Banyak orang yang sering mempertanyakan lebih baik mana dicinta atau mencintai.
Mungkin banyak yang lebih memilih dicintai. Tapi banyak juga yang ngerasa lebih mudah mencintai.
Gwe beberapa waktu yang lalu memikirkan mana yang baik. Karena sebenernya, gwe yakin, dalam cinta, gak mungkin ada hal buruk. Semua pasti indah. Gak percaya?Coba deh, waktu kita lagi patah hati. Semua emang berasa ancur kan? Tapi coba deh, apa yang kita dapat? gak semuanya buruk. Kita mendapatkan pelajaran baru, pengalaman baru. Dan selalu ada proses pendewasaan dari tiap kisah cinta kita. Gwe percaya, kalo kalian berpikiran sepositif itu, saat kalian dengan ataupun tanpa sengaja mengingat kejadian itu, kalian bakal tersenyum. See?semua pasti indah jika menyangkut cinta! Jangan lupa, Tuhan menciptakan cinta sebagai unsur dari keindahan, jadi yaa..percaya aja! 😉
nah, bermodalkan positive thinking begitu (lama2 gwe jadi berasa kaya motivator deh!), gwe sampe kepada satu kesimpulan :
Baik dicintai maupun mencintai sama bagusnya.
Dari mencintai, kita belajar ilmu ikhlas. Kita belajar mencintai seseorang apa adanya. Kita belajar menerima orang apa adanya. Dan kita belajar menerima sakit hati sebagai suatu pembelajaran
Dari dicintai, kita belajar menilai sikap orang dengan objektif. Kita belajar untuk tidak egois. Kita belajar menerima kebaikan orang, menghargainya, dan menghormatinya. Again, suatu pembelajaran.
So, nothing bad from love, isn’t it?