Hanya Berbaring Terdiam

Kita hanya berbaring terdiam
Seraya mengaitkan tangan

Tidak terdengar suara-suara malam dibalik jendela
Hanya pusaran suara-suara kita yang tersisa
Tidak terlihat cahaya penerang,
Hanya rangkaian kata yang menari bagai kunang-kunang

Kita hanya berbaring terdiam
Seraya mengaitkan tangan,
menanti cahaya sang mentari yang akan mengakhiri setiap penggal cerita kita.

dedicated to the Tuesdays

Leave a comment