan pak diharto yang merupakan manager bagian safety.  Setelah itu perkenalan diri…dan ternyata bapak-bapak Safety cukup baik dan santai! fiuuh…

Setelah perkenalan, kami pun diajak berkeliling. Melewati silo (tempat penyimpanan gandum) setinggi puluhan meter, menyusuri konveyor diketinggian kurang lebih 10 meter, melihat jalur konveyor – jetty (dok kapal loading gandum) yang tidak terlihat ujungnya sama sekali, melihat pengepakan karung tepung seberat 25 dan 50 kg…..sukses membuat bau gandum kebawa-bawa sampai gwe pulang. Sampai saat itu, gwe belum menemukan hal yang pas untuk TA gwe. Mulai panik.

Gak kerasa, sudah waktunya makan siang. karena gwe lagi gak solat, gwe pun bisa makan duluan bareng sama pak Ucok.  Dan….di Bogasari makanannya 4 Sehat 5 Sempurna!! Terdapat 3 macam jenis lauk utama yang boleh pilih, 2 macam masakan sayuran, bakwan, kerupuk, jeruk….dan susu Indomilk UHT fresh milk coklat dingin! whoaaa….beda banget sama LG yang “cuma” ngasi Yakult. ahahahha!

Setelah makan, gwe pun diajak lagi berkeliling di bagian Maintenance. Nah, disini nih gwe mulai mendapat banyak pencerahan. Kebetulan si bapak2 yang di Maintenance itu pengen ngerubah lay-out dan berharap lay-out yang dihasilkan menggunakan pendekatan Ergonomik. Menarik. Bisa lah buat TA. yay!!

Jadi, itulah hari pertama di Bogasari. Semoga lancar. Lancar TAnya, lancar asupan susunya, lancar gak kebawa-bawa bau gandum. AMIN!

National Monument or…Monas!

Hmm, kalo dipikir-pikir lagi, pernah kah kalian ke Monas? masuk ke dalam museumnya, menikmati udara dari cawannya, naik ke puncaknya? Bisa dibilang, tidak semua warga jakarta yang meskipun telah tinggal bertahun-tahun pernah benar-benar menikmati monas dari segala fasilitas yang disediakan. Gwe sendiri, sebagai anak daerah yang sering pulang ke jakarta tiap liburan sekolah, sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Monas. Kalo dipikir-pikir lucu juga. Mungkin memang benar apa kata orang zaman dulu, kita tidak terlalu menganggap apa yang kita punya dan selalu beranggapan apa yang dimiliki orang lain itu bagus.  Coba deh, bangga banget masang foto di Liberty Statue, Menara Eiffel, Menara kembar petronas, dan teman-temannya itu. Tapi ada kah yang pernah bangga memasang foto di Monas? Sejelek itu kah monas? Karena itu lah, begitu kemarin Ucup nanyain mau kemana gwe saat gwe jalan sama dia, gwe pun dengan lantang menjawab : Monas!

Kami sampai monas sekitar pukul setengah 11. Dan karena ucup belum makan, maka kami memutuskan untuk makan di pelataran parkir monas. Keputusan yang super salah. Disitu memang ada tempat semacam kios-kios makanan yang di jadikan satu area dengan penjual souvenir-souvenir monas. Kami makan ketoprak 2….seharga 15.000 untuk satu porsi! see, bad decision!

Sekitar pukul 11 kami pun masuk ke pelataran monas. Disambut dengan pedagang-pedagang souvenir dan kumpulan pohon-pohon yang membuat sejuk. Dan puncak monas yang menyembul

Monas yang ngintip 😛

Karena penasaran bagaimana sosok monas lebih dekat, gwe dan ucup pun jalan mendekati pelataran monas dan sempat mengambil foto-foto. Setelah itu baru lah kami mencari jalan masuk ke daerah cawan monas. Dan, dicari-cari…ko gak ada satu pun pintu masuk yang dibuka ya??? Tengah hari bolong, matahari tepat di kepala, gak bawa topi atau pun payung kami pun menyusuri pelataran monas. Dan, oalaahh..ternyata kami harus mengitari monas 180 derajat karena ternyata pintu masuknya berada pada sisi sebrang dari pintu masuk pelataran. Graaoooo!! Bikin pusing deh 🙄 Dan begitu kami sampai, kami baru tau kalau ternyata ada kereta yang mengantarkan pengunjung ke pintu masuk monas. huh! Gak bagus nih visual displaynya 😡

Ternyata pintu masuknya monas dari bawah tanah yaaa….*ngampung deh*

the subway

Continue reading “National Monument or…Monas!”